Home / Headline / Rektor UIN dan Dekan FISIP Soroti Deradikalisasi Beragama di Kalangan Mahasiswa

Rektor UIN dan Dekan FISIP Soroti Deradikalisasi Beragama di Kalangan Mahasiswa

(Dua peneliti Prof M Sirizi PhD dan Dr Yenrizal MSi serta para narasumber saat memaparkan hasil Program Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M)  di ruang rektorat UIN Raden Fatah Palembang)

Palembang, BP
Berangkat dari berbagai lembaga yang menyebutkan bahwa angka radikalisme mahasiswa di Indonesia semakin mengkhawatirkan, dua peneliti Prof M Sirozi PhD dan Dr Yenrizal MSi melakukan Kajian Penelitian dengan judul Strategi Kebijakan Deradikalisasi Beragama di Kalangan Mahasiswa.
Pasalnya, Badan Intelegent Negara di tahun 2017 menyebutkan 39 persen mahasiswa terpapar radikalisme kemudian riset itu menguat denhan penelitian UIN Syahid menyebutkan 51,1 persen mahasiswa beropini intoleran terhadap minoritas muslim, 34,3 perseb inteloran terhadap negara lain dan 58,5 persen punya opini radikalisme.
Dari fenomene tersebut, dua peneliti tersebut mengambil lima objek UIN di Indonesia dari lima rektor UIN yang dipilih.
“Dan kami mengambil kesimpulan bahwa radikalisme beragama dalam sudut pandang para rektor adalah gerakan dan paham yang harus dicegah sedini mungkin. Kemunculan radikalisme beragama di kalangan mahasiswa adalah fenomena yang perlu diwaspadai,”ujar Yenrizal saat memaparkan penelitiannya, Kamis (26/10).
Lanjut pria yang juga Dekan FISIP UIN Raden Fatah Palembang ini bahwa munculnya kebijakan-kebijakan para rektor pada dasarnya bukanlah yang berangkat dari madalah riil radikalisme. Tetapi para rektor meyakini bahwa kebijakan yang dibuat akan berpengaruh tidak langsung terhadap fenomena kemunculan sikap radikal nantinya.
“Ada 17 UIN dan kita ambil 5 UIN yang mewakili. UIN Jakarta sebagai barometer UIN Indonesia, UIN Jogja yang kemarin sempat ada pelarangan hijab, UIN Riau karena dulu pernah ada kasus terorisme di daerah tersebut, dan juga UIN Banjarmasin dan UIN Makasar,”sebutnya.
Artinya berbagai solusi telah ditawarkan agar bagaimana mahasiswa tidak terpapar radikalisme. Salah satu diantaranya pembinaan Ormawa, pemberian wawasan kebangsaan dan lainnya.
Senada dengan itu dikatakan Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof M Sirozi PhD menyebutkan bahwa penelitian mengambil sampel rektor karena merupakan pemangku kebijakan, memiliki visi, misi dan sudut pandang dalam menentukan kebijakan di UIN serta intelektual muslim atau pakar dibidang keagamaan.
“Artinya penelitian ini silahkan dikritisi, silahkan dikuliti dan kami ingin ini akan menjadi kajian. Kedepan ini akan kita buat buku untuk dipublikasikan dijurnal Internasional,”urainya.
Pasalnya, ditahun ini UIN Raden Fatah Palembang telah mendapatkan bantuan
Program Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) sebesar Rp2 miliar. “Dan salah satu penelitian kami mengangkat tentang radikalisme,”pungkasnya. Osug
Baca:  Peradi Kota Palembang Siap Dampingi Persoalan Hukum
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Koleksi 29 Emas, Alang-Alang Lebar Pimpin Klasmen Porkot Sementara

Palembang, BP Persaingan perebutan juara umum pada perhelatan Pekan Olahraga Kota (Porkot) X yang digagas oleh KONI Kota Palembang pada ...