Home / Headline / DPRD Sumsel Minta Inventarisir Ulang Lahan Pemprov Yang di BOT

DPRD Sumsel Minta Inventarisir Ulang Lahan Pemprov Yang di BOT

BP/DUDY OSKANDAR
Anggota Komisi I DPRD Sumsel Elianuddin HB

Palembang, BP

 

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan HA Syarnubi SP MM meminta perhatian pemprov melalui BPKAD bidang aset untuk menginventarisasi ulang terhadap lahan lahan pemprov yang di BOT kan .

“Dan termasuk lahan yang sudah menjadi penyertaan modal khususnya lahan pasar induk jakabaring untuk dilihat kembali isi perjanjian kerjasama apakah ada isi kausul yang dilanggar mengingat adanya keluhan dari pedagang pedagang pasar induk terkait tempat berjualan yang diperjual belikan dengan para pedagang tidak sesuai dengan perjanjian pengelola pasar induk, kepada yang terhormat saudara Gubernur dimohnkan penjelasanya,” katanya saat membacakan  pemandangan  umum atas   raperda APBD Provinsi Sumsel tahun anggaran 2019 dalam rapat paripurna DPRD Sumsel , Jumat (16/11).

Baca:  SBC Laporkan Pelanggaran Ke Bawaslu

Sdangkan Juru bicara Partai Nasdem , Elianuddin HB mengatakan, Fraksi Partai NasDem meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumsel untuk segera mengaudit Asset-Asset milik Pemerintah Provinsi Sumsel baik yang berada didalam provinsi maupun yang berada di luar provinsi Sumsel secara  menyeluruh, untuk menghindari  penguasaan Asset  pemerintah oleh pihak pihak yang tidak berwenang.

“Fraksi  Partai  NasDem selanjutnya mempertanyakan  kelanjutan pembangunan Pasar Cinde Palembang, yang mana sampai saat ini pembangunannya terbengkalai sedangkan disisi lain pengelola telah memasarkab Kios-kios/Tenan  kepada pedagang , apakah  ini sudah sesuai  dengan rumusab dan  syarat-syarat yang telah di rekomendasikan oleh Pansus,” katanya.

Baca:  Tergugat I dan Tergugat II Intervensi Tak Hadiri Sidang PTUN Palembang

Sedangkan juru bicara partai Gerindra Sutra imansyah SE  meminta agar Pemprov Sumsel mengevaluasi dan mengaudit seluruh BOT (Built Operate Transfer) yang sedang berjalan, untuk dapat diketahui kontribusi atau manfaat yang diperoleh masyarakat. Sebagai salah satu contoh BOT pembangunan Pasar Cinde yang sampai sekarang belum jelas, dan merugikan masyarakat sekitar, karena relokasi pasar cinde yang menutup jalan akses menuju Jalan Letnan Jaimas, pada siang hari tidak dapat dilalui. Padahal di jalan tersebut ada sekolah dan fasilitas umum lainnya. Mohon agar hal ini dapat ditindak Ianjuti segera,” katanya.

Baca:  Kondisi Angin di Lapangan Turut Pengaruhi Kemenangan

Pihaknya juga menyarankan, agar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak mudah melakukan BOT kepada pihak ke-3, sebelum melalui proses pengkajian dan dialog dengan masyarakat tentang kemanfaatan BOT tersebut.

“Dan menginventarisir aset-aset daerah Pemprov  Sumsel yang sangat banyak dan bernilai triliyunan rupiah, sehingga Fraksi Gerindra mendorong Pembentukan Badan Aset Daerah, sehingga inventarisasi tersebut dapat dilaksanakan secara professional,” katanya.#osk

 

 

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pelantikan Ketua DPRD Sumsel Tunggu SK Kemendagri

Palembang, BP Kapan pelantikan Ketua DPRD Sumsel belum dapat dipastikan. Pasalnya hingga kini, sekretaris DPRD Sumsel belum menerima Surat Keputusan ...