Home / Headline / Mengenal dr Ak Gani Melalui Geliat Puisi

Mengenal dr Ak Gani Melalui Geliat Puisi

BP/DUDY OSKANDAR
Sejumlah sejarawan, budayawan, seniman kalangan mahasiswa dan masyarakat umum di kota Palembang menggelar acara membaca A. K Gani dalam geliat Puitika, Sabtu (3/11) yang dilaksanakan di Museum A. K Gani Jalan MP Mangkunegara Nomor 1F Sukamaju Ilir Timur II, Palembang.

Palembang, BP
Sejumlah sejarawan, budayawan, seniman kalangan mahasiswa dan masyarakat umum di kota Palembang menggelar acara membaca A. K Gani dalam geliat Puitika, Sabtu (3/11) yang dilaksanakan di Museum A. K Gani Jalan MP Mangkunegara Nomor 1F Sukamaju Ilir Timur II, Palembang.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November mendatang.
Turut hadir Sultan Mahmud Badaruddin IV Fawaz Diraja, Direktur Museum Nasional dr AK Gani, Priyanti Gani.
Menurut sejarawan kota Palembang, Kemas Ari Panji mengatakan kalau acara ini di gagasan dari diskusi kecil sehingga kegiatan lebih menggali berkaitan dengan sastra terutama dr Ak Gani secara umum dan Museum dr AK Gani.
“ Kita akan melihat sosok Ak Gani dari sisi humanisnya , sisi kemanusiannya bukan dari sisi pejuangnya termasuk cara AK gani membuat puisinya karena tema kita hari ini tentang puisi dr AK Gani ,” katanya.
Ketua Dewan Kesenian Palembang Vebri Alintani melihat Jeep Wilys di depan Museum AK Gani ini sebagai simbol ketidakberdayaan dan kemarjinalan sejarah, bahkan warisan besar dari seorang Pahlawan Nasional Mayjen (purn) dr AK Gani.
Segala resiko dan pengorbanan telah dilewati AK Gani, beruntung dia tidak gugur dalam perang lima hari lima malam, atau ketika menjadi “penyelundup” logistik dan senjata untuk kepentingan rakyat dan pertahanan militer Negara, atau ketika dalam perang-perang perjuangan kemerdekaan lainnya.
“AK Gani tidak menghitung-hitung jasanya untuk kemerdekaan yang dinikmati rakyat dan penyelenggara negara bahkan ada saja yang “kemaruk” ketika dalam keadaan mumpung jadi pejabat. Akan tetapi, seperti yang dimandatkan dalam konsetitusi dan UU Pemajuan Kebudayaan, Pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah sebagai petugas Negara memiliki tanggungjawab dan kewajiban terhadap warisan sejarah dan budaya, apalagi dari seorang yang jelas-jelas telah menorehkan jasa dan karyanya seperti AK Gani,” katanya.
Perilaku, kata-kata dan amal perbuatannya bukan saja patut diketahui dan dikenang, tetapi layak diteladani oleh generasi muda. Di Museum AK Gani ini, setidaknya dapat ditimba sebagaian besar tuah dan pusaka pribadi terpuji dari Satu Pahlawan Nasional selain Sultan Mahmud Badarruddin II di Sumatera Selatan.
Sekretaris Museum dr AK Gani Husin Bastari menjelaskan sosok Mayjen TNI (Purn) dr. Adnan Kapau Gani atau biasa disingkat A.K. Gani yang merupakan seorang dokter politisi, dan tokoh militer Indonesia. “Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada Kabunet Amir Sjarifuddin I dan Kabupaten Amir Sjarifuddin II,”katanya.
Menurutnya sejak remaja Gani aktif dalam kegiatan politik dan organisasi sosial. Pada era 1920-an, ia giat di berbagai organisasi kedaerahan seperti Jong Sumatranen Bond dan Jong Java. Pada tahun 1928 ia terlibat dalam Kongres Pemuda II di Jakarta.
Setelah proklamasi dan selama masa revolusi fisik, Gani memperoleh kekuasaan politik dengan bertugas di kemiliteran. Pada tahun 1945, ia menjadi komisaris PNI dan Residen Sumatera Selatan.
Dia juga mengkoordinasikan usaha militer di provinsi itu.
Gani menilai Palembang sebuah lokomotif ekonomi yang layak untuk bangsa yang baru merdeka. Dengan alasan, bahwa dengan minyak Indonesia bisa mengumpulkan dukungan internasional. Ia merundingkan penjualan aset-aset pihak asing, termasuk perusahaan milik Belanda Shell. Gani juga terlibat dalam penyelundupan senjata dan perlengkapan militer. Beberapa koneksinya di Singapura, banyak membantu dalam tugas ini.
Untuk mengenang jasa-jasanya, pada tanggal 9 November 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepada A.K. Gani.
Gelar ini diterimanya bersama dengan Slamet Rijadi, Ida Anak Agung Gde Agung, dan Moestopo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 66/2007 TK. Selain itu namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di Palembang, Rumah Sakit AK Gani dan nama ruas jalan beberapa kota di Indonesia.
Tokoh penggiat puisi Palembang , Wanda Lesmana melihat rencana penerbitan buku mengenai puisi Ak Gani di November untuk memperingati hari pahlawan , dia melihat banyak hal terkait perjuangan dan sisi kemanusiaan AK Gani.
“ Penting harus kita pahami dan garis bawahi , bahwa kita warga Sumsel berdosa jika tidak melihat dan menoleh Ak Gani, kita wajib kita mencoba melihat kembali perjuangan AK Gani , karena Sumsel ini tidak akan semaju sekarang kalau bukan salah satunya oleh perjuangan AK Gani,” katanya.
Acara di warnai dengan musikalisasi puisi dr Ak Gani oleh seniman Iir Stone dan pembacaan puisi karya dr Ak Gani secara bergantian. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Inventarisir Ulang Lahan Pemprov Yang di BOT

Palembang, BP   Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan HA Syarnubi SP MM meminta perhatian pemprov melalui BPKAD bidang aset untuk ...