Home / Headline / “Prostitusi Yang Di Paksa “ Selama Pendudukan Jepang di Indonesia

“Prostitusi Yang Di Paksa “ Selama Pendudukan Jepang di Indonesia

BP/IST
Wanita-wanita Eropa di kamp-kamp Jepang di Hindia Belanda.

Selama pendudukan Jepang di Hindia Belanda (Maret 1942 hingga Agustus 1945), perempuan juga dipaksa menjadi pelacur di kamp-kamp interniran.  Dari catatan Belanda, lokasi prostitusi tersebut ada juga terletak di Palembang.

 

ISTILAH ‘prostitusi  yang di paksa sampai sekarang kebanyakan digunakan untuk gadis-gadis Belanda dan perempuan Belanda yang dipindahkan dari kamp militer ke rumah bordil militer. Situasi di kamp demikia.

Apa situasi itu?, menurut kesaksian pribadi. Di Moentilan di Jawa Tengah, wanita dan anak-anak diinternir di gedung-gedung Xaverius College of the Jesuits. Sejumlah perempuan dibawa dan dibawa ke tempat pelacuran di Malang. Itu tidak berhenti di situ, kata Thea Bisenberger-van der Wal, yang tinggal di Kanada menceritakan hal tersebut: “Ibu dan saudara perempuan saya sering diperkosa oleh Jepang. Bibiku mengira dia harus memberitahuku rahasia besarnya. Saya adalah orang yang selalu menunggu di luar gereja saya untuk ibu saya. Ketika saya bertanya mengapa dia menangis, dia mengatakan dia jatuh saat membersihkan. Saya selalu percaya itu. Saya baru berusia 4 tahun. Kami mungkin bahkan tidak tahu setengah dari hal-hal yang terjadi di gereja. ”

Baca:  Alex Noerdin Jajal Sirkuit Berlumpur Hingga 2 Jam

Eduard Kerkhoven juga tinggal di Kanada menceritakan hal yang serupa. Dia adalah putra seorang “gadis penghibur”. “Ibuku diperkosa selama beberapa bulan oleh orang-orang Jepang di kamp interniran Tjihapit di Bandoeng. Dia tidak bisa dan tidak bisa membicarakannya. Keluarganya tidak menginginkan hal itu, karena takut kehilangan reputasi. ”

Sekelompok istri tentara KNIL Belanda juga menjadi korban. Setelah dilecehkan, mereka dijatuhkan di kamp Kramat di Batavia. Tine Dronkert adalah bagian dari tim kerja kamp. Sekarang dia tinggal di California. “Mereka semua menderita sifilis dan mereka diisolasi dari yang lain di sebuah rumah kecil. Saya harus membantu mengais rumah dengan kawat berduri dan tiang besi. ”

BP/IST
Wanita-wanita Eropa membungkukkan badannya saat pasukan Jepang datang

Mungkin 300 korban Belanda

Baca:  402.416 pemilih potensial rekam data KTP-e

Seberapa besar jumlah perkosaan dan pelecehan seksual, masih belum diketahui. Sebuah laporan yang diterbitkan pada tahun 1994 oleh mantan Menteri WVC berbicara tentang ‘dengan pasti 65 dan mungkin 300’ korban Belanda. Angka yang tidak sesuai dengan pengetahuan bahwa seorang gadis penghibur harus dikirim ke setiap lima puluh tentara Jepang. Pasukan pendudukan Jepang menghitung 300 ribu tentara di Hindia Belanda.

Peneliti WVC telah mendengarkan pernyataan dari saksi, korban dan tersangka, yang merupakan bagian dari penilaian dan dokumen prosedural dari Dewan Perang Temporair di Batavia.

Materi ini terletak di arsip pribadi NIOD dan Nationaal Archief. Peneliti, yang tidak menanggapi pertanyaan tentang hal ini, tidak menggunakan kesaksian yang dikumpulkan untuk Pengadilan Pidana Internasional Tokyo untuk Kejahatan Perang dan arsip asing lainnya.

Baca:  Pedestrian Sudirman Berhasil Berikan Warna Kota Palembang

Misalnya, belum diketahui sebelumnya bahwa wanita Australia dan Amerika  yang menjadi korbn di Maluku dan New Guinea.

Di Sumatra, empat perawat Australia dipaksa menjadi pelacur di sebuah rumah bordil perwira di kamp Talang Semoet di Palembang. Tidak pernah ada penelitian tentang nasib gadis dan perempuan Indonesia Indo-Eropa dan pribumi. Saat itu mereka adalah warga negara Belanda.

Corrie Driessen, ibu dari Liesbeth List, termasuk di antara korban pelecehan seksual. Dia bunuh diri. “Kebenaran harus diungkap terutama karena masih ada korban yang hidup,” kata List. Ibunya bukan satu-satunya yang kehilangan hidup dalam rasa malu dan penghinaan. Banyak wanita Cina, Korea, Taiwan, Burma dan Filipina juga telah melakukannya di wilayah-wilayah lain yang diduduki Jepang.#

 

Sumber : www.volkskrant.nl

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Belman Karmuda Tutup Usia

Palembang, BP Mantan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Kepala Biro Kesra Setda Sumsel Belman Karmuda meninggal ...