Home / Headline / Gua Harimau dan Gua Putri Ditargetkan Jadi Kawasan Cagar Budaya Nasional

Gua Harimau dan Gua Putri Ditargetkan Jadi Kawasan Cagar Budaya Nasional

BP/IST
Rakor Penetapan Goa Harimau Sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional di ruang rapat Disbudpar Provinsi Sumsel,  Jumat (19/10).

Palembang, BP

Situs budaya Gua Harimau dan Gua Putri yang terletak di Desa Padang Bindu di OKU ditargetkan menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional. Bahkan,  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permusiuman menargetkan Gua Harimau dan Gua Putri menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional pada tahun 2019.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permusiuman melalui Kepala Subdit Registrasi Nasional Desse Yussubrasta MHum mengatakan,  untuk menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional paling sedikit ada dua situs.  Setelah ditetapkan menjadi situs  Cagar Budaya Nasional oleh Mendikbud baru bisa ditetapkan menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional.  “Ini penetapannya dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ” katanya saat diwawancara usai Rakor Penetapan Goa Harimau Sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional di ruang rapat Disbudpar Provinsi Sumsel,  Jumat (19/10).
Untuk Gua Harimau,  Desse mengungkapkan,  sangat besar peluangnya menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional. Pasalnya,  Gua Harimau sangat istimewa. “Gua Harimau sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten OKU.  Bahkan Surat Keputusan (SK)  nya sudah ada sejak Mei 2017, setelah ditetapkan ditingkat Kabupaten harusnya langsung diberitahu ke tingkat provinsi dan nasional menjadi situs Cagar Budaya Nasional, ” katanya.
Untuk Gua Putri,  lanjut Desse,  juga berpotensi menjadi Cagar Budaya Nasional. ” Kedua situs budaya itu yakni Gua Harimau dan Gua Putri bisa menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional.  Kalau sudah ada SK-nya maka legalitasnya jelas dari aspek hukum. SK-nya diditerbitkan Mendikbud, ” katanya.
Desse menuturkan,  ada banyak keuntungan jika Gua Harimau dan Gua Putri menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional,  diantaranya melindungi kawasan itu sebagai kawasan cagar budaya.  Sehingga pelestarian,  pemanfaatannya dan pengembangannya semakin jelas.  “Jika sudah menjadi Cagar Budaya Nasional,  maka ada pembentukan zonasi,   pelestarian dan pembentukan badan pengelolah. Untuk situs Gua Harimau tahun ini harapannya selesai tahun ini menjadi Cagar Budaya Nasional.  Sedangkan untuk Kawasan Cagar Budaya Nasional Padang Bindu OKU ditargetkan selesai tahun 2019,”  katanya.
Peneliti Pusat Arkeologi Nasionak Prof Truman Simanjuntak mengatakan,  Gua Harimau dan Gua Putri direncanakan menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional Padang Bindu.  Karena tinggalan disitu memberikan nilai yang banyak seperti pengetahuan,  sejarah.  Pasalnya,  untuk Gua Harimau itu dihuni sangat lama sekitar 22 ribu tahun lalu.
“Gua harimau merupakan situs tertua di Sumatera. Ada yang lebih tua lagi yakni di Sumbar tapi tidak lengkap.  Di Gua Harimau huniannya terstruktur sejak 22 ribu tahun lalu. Disana tinggal dua ras berbeda dengan empat perkembangan budaya.  Bahkan disitu belum steril karena di dalamnya masih banyak yang belum diteliti, ” katanya.
Dia menjelaskan,  di Gua Harimau melihatkan sejarah mobilitas manusia 22 ribu tahun lalu yang masuk konteks Asia Tenggara.  “Di Gua Harimau tergambarkan persebaran arus manusia yang disebut manusia modern.  Untuk di Sumatera termasuk pulau yang dihuni sejak dini. Mungkin pulau tertua diantara hunian dikawasan Asia Tenggara.  Itu berdasarkan penelitian  yang kami lakukan pada 2016,”  katanya.
Temuan itu,  lanjut Truman,  itu harus dilanjutkan kembali. Pasalnya,  banyak aspek yang belum dapat dijelaskan secara jelas.  “Di goa harimau itu ada 82 kubur individu dikubur disitu sejk 5.500 SM sampai abad pertama.  Jadi ada 6000 tahun ada prosea penguburan dua ras berbeda.  Kita melihat ada pembauran,  kulturusasi dilihat dari arkeologi ada harmonisasi.  Ada perkawinan campuran, ” katanya.
Menurutnya,  proses Gua Harimau dan Gua Putri menjadi Cagar Budaya Nasional kata Truman,  itu tergntung penyiapan dokumen baik dari pemda maupun masyarakat.
“Jika situs Gua arimau dan Gua Putri menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional,  banyak sekali keuntungannya.  Karena ada badan pengelolah yabg menaungi pengembangan dan pemanfaatan.  Semuanya terstrktur pemanfaatannya. Disana ada musium,  kemudian dibentuk hutan wisata rekreasi.  Sehingga disana bisa rereasi edukasi,  pengembangan dan penelitian ” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga menambahkan, rapat ini sebenarnya proses lanjut dari pertemuan di sidang Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) di Solo beberapa waktu lalu.  “Kita berhasil mengusulkan Goa Harimau menjadi Cagar Budaya Nasional.  Tapi disitu ada perdebatan itu menjadi situs atau Kawasan Cagar Budaya Nasional.  Namun disitu kita ditekankan agar menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional,  karena kita ingin penyelematan. Setelah ditetapkan,  maka ada aksi penyelamatan,  pemeliharaan dan pelestarian dan sebagainya, ” katanya.
Irene menjelaskan,  dari Kemendikbud menyarankan Gua Harimau menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional.  Tapi untuk jadi Kawasan itu butuh dua situs . “Disini perlu pemahaman TACB kabupaten OKU.  Kami daro TACB Provinsi diminta melakukan kajian sebelum sidang TACBN di Ambon dan Banyuwangi.  Sehingga bisa menetapkan Kawasan Cagar Budaya Nasional di Desa Padang Bindu,” katanya.

Irene mengungkapkan,  Gua Putri sudah semua kajiannya dan sudah ditetapkan TACN kabupaten OKU.  Begitupula Gua Harimau,  juga sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh TACB Kabupaten OKU.  “Untuk menjadikan Gua Harimau dan Gua Putri sebagai Situs Cagar Budaya Nasional harus diajukan ke nasional.  Setelah ditetapkan menjadi situs Cagar Budaya Nasional,  maka Gua Harimau dan Gua Putri akan menjadi diajukan menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional. Kita optimis kedua situs di Desa Padang Bindu yakni Gua Harimau dan Gua Putri bisa menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional, ” katanya. #osk

Baca:  Alumni SMA Muhammadiyah 1 Lubuk Linggau Bagikan Takjil
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Inventarisir Ulang Lahan Pemprov Yang di BOT

Palembang, BP   Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan HA Syarnubi SP MM meminta perhatian pemprov melalui BPKAD bidang aset untuk ...