Home / Headline / Palembang Tenggelam Akibat Banjir

Palembang Tenggelam Akibat Banjir

BP/IST
Suasana banjir di kota Palembang

Palembang, BP

Hampir sebagian wilayah Kota Palembang terendam banjir akibat hujan yang mengguyur Kota Palembang, semalaman, (12/11). Sejumlah titik banjir terpantau merendam jalan, pemukiman warga, tempat ibadah dan sekolah serta fasilitas umum lainnya.

Pantauan pada Selasa, (13/11). Banjir terjadi di KM 12 Palembang, Simpang Kades, KM 9 dekat loket Damri, Halte LRT jalan Kol H Burlian Km 7depan  Diskotik Darma Agung, Depan Punti Kayu , Simpang Polda, Kawasan Sekojo Ajendam, Way Hitam dan sejumlah lokasi lainnya.

Akibat banjir ini banyak kendaraan yang berusaha menerobos genangan air mengalami mogok sehingga kemacetan panjang terjadi di jalan-jalan protokol di Palembang akibat masih banyak genangan banjir.

Selain itu sekolah sekolah di kota Palembang sebagian tidak melakukan aktivitas belajar mengajar lantaran sekolah mereka kebanjiran.

Sementara di media sosial, banjir yang melanda Palembang juga menjadi perbincangan. Warga net juga ramai-ramai menyebarkan informasi lokasi banjir di Palembang.

Melalui group whatsapp, warga net menyebarkan informasi banjir. Berikut salah satunya.

Titik Banjir terkini
Info via medsos yg masuk:
1. Depan Lorena
2. Depan Sumeks
3. KM.6
4. Simpang Polda
5. Dwikora
6. Depan Izzudin Demang
7. Siti Khodijah
8. Poligon
9. Kenten
10. Basuki Rahmat
11. Simpang Polda
12. Mess Perwira Tridinanti
13. Jalan Angkatan 45
14. Jalan Jend. Sudirman
15. Sekip
16.  Rajawali
17. Bangau
18. M.Isa
19 . Sekojo Ajendam
20. Jl. Pipareja
21. Kebun bunga
22. Noerdin Pandji
23. Depan DAMRI Sukarame
24. Jalan Sersan KKO Badarudin dekat SMAN 5 Palembang
25 Letnan Mukmin.

Sejumlah warga konplain dengan banjir yang dinilai akibat lemahnya pemerintah daerah dalam mengatasi banjir  dikota Palembang.

Salah satu dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) Farida R Wargadalem mengaku tidak habis pikir dengan banjir semalam.

“ Rumah ayuk belum pernah kebajiran, sekarang masuk rumah hampir selutut. Tanah ini milik keluarga sejak th 1952. Tolong diangkat soal banjir, terlalu besak kerugian, buku2 yang sangat beharga rusak, elektronik, pakaian, meubeler dll. Kami selama ini tidak pernah kebanjiran jadi tidak antisipasi, tengah malam baru ketauan, banyu sudah sebetis dan hujan masih turun. Anak-anak tetangga pagi ini berenang di jalan depan rumah sambil teriak-teriak kegirangan, belum pernah ado yang berenang sebelumnyo, sangat jarang paling tinggi sampai teras,” katanya, Selasa (13/11).

Baca:  PKB Sumsel Siap Menangkan Pasangan Dodi Giri Dalam Pilgub Sumsel 2018

        Dosen sejarah ini mendesak Pemerintah daerah , perlu serius berbenah agar hal serupa dak terjadi.

“Harus ado aturan yang jelas tentang meninggike rumah. Baru beberapa bulan rumah ketiga dari rumah kami ninggike betingkat, sekarang sebelah rumah juga nambah rumah betingkat. Apo rencana pemerintah untuk menanggulangi hal ini. Kami disini sejak 1973 tidak pernah banjir pecak sekarang. Harapan kami ado rencana jangka pendek, menengah dan panjang  untuk menanggulangi banjir, dan rencana itu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh   dan kontrol yang ketat dan terukur,” katanya.

Sedangkan Ketua lintas Politika , Kemas Khoirul Mukhlis melihat tiap pemimpin mungkin punya style tersendiri dalam mengatasi permasalahan kota.
“Sepengetahuan kami, jika Palembang diguyur hujan terutama pada malam hari, maka Walikota Palembang saat itu Eddy Santana Putra hampir dipastikan keluar rumah dan mengelilingi Palembang untuk mengecek serta memastikan ada tidak ‘kacap’, bagaimana drainase dan sebagainya. Menurut cerita orang dekatnya, beliau terkadang keluar hanya bersama sopir saja. Dan baru kembali ke rumah setelah yakin kota yang dipimpinnya aman-aman saja. Hal ini jauh dari pencitraan dan tidak terekspos luas,”katanya.

Tapi sekali lagi, menurutnya mungkin cara mengatasi masalah berbeda-beda.

Sedangkan Wali Kota Palembang Harnojoyo meminta masyarakat Palembang bersabar. “Saya minta warga bersabar karena banjir ini,” katanya.

Dikatakan, Pemkot Palembang terus berupaya meminimalisir banjir dengan berbagai macam cara yang dilakukan.”Saat ini sungai kita penuh sampah, makanya terus dilakukan gotong royong untuk membersihkannya,” katanya.

Baca:  Komunitas Anak Republik Sumatera Selatan Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Ia menambahkan, gotong royong bersih-bersih yang dilakukan tersebut menjadi salah satu bagian untuk meminimalisir dan mencegah banjir di Kota Palembang. “Ya, kalau tidak gotong royong mungkin banjir di Palembang ini lebih parah lagi,” katanya.

Lanjutnya, saat ini pihaknya telah menerjunkan pihak terkait untuk mengatasi banjir yang sedang terjadi di Palembang. “Sudah ada pompa mobile diturunkan untuk menyedot genangan air di sejumlah ruas titik banji di Palembang,” katanya.

Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kota Palembang, Herman Wijaya mengatakan bagi rumah dan sekolah yang terdampak banjir siswa diperbolehkan belajar di rumah atau tidak belajar di sekolah seperti biasanya. Kebijakan ini diberikan untuk memudahkan siswa yang menjadi korban terendam banjir akibat hujan lebat yang melanda Kota Palembang.

Bagi siswa yang rumahnya kebanjiran atau sekolahnya banjir, silahkan belajar di rumah dulu. Dan saya sudah sampaikan himbauan ini ke grup Wahtsapp kepala sekolah,” katanya, Selasa (13/11).

Dijelaskan Herman, kebijakan belajar di rumah (libur-red) hanya berlaku bagi siswa yang sekolahnya terendam banjir atau bagi siswa yang rumahnya kebanjiran, namun bagi rumah dan sekolah siswa yang tidak kebanjiran harus melaksanakan proses pembelajaran seperti biasa.

Kebijakan ini bersifat fakultatif artinya tidak semua siswa dan sekolah diliburkan tetapi bagi rumah dan sekolah siswa yang banjir saja,” katanya.

Ditambahkannya, di Kota Palembang ada 60 SMP Negeri 60 dan 139 SMP swasta, sementara untuk SDN ada 248 dan SD swasta ada 89 sekolah. Kebijakan belajar fakultatif dijelaskan Herman, berlaku bagi semua sekolah SD dan SMP di Kota Palembang.

Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar Ikut Kebanjiran

Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar Provinsi Sumsel yang berada di Jalan Tembus Terminal KM 12 Talang Kelapa, Alang Alang Lebar, Palembang, kebanjiran.

Pantauan Selasa (13/11), genangan air banjir mencapai paha orang dewasa.  Dampaknya, kegiatan dan pelayanan bagi pasien tidak bisa dilakukan di tempat sebagaimana biasanya.

Baca:  Jokowi Dan Alex Noerdin Makan Bersama

Pihak rumah sakit tetap memberikan pelayan namun menggunakan lahan parkir yang tidak terkena banjir.

Tampak, pihak rumah sakit menyediakan meja untuk pendaftaran registrasi.

Di halaman parkir juga petugas melakuan chek up dan pemeriksaan pasien, menebus obat atau konsultasi pasien.

Humas RSJ Ernaldi Bahar, Iwan Andiantoro mengatakan, banjir parah baru pertama kali terjadi di lingkungan rumah sakit.

Alhasil pihaknya melakukan pengahlian pelayanan sementara.

“Ini baru pertama kali, supaya kita tetap bisa melakukan pelayanan, kita ada pengalihan pelayanan, di tempat yang tidak terkena banjir,” ujarnya.

“Karena jika kita lanjutkan khawatir listrik dan lain-lain, jadi kita disini, karena tempat biasanya benar-benar lumpuh,” tambahnya.

Meski begitu masih ada tempat yang masih bisa digunakan dan aman terkendali.

“Masih ada yang bisa kita gunakan yaitu rawat inap, karena tempatnya tinggi, dan pasien juga masih ada petugas juga masih membantu,” katanya.

Pihak rumah sakit juga menyediakan perahu karet sebagai transportasi untuk mengambil kebutuhan yang masih ada didalam ruangan dan juga menyediakan tenda.

“Kalau mau ambil obat, data , buku dan lain-lain kita gunakan perahu karet,” katanya.

Sementara itu Hujan lebat semalaman membuat sejumlah wilayah di Palembang banjir, Selasa (13/11).

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah Provinsi Sumatera Selatan, saat ini sudah memasuki musim hujan. Sehingga potensi hujan dan angin lebat akan tetap ada

Hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumsel pada malam hingga dini hari tadi merupakan curah hujan dengan intensitas sangat lebat yakni lebih dari 100 mm.

Menurut Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II, Bambang Beny Setiaji.

“Adanya aktivitas siklon tropis gaja mengakibatkan Angin Baratan yang masuk ke wilayah Sumsel yang sarat uap air dari Samudera Hindia” katanya.

“Kemudian membentuk MCS (Mesoscale Convective System). MCS ini perlu diwaspadi,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga 2 RT Protes Pembangunan 5 Lantai UIN Raden Fatah

Palembang, BP Proyek pembangunan gedung 5 lantai milik Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF) yang proses pembangunan sudah berlangsung ...