Home / Bisnis / Pasar Saham Sumsel Tumbuh Subur

Pasar Saham Sumsel Tumbuh Subur

Palembang, BP

Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dianggap tidak terlalu riskan pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski ada anggapan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG. Namun bagi BEI, dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini di pasar modal merupakan risiko investasi yang umum terjadi.

Menurut Kepala BEI Kantor Perwakilan Sumatera Selatan – Hari Mulyono, saat ini rupiah tidak sedang melemah akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya, mata uang dolar AS yang memang tengah menguat terhadap mata uang negara-negara di dunia.

Oleh sebab itu, sepanjang kinerja emiten konsisten menciptakan pertumbuhan usaha dan laba, maka saham-saham yang tercatat di BEI itu akan terus konsisten berkinerja bagus. Situasi di manavada investor yang keluar dan ada yang masuk, maka hal itu wajar.

Pelemahan nilai tukar rupiah memberikan dua sisi menarik bagi mereka yang melihat peluang. Harga saham jadi murah dan terjangkau, untuk saham-saham yang berasal dari perusahaan sensitif nilai tukar dan ada saham-saham yang cenderung menguat karena menjadi diuntungkan dengan melemahnya Rupiah.

Misal, pelemahan rupiah ini membuat sebagian investor asing merasa harga saham menjadi kemahalan, kemudian keluar dari pasar modal Indonesia dengan melakukan aksi jual saham. Hal ini akan mengakibatkan harga-harga saham menjadi terkoreksi.

“Di sisi lain, ada investor asing yang justru melihat peluang. Sebagian investor melihat kondisi ini sebagai kesempatan untuk masuk. Karena harga-harga saham lagi murah (terjangkau),” ujarnya.

Hari mengakui kondisi IHSG yang stagnan ini mestinya tidak akan berlangsung lama. Karena dari sisi fundamental, kinerja emiten-Emiten di Bursa Efek Indonesia relatif kuat. Terlebih, pelemahan rupiah ini juga terjadi di mata uang lain. Kondisi ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal. Ia yakin IHSG akan balik kembali melanjutkan penguatan.

Jika melihat pertumbuhan pasar modal di Sumsel sendiri, papar Hari, saat ini memang bertumbuh cukup menggembirakan. Dahulu waktu BEI hadir di Sumsel tahun 2005, jumlah investor baru 800-an investor dan data BEI Perwakilan Sumsel per bulan September 2018 ini, jumlah SID mencapai 12.947 investor dengan tingkat keaktifan rata-rata harian sebesar 27%.

“Ya bisa dibilang walau baru 0.25% dari penduduk Sumsel (tahun 2017 penduduk Sumsel kurang lebih 5 juta jiwa) yang sudah melek investasi pasar modal, ini sudah baik. Selama basis investor lokal bisa terus ditingkatkan, nantinya pasar modal Indonesia pastinya akan menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Branch Manager PT.Panin Sekuritas,Tbk Cabang Palembang Abdul Rasyid mengatakan, saat ini investasi pada instrumen berbasis saham masih dianggap prospektif walau pasar saham masih diliputi ketidakpastian. “Saya melihat, investasi saham masih lebih menarik ketimbang instrumen investasi lainnya,” katanya.

Dia mengatakan, memang sepanjang tahun ini, baik pasar saham maupun obligasi sama-sama dihantam sentimen negatif yang kuat. Salah satunya, sentimen perbaikan ekonomi Amerika Serikat. Hal ini membuka peluang suku bunga acuan di AS naik secara agresif.

Imbasnya, rupiah terus berada dalam tekanan. Upaya Bank Indonesia menaikkan suku bunga menjadi 4,5% juga belum menimbulkan dampak. Alhasil, hal ini berpengaruh ke imbal hasil investasi.

Dengan kondisi pasar seperti saat ini, instrumen berbasis saham masih menjadi pilihan yang ideal. Ini terutama bagi investor yang memiliki orientasi jangka panjang. Pasalnya, instrumen saham selalu mampu memberikan imbal hasil yang tinggi ketika pasar dalam keadaan normal.

Instrumen berbasis saham lebih berpotensi memberikan imbal hasil optimal ketimbang instrumen investasi lainnya. Bila ingin memanfaatkan keadaan saat ini, investor dapat membeli saham yang berasal dari emiten berkapitalisasi besar dengan harga yang murah.

Tidak masalah investor membeli instrumen saham ketika pasar dalam kondisi lesu dengan catatan, tujuannya adalah untuk diversifikasi portofolio. #ren

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Mandiri Karnaval 2018 Berlangsung Meriah

Palembang, BP Dalam rangka kegiatan kebersamaan, Bank Mandiri Regional II/Sumatera 2 mengadakan event Mandiri Karnaval 2018 dengan tema “GLOW_RA November ...