Home / Headline / Pers Ikut Mengawal Pemilu

Pers Ikut Mengawal Pemilu

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana Editor’s Forum “Media Bermartabat untuk Pemilu Bermartabat diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika RI di Hotel Aston, Rabu (31/10).

Palembang, BP 

Pembukaan Editor’s Forum “Media Bermartabat untuk Pemilu Bermartabat diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika RI di Hotel Aston, Rabu (31/10).

Direktur Pengelolaan Media Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenjominfo), Siti Meiningsih mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan Kementrian Komunikasi dan Informatika dengan tujuan mewujudkan pers menjadi penjaga keutuhan nasional.

Sebelumnya kegiatan ini telah diselengarakan di Surakarta, Denpasar, Makasar, Banyuwangi, Banjarmasin, Kupang dan Palembang.

“Pers dan pemilu masing masing memiliki potensi dan tugas yang penting. Keduanya punya peran yang strategis. Proses pemilu dalam rangka mencari pemimpin, jangan sampai masyarakat terpecah belah,” katanya.

Menurutnya, diperlukan upaya yang sungguh sungguh termasuk insan pers untuk melakukan pengawasan pemilu. Pers sebagai salah satu pilar demokrasi harus mecerahkan masyarakat dalam pemilu. ” Kepentingan utama media, bagaimana kepentingan rakyat diperjuangkan,” katanya.

Pers menurutnya, memiliki fungsi ikut mengawal proses pemilu yang bermartabat serta damai, jangan sampai mengakibatkan masyarakat terpecah belah. Diperlukan upaya yang serius dari seluruh pihak untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pesta demokrasi.

Baca:  Tipu Muslihat Raffles Taklukkan Palembang (1)

“Pers sebagai pilar demokrasi harus mampu berperan mencerahkan, harus ideal, terbebas dari kontestasi pemilu, dan bagaimana kepentingan rakyat diperjuangkan sehingga menghasilkan demokrasi yang jujur,” kata Siti .

Lebih lanjut ia menyampaikan, jika pers berperan dengan baik, sambungnya, dapat dipastikan Pemilu akan menghasilkan pemimpin yang berintegritas untuk menjalankan pemerintahan dengan bersih dan baik. “Semoga pers dapat menjaga martabatnya,” katanya.

Gubernur Sumsel di wakili Kabid Pengelolah Informasi publik Diskominfo Sumsel Amrullah mengatakan, saat ini media massa dan sosial mengalami perkembangan yang pesat. Karena masyarakat sangat membutuhkan informasi yang cepat, akurat dan terpercaya. “Media massa dan media soaial tidak bisa dipisahkan. Karya jurnalis bagai dua mata pisau, satu sisi edukatif, di satu sisi lembaga ekonomi untung rugi perusahaan,” ujarnya.

Dia menambahkan, kesantunan dalam bermedia, apalagi 2019 ada pesta demokrasi. “Media harus menjaga martabatnya untuk menjaga situasi kondusif, jadi peran media significan. Media masa dituntut mengedepankan informasi yang netral dalam pemilu dan sebagai kontrol sosial. Media pada pemilu harus menyuarakan kebenaran dan harus netral, ” katanya.

Baca:  KPU Batasi Jumlah Dana Kampanye

Sementara itu Agus Sudibyo, Ketua Kaukus Media dan Pemilu mengatakan, Indonesia adalah negara dengan pemilu terbesar nomor 4 dunia. Pada pemilu 2019 ada Pilpres dan Pileg.

“Nanti ada 5 kertas suara. Untuk pileg ada 20.5000 kursi yang diperebutkan dengan 300 ribu kandidat. “Untuk jumlah TPS 850 ribu TPS, dan 5 juta orang penyelenggara. Ini pesta demokrasi yang luar biasa. Kita akan mensukseskan hajatan pesa demokrasi, ” katanya.

Lebih lanjut Agus menambahkan, dalam pemilu ini beda politik tidak masalah. Namun yang penting adalah menjaga kerukunan, toleransi, tenggang rasa dan saling menghargai. “Ruang media harus mencerahkan dan mendinginkan kalau situasi sedang panas. Peran pers sangat besar, media jadi garda terdepan terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa. Sumsel ruang medianya masih kondusif, ruang publiknya masih berkualitas, ” katanya.

Sedangkan mantan Wakil Ketua Dewan Pers Bambang Harymurti menilai  hingga saat ini media tetap memegang peran penting dalam sistem demokrasi di Indonesia sebagai pilar keeempat. Oleh karena itu pemberitaan media haruslah tetap mengacu pada kode etik jurnalistik sehingga media tetap bermartabat.

Baca:  Majelis Thariqat Zikir Ratib Samman Ziarahi Makam Kesultanan Dan Aulia

 

Bambang Harymurti juga menilai pers di Sumsel yang kondusif. Sosmed, hoax dan lain lain semoga tidak dipercaya di wilayah ini karena masyarakatnya sudah bijak.

“Kita mengharapkan Negara berpenduduk  265 juta ini dapat memanfaatkan  sosmed sebanyak 130 juta  orang dengan bijak. Sehingga tidak terjadi isu sara yang dapat menghambat pemilu, konflik horisontal antar pendukung dan lain-lain. Sengketa pemilu  bisa terjadi di nataranya karenma birokrasi yang memihak, rakyat tidak mempergunakan suara dan lain-lain. Oleh karena setiap media perlu mengedepankan konten edukatif sehingga mencerdaskan masyarakat,” katanya.

Menurut Bambang Harymurti Palembang memang unik. Meski ada konflik tetapi tetap damai. Dua hal yangg unik  rakyat Indonesia termasuk yang paling percaya pada media dan pemerintahnya.

Sedangkan saat ini terdapat 47.000 mediaonline  yang baru. Kemudian rakyat yang menyensor media-media itu berdasarkan keyakinan mereka.

“Dewan Pers dalam hal ini bertugas memverifikasi. Tapi kalau  media itu  mau survive harus bisa menyajikan berita yang bisa dipercaya. Media yang bermartabat yang bisa dipercaya., “ katanya.

Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Bambang Suminto mengatakan, selama ini kegiatan internasional di Sumsel berjalan aman  dan  Sumsel termasuk wilayah zero konflik.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Belman Karmuda Tutup Usia

Palembang, BP Mantan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Kepala Biro Kesra Setda Sumsel Belman Karmuda meninggal ...