Home / Headline / Disdik Palembang Gagal Capai Target Vaksin MR

Disdik Palembang Gagal Capai Target Vaksin MR

(Salah satu siswa SD Negeri 204 Palembang saat mengikuti vaksin MR dari Puskesmas Kertapati Palembang)

Palembang, BP
Kendati pun Program Vaksin Measles Rubella (MR) dari Kementerian Kesehatan RI diperpanjang hingga akhir Oktober namun Dinas Pendidikan Kota Palembang gagal dalam mencapai target 90 persen yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.
Pasalnya, Dinas Pendidikan Kota Palembang mengaku kewalahan hanya mencapai 60 persen walaupun sudah berulang kali dihimbau melalui edaran Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa Vaksin MR dianjurkan karena masuk dalam kategori Darurat Syariyyah.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Pihak Dinas Pendidikan bahwa realisasi Vaksin MR baru mencapai 60 persen baik siswa-siswi jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Kita baru mencapai 60 perseb dari total 248 sekolah negeri dan 103 sekolah swasta,”ujar Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Palembang, Bahrin, Selasa (30/10).
Lanjut Bahrin, bahwa realisasi tersebut merupakan puncak perpanjangan hingga akhir Oktober 2018 sebagaimana perpanjangan dari Pemerintah Pusat. Menurutnya, pihaknya sudah berupaya menghimbau kepada semua sekolah untuk bisa mengikuti vaksin MR ini.
Hal ini menurutnya penting bagi siswa-siswi agar terhindar dari virus MR. Baik itu bagi sekolah negeri maupun swasta. Sehingga sekolah bisa meneruskan ke wali murid untuk diberi pemahaman tentang pentingnya vaksin MR.
“Ya, kita hanya bisa menghimbau kalau memaksa wali murid tidak, karena ini hak mereka,”jelasnya.
Senada dengan itu dikatakan oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Herman Wijaya bahwa ketidakcapaian target menurutnya salah satu disebabkan oleh ketidakmaksimalan Dinas Kesehatan Kota Palembang dalam menjelaskan kepada sekolah.
“Karena hanya sebagian kalau di SMP itu dijelaskan. Seharusnya kan Dinkes harus jemput bola. Kalau kami (Disdik-red)  kan hanya menghimbau, karena kami tidak bisa secara rinci menjelaskan bahwa MR itu apa hingga terperinci secara medis,”tegas Herman.
Apalagi diakui memang sebelumnya MUI sudah mengeluarkan fatwa Vaksin MR haram walaupun kemudian dicabut lagi. Sehingga meskipun begitu masyarakat kan harus diberi kejelasan.
“Kami memang diberi tahu bahwa memanh bahayanya luar biasa, bahkan Indonesia tingkat berbahaya kedua setelah Afrika, tapi semua sekolah sudah kita himbau tinggal Dinkesnya,”terangnya.
Menurutnya, dari 60 SMP negeri dan 134 SMP swasta di Palembang menurutnya memang terealisasi tak jauh dari jenjang SD yakni sekitar 60 persen. Hal inu juga diakibatkan dari penolakan dari sebagian wali murid.
“Terutama sekolah swasta, karena mereka harus diberi pemahaman dulu tentang apa dan bagaimana vaksin MR itu. Kalau himbau kita sudah semua himbau,”pungkasnya. Osug
Baca:  Gubernur Perintahkan Bupati/Walikota se-Sumsel Sukseskan Imunisasi MR Fase II
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Belman Karmuda Tutup Usia

Palembang, BP Mantan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Kepala Biro Kesra Setda Sumsel Belman Karmuda meninggal ...