Home / Headline / Santri Tewas di Ponpes Dengan Tubuh Penuh Lebam

Santri Tewas di Ponpes Dengan Tubuh Penuh Lebam

Palembang, BP–Finanda Juni Harta (14) sudah tak lagi bernapas saat keluarganya mendatangi salah satu Pondok Pesantren yang berada di Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (23/10).

Dikatakan oleh para pengurus pesantren, sebelum meninggal Finanda sakit. Namun tidak dijelaskan sakit apa. Keluarga semakin curiga saat melihat luka lebam di tubuh Finanda. Sehingga akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda Sumsel.

Senen (36), paman Finanda mengatakan, keluarga melaporkan kejadian dan meminta jenazah Finanda diotopsi karena adanya bekas luka lebam di tubuh Finanda.

Baca:  Curi Kambing, Tewas Diamuk Massa

“Kami lihat ada luka lebam pada bagian punggung, di lengan dan ada luka bekas benturan pada kepala bagian belakang. Kondisi ini sangat tidak wajar, kata pihak ponpes keponakan saya ini meninggal dunia karena sakit,” ujar Senen yang mendampingi Soharudin (40), otang tua Finanda.

Senen mengatakan, saat ini jasad keponakan sudah di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan otopsi. Pastinya pihak keluarga ingin meminta kejelasannya penyebab kematian.

“Kami masih menunggu, untuk hasilnya nanti silakan tanya dengan dokter yang melakukan pemeriksaan. Intinya kami ingin meminta kejelasan. Setahu kami dari pihak keluarga, Finanda ini sama sekali tidak riwayat sakit,” ujar Senen.

Baca:  Penjaga Malam Tewas di Auditorium Kampus UMP

Senen berujar, almarhum Finanda sudah dua tahun bersekolah di ponpes yang berada di kawasan Sakatiga.

“Saat itu dihubungi katanya Finanda sakit, kemudian saat keluarga datang, Finanda sudah meninggal dunia. Lalu dibawa ke Desa Muara Kunjung, Kecamatan Babat Toman, Sekayu. Pada saat mau dimandikan itu pihak keluarga lihat ada kejanggalan, maka itu kami bawa ke RS Bhayangkara dan melapor ke Polda Sumsel,” jelas Senen.

Baca:  4 Orang Sekeluarga Tewas Isap Gas Beracun

Pihak keluarga sudah meminta kejelasan dengan pengurus ponpes, namun pihak ponpes bersikeras bahwa almarhum Finanda meninggal dunia karena sakit.

Sementara itu Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang dr Indra mengungkapkan, otopsi yang dilakukan terhadap jenazah Finanda mengungkapkan adanya luka bagian kepala, tangan, dan badan, yang disebabkan oleh hantaman benda tumpul.

“Luka-luka tersebut diperkirakan baru satu hari. Terdapat luka vital di bagian kepala yang diduga menyebabkan korban tewas,” ungkapnya. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Inventarisir Ulang Lahan Pemprov Yang di BOT

Palembang, BP   Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan HA Syarnubi SP MM meminta perhatian pemprov melalui BPKAD bidang aset untuk ...