Home / Headline / Cegah Radikalisme, FKPT Sumsel Bekali Penyuluh Agama

Cegah Radikalisme, FKPT Sumsel Bekali Penyuluh Agama

Inderalaya, BP

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Selatan menggelar penguatan kapasitas penyuluh agama dalam menghadapi radikalisme, di Aula Rumah Makan Sederhana, Inderalaya, Ogan Ilir, Kamis (25/10).

Acara yang digelar dengan tema Ayat ayat Damai dibuka oleh Deputi Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Hendri Paruhuman Lubis. Acara diisi dengan pembacaan ikrar penyuluh agama yang dilakukan oleh peserta .

Hendri menjelaskan, radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman nyata bagi NKRI. Patut digarisbawahi dari rangkaian aksi terorisme adalah kelompok pelaku tinggal di tengah masyarakat dan membaur dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu dituntut untuk waspada terhadap tumbuhnya paham radikalisme di tengah masyarakat.

Kebijakan BNPT dalam penanggulangan terorisme menekankan pada upaya penanggulangan terorisme yang integratif dan komprehensif. Upaya lain yaitu kerja sama internasional dengan dasar pemikiran bahwa terorisme adalah ancaman dan gerakan yang mempunyai jaringan lintas batas negara.

Ketua FKPT Sumsel Dr Periansyah, menjelaskan, fenomena aksi radikalisme dapat menimbulkan keresahan dan dapat saling tuduh dan menjadi benih konflik antar masyarakat.

“Kita tahu di Sumsel zero konflik dan itu menjadi komitmen FKPT Sumsel,” ujar Peri.

Menjadi penting peran tokoh agama, dan program ini seluruh Indonesia dan saat ini dilaksanakan di Ogan Ilir.

Pemateri lainnya, Dr. Hj. Andi Intang Dulung dengan materi deteksi dini dalam pencegahan terorisme. Andi menjelaskan, soal penyuluh agama memiliki kapasitas masing-masing dalam kelompoknya untuk berdakwah. Selain itu menambah referensi soal pencegahan radikalisme. “Kita tetap harus waspada karena Palembang merupakan daerah aman, namun ada budaya keterbukaan. Misal menerima tamu adalah hal yang biasa. Sangat senang menerima tamu, jangan sampai budaya menerima tamu disusupi oleh hal yang tidak diinginkan. Jangan memanfaatkan budaya tertentu untuk menyebarkan faham yang dilarang. Hal ini tentunya harus diantisipasi,” jelasnya.

Sedangkan narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah dari Indonesian Institute for Society Empowerment yang membawa materi sistematika penulisan naskah dakwah. Pada materi yang sama juga hadir Surayya Kamaruzzaman dari Sekretaris Pusat Riset HAM Unsyiah. # rel

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Koleksi 29 Emas, Alang-Alang Lebar Pimpin Klasmen Porkot Sementara

Palembang, BP Persaingan perebutan juara umum pada perhelatan Pekan Olahraga Kota (Porkot) X yang digagas oleh KONI Kota Palembang pada ...