Home / Headline / Anak Muda Berpeluang Besar Menjadi Legislator

Anak Muda Berpeluang Besar Menjadi Legislator

BP/IST
Suasana acara ngobrol pintar dan inspiratif bareng Bung Fatkurahman (Bung Fk) di Dipo cafe, Palembang, Sabtu sore (20/10)

Palembang, BP

 

Banyaknya para anak muda yang maju dalam Pileg dan calon DPD RI ada tahun 2019 mendatang masih terkesan dipandang sebelah mata.Namun bukan berarti peluang anak muda menjadi legislator ini tertutup namun berpeluang sangat besar.

Direktur Eksekutif MIDE (Musi Institute for Democracy and Electoral), Andika Pranata Jaya melihat caleg berusia muda yang marak maju dalam pemilu legislatif 2019 tetap memiliki peluang untuk terpilih sebagai wakil rakyat.

Menurut  Andika saat menjadi nara sumber dalam acara ngobrol pintar dan inspiratif bareng Bung Fatkurahman (Bung Fk) di Dipo cafe, Palembang, Sabtu sore (20/10) yang menghadirkan tiga caleg – caleg muda di Sumsel yaitu, caleg DPRD Banyuasin Noor Ismathodin, Caleg DPRD Sumsel, Qodri Usman Siregar, calon DPD RI Jialyka Maharani.

Andika mengatakan, maraknya caleg – caleg muda yang maju pada pemilu legislatif 2019 mendatang karena beberapa hal, diantaranya kaum muda sedang mencari eksistensi sehingga menjadikan ajang pemilu legislatif sebagai ajang eksistensi diri kepada masyarakat. Tetapi tak menutup kemungkinan majunya. Caleg muda karena ikut-ikutan dan ingin narsis.

Baca:  Warga Rusun Siap Menangkan Pasangan Dodi- Giri

Selanjutnya, kata Andika kehadiran caleg muda juga menjadi prespektif baru dalam perpolitikan di Sumsel.

Ketiga peningkatan jumlah caleg muda menunjukan politik di Sumsel semakin dinamis tidak terpaku pada tokoh yang selama ini ada ataupun mereka yang sudah senior dalam dunia politik.

Terlepas alasan apa yang membuat caleg muda maju, mantan ketua Bawaslu Sumsel ini mengapresiasi keberanian caleg-caleg muda ikut berpartisipasi pada pemilu legislatif 2019 mendatang.

Bagaimana dengan peluang caleg-caleg muda? Dia menilai caleg muda bepeluang terpilih. Karena caleg muda merupakan sosok yang dinamis yang bisa masuk kesegala lini komunitas dan kalangan.

Caleg muda juga lebih cepat beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan kondisi dan perkembangan zaman.

“Yang senior harus waspada, karena anak muda ini dinamis. Bisa mengelola dunia yang serba cepat saat ini. Mereka bisa mengalahkan yang senior,” katanya.

Baca:  DPRD Sumsel Berkomitmen Melaksanakan Tugas Tanpa Penyimpangan

Sedangkan Caleg Gerindra DPRD Banyuasin Noor Ishmatuddin, saat ini berusia 21 tahun dengan status masih kuliah di UIGM semester 5 ini mengatakan maju sebagai caleg berlatarbelakang terpanggil sebagai putra daerah dimana di wilayah asalnya tidak ada kaum muda yang berkompetisi di Pileg 2019 ini,

“Tidak hanya itu, dorongan dari masyarakat juga membuat saya berani maju, dengan umur yang masih minim pengalaman, menuntut saya lebih aktif turun langsung ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Qodri Usman, Calon DPRD Sumsel Dapil Palembang A bahkan maju di dapil neraka tapi ia optimis walaupun dianggap caleg muda.

“Saya ingin menepis anggapan bahwa Dapil saja bukanlah Dapil neraka seperti penilaian beberapa pihak. Tapi disisi lain saya juga bersependapat bahwa pertarungan di Dapil saya ini sangat luar biasa. saya meyakini dengan masyarakat yang heterogen serta potensi yang dimiliki dirinya beserta Tim,” kata  Qodri yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Gema Hanura Sumsel.

Baca:  HUT Kota Palembang Itu Harusnya 16 Juni………

Walaupun di Dapil Neraka, lanjut Qodri, dirinya tetap optimis meraih kursi, dimana pada Pileg tahun 2014 lalu, partainya (Hanura, red) tidak memperoleh kursi di DPRD.

Hal lain juga di sampaikan Calon DPD RI termuda Jialyka Maharani mengatakan pencalonan dirinya ini sudah dipersiapkan 2 tahun yang lalu, dimana pada massa itu dia sudah beraktif berorganisasi baik di Karang Taruna dan Relawan Anti Narkoba.

“Jiwa organisatoris ini membuat saya optimis dan mampu mengemban amanah menyampaikan aspirasi masyarakat Sumsel,” kata Zia sapaan akrabnya.

Selain itu, kata Zia mengatakan, sebuah naluri politik pula didapatinya dari keluarga yang banyak terjun di dunia politik. “Selain harus memiliki pemikiran dan ide progres serta kekreatifan, politisi muda itu juga harus mau mendengarkan, atau dengan kata lain punya kepedulian tinggi,” katanya.

“Kita jangan underestimate terhadap meningkatnya jumlah kaum muda yang ikut berkompetisi di Pileg 2019 ini,” kata  putri Bupati Ogan Ilir ini.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Inventarisir Ulang Lahan Pemprov Yang di BOT

Palembang, BP   Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan HA Syarnubi SP MM meminta perhatian pemprov melalui BPKAD bidang aset untuk ...