Home / Headline / Mereka Keluhkan Melemahnya Rupiah

Mereka Keluhkan Melemahnya Rupiah

Pedagang ikan di Pasar KM 5 Palembang

Palembang, BP

Sekretaris Kantor Wilayah (Kanwil) Pandu Tani Indonesia (Patani)  Sumsel, Husyam Usman  menilai pelemahan dan penguatan rupiah dalam skala tertentu  serta batas wajar diperlukan untuk memelihara sentimen positif pada  transaksi pasar dan komunitas keuangan lainnya.

Namun jika merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar tidak kunjung membaik dalam jangka waktu panjang serta  terjadi diluar kendali bahkan sampai menembus batas psikologis maka akan punya dampak pada sektor lain termasuk daya beli masyarakat.

Secara teoritis tanpa perlu perhitungan dan analisa yang rumit, kita sudah bisa menilai dampak yang akan terjadi.

“Seperti yang kita ketahui bahwa eksport Indonesia  masih lebih rendah dari impor Indonesia.Tentu selisih nilai tukar akan mempengaruhi pembayaran hutang yang jatuh tempo dan pinjaman luar negeri untuk pembangunan atau infrastruktur.  Kemudian ini akan berimbas naiknya ongkos angkutan barang dan jasa,  yang akan terkompensasi dengan akumulasi harga barang dan jasa. Titik.inilah yang akan membuat semua kebutuhan pokok menjadi merangkak naik,” katanya, Kamis (18/10).

Tentu pemerintah menurutnya, harus mampu memotong rantai ekonomi ini dengan pola subsidi,  baik dalam pemotongan pajak, pemberian insentif kepada pengusaha, atau dalam jangka pendek pemberian bantuan langsung kepada kelompok masyarakat yang tergolong ekonomi lemah dan setengah lemah (baca: akibat berkurangnya nilai tambah), serta subsidi ongkos angkut dengan tidak menaikkan harga BBM.

Baca:  PBB Sumsel Targetkan Harga Mati 1 Fraksi di DPRD Provinsi Sumsel

Sembari menciptakan lapangan kerja padat karya agar angka pengangguran tidak meningkat tajam.

Sedangkan Pembina Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Sumsel Erza Saladin mengatakan,  untuk mengatasi pelemahan rupiah menurutnya, menaikkan ekspor, menurutnya jika rupiah melemah maka produk harus ekspor lebih kompetitip, karena biasanya ekspor menggunakan pembayaran dollar sehingga mendorong meningkatnya pendapatan.

      “ Ketika rupiah melemah, menaikkan ekspor juga mendorong pemasukan devisa dari pariwisata, karena orang berpergian ke Indonesia lebih murah, maka sebaiknya di genjot upaya peningkatan pariwisata dan dengan melakukan promosi bersar-besaran dan tentunya dengan penyediaan infrastruktur dan mendorong destinasi-destinasi baru, karena pemerintah ingin merealisasikan program 10 new Bali, ada kualitas pelayanan pariwisata sebagus di Bali ada 10 titik  ini harus direalisasikan,” katanya.

Selain itu dengan mengurangi impor, seharusnya kini dan akan datang pemerintah harus  jelas dan selektif melakukan impor  barang , kalau barang tersebut bisa di buat di dalam negeri secara pelan melakukan penyetopan atau pengurangan minimal karena ini semua harus di lihat secara data, tahun 2018 impor barang modal Indonesia 30,1 persen ,  barang komsumsi naik 27 persen, bahan baku 23 persen, angka ini relatif tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi  yang tumbuh 8,5 persen  sampai 9 persen.

Baca:  Kisah Perang Lima Hari Lima Malam Di Palembang

Dan menurutnya,  Indonesia harus berani mengurangi impor dan menjadikan titik titik tertentu di Indonesia mejadi pusat produksi barang yang di impor itu secara massif, seperti Sumsel selama ini memproduksi energi dan bahan baku energi karena itu kebijakan nasional ini harus terus menerus agar kebijakan energi dihasilkan  dari Sumsel itu mengurangi ketergantungan dari impor yang selama ini terjadi.

“ Kita juga harus membatasi atau menggerakkan industri substitusi impor,  kita harus mengoreksi impor terbesar baik bahan baku, modal  dan sebagainya apa, maka kita harus menggerakan tumbuhnya industri-industri untuk menyebabkan terjadinya substitusi impor tersebut,” katanya.

      Selain itu harus mendorong mengelola ketersediaan tanah ini untuk pembangunan ekonomi, karena tanah yang tersedia bisa dikelola negara secara sistimatis , koreksi terhadap penggunaan lahan oleh para pihak yang konteksnya perusahaan dengan bentang luar besar, ini perlu di koreksi karena negara membangun itu untuk rakyat, beda pengelolaan diserahkan mutlak ke pengusaha atau perusahaan swasta.

Sedangkan penjual songket di pasar 16 Ilir Palembang, Ama mengatakan, dengan naiknya dollar maka harga dasar songket naik sekitar 20-25%. Sehingga biaya produksipun naik

Baca:  Minat Masyarakat Masuk AU Tinggi

“Diharapkan harga dollar turun agar bahan dasar turun sehingga pasaran songketpun lebih maju. Sebetulnya dengan kondisi dollar sekarang tidak banyak mempengaruhi jual beli songket.  Karena pasaran songket stabil.

Kalau soal benang songket  memang impor dari Cina,  India  lalu ke Surabaya dari Surabaya masuk ke Palembang  dari Palembang  masuk kedusun sehingga harganya menjadi tinggi

“Solusinya harga dollar diharapkan turun sehingga harga dasar songket turun sehingga daya beli masyarakat teehadap songket meningkat dengan begitu budaya songket Palembang terus berkembang disemua kalangan masyarakat dan bisa tembus luar negeri,” katanya.

Hal senada dikemukakan Raudo, pengusaha jumputan di Pasar Prumnas, dia mengaku susah semenjak dollar naik karena bahan jumputan ikutan naik.

“ Belum sebulan dua kali bahan lah naik semua, terpaksa jumputan kami naikkan harganya. Kecuali yang sudah langganan terpaksa harga lama jadi otomatis keuntungan berkurang daripada pada langganan lari, dak mikir pemerintah kito nih,”katanya.

      Sedangkan Hardi pengusaha elektronik yang memiliki toko di Jalan Dr M Isa Palembang, mengaku sejak naiknya dollar berpengaruh dengan usahanya  , dia mencontohkan penjualan AC yang perunit naik dari Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

“ Pendapatan jugo turun hingga 5 persen,” katanya.

      Dia  berharap ekonomi Indonesia kembali membaik dan rupiah kembali menguat di pasaran. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Belman Karmuda Tutup Usia

Palembang, BP Mantan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Kepala Biro Kesra Setda Sumsel Belman Karmuda meninggal ...