Home / Headline / Jelang Pileg 2019, Caleg Muda Harus Banyak Belajar

Jelang Pileg 2019, Caleg Muda Harus Banyak Belajar

Suasana acara Ngompol (Ngobrol Politik) Sambil Ngopi  di Meet Up Cafe Palembang, Sabtu (3/11).

Palembang, BP

Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 khususnya di Palembang mulai terasa nuansanya kala para calon legislatif (caleg) beradu gagasan dan pemikiran dalam menentukan program kerja jika terpilih menjadi wakil rakyat. Berbagai latar belakang para caleg cukup menarik perhatian. Ada muka lama dan ada muka baru. Khusus caleg muda, patut ditunggu kiprah mereka.

Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Drs Joko Siswanto Msi menilai menjadi anggota dewan atau wakil rakyat , idelanya itu adalah mereka sudah selesai dengan urusannya sendiri, misalnya dari sisi materil sudah berlebih  sudah cukup sehingga ketika menjadi wakil rakyat tidak korupsi.

Baca:  Gedung Walikota Palembang Seharga 1 Ton Emas

Selain itu  sudah banyak pengalaman , senang bermasyarakat, punya organsiasi dan sebagainya , sehingga ketika duduk dewan bisa fokus menjalani pekerjaannya sebagai wakil rakyat.

“Tetapi untuk menjadi pejabat publik untuk  dalam kegiatan politik itu adalah hak setiap warga negara  untuk bisa menduduki dipemerintahan , oleh karena itu sepanjang  dia memenuhi persyaratan umur dan persyaratan administrasi boleh-boleh saja, itu hak mereka dan jangan di larang dari sisi yang lain mereka harus belajar , karena caleg muda minim pengalaman,” katanya di acara Ngompol (Ngobrol Politik ) Sambil Ngopi di Meet Up Cafe Palembang, Sabtu (3/11)  bersama moderator  Bagindo Togar BB.

Selain itu caleg muda menurut Rektor Universitas Taman Siswa Palembang harus mau belajar dengan orang yang lebih senior, belajar untuk bisa berorganisasi, belajar dekat dengan masyarakat dan belajar membangun jaringan.

Baca:  Sumsel Butuh Pemimpin Muda yang Kreatif dan Berinovasi

Karena terjun ke dunia politik, menurutnya bukan seperti profesionalitas yang lain , karena dia harus membangun jaringan , membangun kelompok, bisa berkomunikasi dengan lintas sektor dan orang –orang diluar kelompoknya.Dan ini bagi anak muda  ini menurutnya menjadi kendala dan tantangan.

Untuk itu  menurutnya caleg muda harus meyakinkan publik, dengan menunjukkan track record yang berprestasi atau pengalaman selama ini, modal sosialnya apa, kemampuan intelektualitasnya apa, kemampuan spritualitas moralnya apa sehingga publik yakin anak muda ini pantas menjadi wakil rakyat.

        “ Kalau track record masih lemah, masih rendah, wajar kalau tidak di percaya,” katanya.

Baca:  Kebudayaan Tidak Masuk Dalam RPJMD Sumsel 2019

Sedangkan Caleg kota Palembang dari Partai Berkarya, Syavera Nurdini mengatakan,  sebagai caleg muda proses perkenalan diri dengan masyarakat memang menjadi kendala. Dan dia berusaha agar masyarakat kenal dan peduli.

“Saya sebagai caleg muda tentu optimis. Karena apa yang dibutuhkan masyarakat di antaranya ialah kepedulian pada kawula muda dan penyandang disabilitas yang selama ini kurang diperhatikan,” kata caleg DPRD kota Palembang dari Partai Berkarya ini.

Sedangkan Emi Sumitra, anggota DPRD Banyuasin dari PKB yang juga akan nyaleg tahun depan menilai bahwa peran caleg muda punya posisi cukup vital bagi perubahan.

“Apa yang dikerjakan para pendahulu kita patut diapresiasi. Namun perlu terobosan lebih agar apa yang kita aspirasikan mewakili rakyat, benar-benar terealisasi,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Koleksi 29 Emas, Alang-Alang Lebar Pimpin Klasmen Porkot Sementara

Palembang, BP Persaingan perebutan juara umum pada perhelatan Pekan Olahraga Kota (Porkot) X yang digagas oleh KONI Kota Palembang pada ...