Home / Headline / JSC  Masih Amburadul

JSC  Masih Amburadul

BP/IST
Venue Ski Air yang rusak parah

Palembang, BP

Satu hari pasca diterjang angin, komplek olahraga Jakabaring Sport City (JSC) Palembang masih nampak amburadul, Minggu (28/10).

Puing-puing plafon venue berukuran belasan meter yang terlepas masih nampak berserakan memenuhi berbagai sudut jalan, danau serta selokan di kawasan tersebut.

Selain itu, pohon-pohon besar yang tumbang juga masih nampak bergelimpangan dan coba dievakuasi oleh petugas dengan cara dipotong menggunakan gergaji.

Imbas dari terjangan angin tersebut, menurut data dari pengelolaan JSC, seluruh venue mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Namun kerusakan yang terparah dialami enam venue yakni dayung, aquatic, atletik, panjat tebing, tenis dan sky air.

Baca:  55 Desa Di Sumsel Rawan Karhutla

Kerusakan pada keenam venue tersebut pada umumnya terjadi pada atap-atap venue yang ringsek berat terlepas dari pondasinya, kaca pecah, sejumlah bangunan retak dan plang tercabut dari tanah.

Hampir seluruh venue rusak, tetapi yang terparah pada keenam venue tersebut. Untuk pohon tumbang dan patah ada 162,” kata  Pengawas JSC, Rusli Nawi, Minggu (28/10)

Ia mengatakan, untuk sementara waktu pihaknya akan menutup kawasan JSC untuk masyarakat umum yang hendak berwisata ke sana.

Terkecuali peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan atlet yang berolahraga diperbolehkan masuk ke dalam JSC.

Alasan ditutupnya sementara JSC lantaran pihak akan membereskan dulu puing-puing venue yang rusak serta kabel-kabel yang terletak di jalan, apabila dengan kondisi itu masih banyak warga yang masuk dikhawatirkan dapat terjadi hal tak diinginkan.

Baca:  Kaum Nasionalis Siap Menangkan Giri Di Pilgub Sumsel , Harno-Fitri Di Pilkada Palembang

Jadi terpaksa JSC kita tutup sementara, takutnya terjadi apa-apa jika warga masuk ke dalam dengan kondisi sekarang,”  kata  Rusli.

Terkait masalah kerugian akibat venue rusak, Rusli Nawi belum bisa menaksirnya secara rinci.

Pihaknya masih akan berkordinasi dengan Dinas PU, Dispora serta pihak terlibat lainnya untuk menginvestarisir kerugian dari kejadian bencana alam ini.
Namanya juga bencana alam jadi tak bisa kita perkirakan, untuk kerugian juga masih kita hitung dulu,” tegasnya.

Sementara itu, stasiun DJKA Jakabaring yang juga mengalami kerusakan pada atapnya ditutup selama satu hari full dan penumpang dialihkan naik dari stasiun Jakabaring.

Baca:  Bawaslu Sumsel Ingatkan Plt Jaga Netralitas

Pada Senin (29/10) stasiun tersebut diperkirakan bakal kembali dapat melayani penumpang untuk naik turun LRT.

“Senin mudah-mudahan sudah normal kembali. Kelistrikan juga sudah hidup tak ada masalah lagi,” kata Kepala Proyek LRT Sumsel, Masudi Jauhari.

Ia menjelaskan, untuk kerusakan pada stasiun LRT hanya terjadi pada plafon yang terlelpas dari tempatnya.

Sementara untuk fasilitas yang lain tak ada yang mengalami gangguan berarti.

Diperkirakan selama satu sampai dua minggu ke depan plafon yang rusak tersebut bisa normal kembali.

Kalau yang lain semuanya normal hanya plafon, kemungkinan ya sampai dua minggu ke depan perbaikannya,” jelasnya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Koleksi 29 Emas, Alang-Alang Lebar Pimpin Klasmen Porkot Sementara

Palembang, BP Persaingan perebutan juara umum pada perhelatan Pekan Olahraga Kota (Porkot) X yang digagas oleh KONI Kota Palembang pada ...