Home / Bisnis / Ini Kata Panin Sekuritas Palembang Soal Pasar Saham Saat Ini

Ini Kata Panin Sekuritas Palembang Soal Pasar Saham Saat Ini

Palembang, BP

Sepanjang tahun ini, baik pasar saham maupun obligasi sama-sama dihantam sentimen negatif yang kuat. Salah satunya, sentimen perbaikan ekonomi Amerika Serikat. Hal ini membuka peluang suku bunga acuan di AS naik secara agresif.

Branch Manager PT.Panin Sekuritas,Tbk Cabang Palembang Abdul Rasyid mengatakan, saat ini investasi pada instrumen berbasis saham masih dianggap prospektif walau pasar saham masih diliputi ketidakpastian. “Saya melihat, investasi saham masih lebih menarik ketimbang instrumen investasi lainnya,” katanya.

Imbasnya, rupiah terus berada dalam tekanan. Upaya Bank Indonesia menaikkan suku bunga menjadi 4,5% juga belum menimbulkan dampak. Alhasil, hal ini berpengaruh ke imbal hasil investasi.

Dengan kondisi pasar seperti saat ini, instrumen berbasis saham masih menjadi pilihan yang ideal. Ini terutama bagi investor yang memiliki orientasi jangka panjang. Pasalnya, instrumen saham selalu mampu memberikan imbal hasil yang tinggi ketika pasar dalam keadaan normal.

Instrumen berbasis saham lebih berpotensi memberikan imbal hasil optimal ketimbang instrumen investasi lainnya. Bila ingin memanfaatkan keadaan saat ini, investor dapat membeli saham yang berasal dari emiten berkapitalisasi besar dengan harga yang murah.

Tidak masalah investor membeli instrumen saham ketika pasar dalam kondisi lesu dengan catatan, tujuannya adalah untuk diversifikasi portofolio.

“Saya masih optimistis IHSG akan kembali rebound dan menyentuh level 6.500 pada akhir tahun nanti. Oleh karena itu,saya menyarankan agar investor mengincar saham-saham penggerak indeks yang ada dalam LQ45 untuk saat ini,” katanya.

Saham perbankan misalnya, saya merekomendasikan BBRI dan BBNI karena keduanya penggerak indeks, valuasinya sudah cukup murah, dan kinerja keuangannya masih bagus. Selain sektor perbankan,saya juga menjagokan saham pemimpin di sektor konsumer dan telekomunikasi, yaitu UNVR dan TLKM.

Saya memprediksi, saham UNVR berpotensi mencapai harga Rp 60.000 per saham di tahun depan. Sementara, kinerja keuangan TLKM di paruh kedua tahun ini diproyeksi bisa membaik lantaran telah berhasil meluncurkan satelit terbaru Merah Putih pada pertengahan tahun ini.

Atau, saham yang berpeluang memperoleh keuntungan dari pelemahan rupiah juga bisa dicermati, seperti SRIL di antaranya. kontribusi ekspor dari total pendapatan emiten tekstil mencapai 55%.

Adapun, sekitar 70% dari ekpor SRIL ditujukan ke negara-negara Asia sehingga seharusnya tidak begitu terpengaruh oleh kebijakan dagang yang proteksionis yang terjadi di Amerika serikat (AS).

“Intinya bagi para investor pemula kondisi ekonomi yang sebagian besar orang menggap ini merupakan bencana bagi mereka, namun tidak bagi orang yang baru mau memulai investasi di pasar saham, dan bagi yang sudah mengalami penurunan portofolio coba di evaluasi lagi, sudah benarkah strategi atau trade plan yang sudah anda buat,” katanya. #ren

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Inventarisir Ulang Lahan Pemprov Yang di BOT

Palembang, BP   Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan HA Syarnubi SP MM meminta perhatian pemprov melalui BPKAD bidang aset untuk ...