Home / Headline / Sejak Dulu, Palembang Dikenal Dengan Daerah Yang Terbuka Dari Unsur Peradaban Dari Luar

Sejak Dulu, Palembang Dikenal Dengan Daerah Yang Terbuka Dari Unsur Peradaban Dari Luar

BP/DUDY OSKANDAR
Lembaga Kajian Naskah Melayu , Universitas Islan Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang dipimpin Ketua Dewan Pembina Mal an Abdullah, Ketua , Muhammad Adil dan anggota Duski Ibrahim, , Ahmad Syukri, , Habiburahman dan mahasiswa UIN Raden Fatah, Palembang melakukan kunjungan ke lokasi –lokasi bersejarah yaitu awal-awal perkembangan Islam di Palembang. Kunjungan dilakukan ke lokasi makam Ki Gede Ing Suro , Panembahan Palembang , dan ke Masjid Sultan Agung semuanya di kawasan 3 Ilir, Rabu (24/10).

Palembang, BP

Lembaga Kajian Naskah Melayu , Universitas Islan Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang  yang dipimpin Ketua Dewan Pembina Mal an Abdullah, Ketua , Muhammad Adil dan anggota Duski Ibrahim, , Ahmad Syukri, , Habiburahman dan mahasiswa UIN Raden Fatah, Palembang melakukan kunjungan ke lokasi –lokasi bersejarah yaitu lokasi  awal perkembangan Islam di Palembang.

Baca:  JK Semangati Atlet Indonesia di Palembang

        Kunjungan dilakukan ke lokasi  makam Ki Gede Ing Suro , Panembahan Palembang , dan ke Masjid Sultan Agung semuanya di kawasan 3 Ilir, Rabu (24/10).

Ketua Dewan Pembina Lembaga Kajian Naskah Melayu , Universitas Islan Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Mal An Abdullah mengatakan, kalau kunjungan tersebut di makam Ki Gede Ing Suro , Panembahan Palembang , dan ke Masjid Sultan Agung semuanya kawasan 3 Ilir merupakan awal berkembangnya Islam di Palembang.

“ Kita tahu kekuasaan Islam di Palembang itu pada era abad 15 itu berawal mewujudkan Kerajaan Palembang menjadi Kesultanan Palembang, berakar kehadiran Ki Gede Ing Suro ke Palembang dengan sejumlah pembesar-pembesar lainnya dan membangun Islam di Palembang lama dan pemakaman ini adalah pemakaman yang paling awal di era itu,” katanya.

Baca:  Anggaran Perbaikan Infastruktur Jalan di Sumsel Ditetapkan 10 Persen dari APBD 2018

        Menurutya pilihan pemakaman ini  bisa di lihat dari batu-batu yang ada dan tempat yang ada berasal dari daerah yang tadinya Candi, percandian dari era sebelum Islam , pertanyaannya kenapa yang di pilih disini, karena ini menunjukkan kedatangan Islam tidak berusaha menghilangkan peninggalan-peninggalan historis yang bernilai besar  dari era sebelumnya yang selalu di hubungkan dengan kedatuan Sriwijaya.

        Selain itu daerah-daerah percandian dengan dibangun makam-makam para sultan  dan pembesar Kesultanan mempuyai nilai  sejarah yang baru bersifat keagamaan , dan menjadi lokasi ziarah yang sangat penting..

Baca:  Cermati Perpanjangan Penetapan DPT Pemilu 2019

“ Disini cukup terawat dan terpelihara dan dengan mudah di kunjungi para ziarah dan lebih penting lagi era sekarang ini  para wisatawan dari dalam dan luar negeri, sebetulnya ini siap dijual  tinggal kita perlu lengkapi dengan kajian-kajian sejarah bisa dijelaskan oleh pemandu wisata secara lebih mudah  dengan para pengunjung,” katanya.

        Menurutnya sejarah panjang Islam di Palembang  itu bisa di perluas dengan melihat wilayah pemakaman yang bisa di kunjungi hari ini ,  dari situ akan dengan mudah memahami kenapa Islam di Palembang menjadi Islam yang terbuka dari unsur-unsur peradaban dari luar.

“ Kalau sini bisa kita lihat di Makam Ki Gede Ing Suro ini ada makam pejabat-pejabat kesultanan dari Cina, Arab, turunan Demak dan orang Palembang sendiri ini kita harus ditapsirkan Islam dalam kehadirannya di Palembang itu sejak awak terbuka terhadap semua unsur peradaban yang penting di persembahkan dan digunakan oleh orang-orang muslim disini, tidak perlu ada semacam pertentangan antar unsur-unsur peradaban  yang terjadi adalah menerima dengan seleksi bernilai era saat itu dan  kita merasakannya  sampai sekarang,” katanya. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Koleksi 29 Emas, Alang-Alang Lebar Pimpin Klasmen Porkot Sementara

Palembang, BP Persaingan perebutan juara umum pada perhelatan Pekan Olahraga Kota (Porkot) X yang digagas oleh KONI Kota Palembang pada ...