Home / Headline / Pemimpin  Indonesia Tidak Lagi Suka Berbicara Sejarah

Pemimpin  Indonesia Tidak Lagi Suka Berbicara Sejarah

BP/DUDY OSKANDAR
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat berorasi di Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi)  Chapter Sumatera Selatan (Sumsel) yang baru menggelar deklarasi, Minggu (14/10) siang di Gunz Cafe Palembang.

Palembang, BP

 

Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi)  Chapter Sumatera Selatan (Sumsel) yang baru menggelar deklarasi, Minggu (14/10) siang di Gunz Cafe Palembang.

        Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengagumi kota Palembang yang memiliki masa lalu yang luar biasa dan memberikan memberikan mandate-mandat sejarah yang besar.

“Dan hari ini saya datang memenuhi undangan teman-teman Gerakan Arah Baru Indonesia, sebuah organisasi yang entah  nanti jadi apa, tetapi coba kita kaji makmna-makna  yang terkandung di dalamnya,” katanya.

        Dia mengajak aktivitas, kaum pergerakan , cendikiawan dan kaum intelektual jika berkumpul selayaknya tidak berhenti untuk berpikir tentang sejarah, karena sejarah adalah cermin kita, siapa yang melupakan sejarah  dia tidak punya masa depan.

Baca:  Sarimuda Janji Selesaikan Keluhan Masyarakat Palembang

        Menurutnya sejarah itu seperti panah dan busurnya , semakin jauh dia kita tarik ke belakang  semakin jauh dia melesat kedepan dan semakin tepat dia mencapai sasaran.

“ Mungkin disorientasi kita selama ini  adalah karena pemimpin kita  tidak lagi suka berbicara sejarah,  malah ada kecenderung sekarang ini  pemimpin kita bicara fiksi,  ada bicara tentang Thanos lah, Avenger lah , Game Of Throne , yang fiksi sebetulnya, seolah-olah mau mengajak kita memikirkan sesuatu yang dangkal,” katanya.

Dia sempat mengaku heran terhadap Garbi yang tiba-tiba muncul dan nama yang sudah ada dimana-mana.

“Kalau kita lihat GARBI ini munculnya tiba-tiba, entah mau jadi apa organisasi ini. Tapi kalau kita kaji makna yang terkandung di dalamnya sangat baik.” Katanya.

Menurutnya Garbi memiliki  cita-cita membawa Indonesia menjadi negara kuat di dunia, artinya ada keresahan di masyarakat dengan pemerintahan kita dianggap tidak suka berbicara sejarah.

Baca:  Ditlantas Polda Sumsel Sosialisasi Rambu Lalu Lintas Ke 300 Guru Himpaudi

Fahri menyebut pemerintah seharusnya lebih bicara soal fakta apa yang akan dilakukan untuk membawa Indonesia jadi negara yang lebih maju.

“Garbi ini juga terbentuk karena ada kegelisahan masyarakat akan pemerintah yang sering bicara hal fiksi. Ada yang salah dengan Indonesia saat ini, ada yang salah dengan pemimpin kita, ada yang salah dari cara mengelola negara kita. Saya berani mengatakan Garbi merupakan suatu koreksi yang bisa jadi perenungan masyarakat saat ini,” pungkas Politisi PKS ini.

Ketua Garbi chapter Sumsel, Amril Sudiono menyatakan sepakat untuk membawa Indonesia menjadi negara dengan kekuatan terbesar kelima di dunia.

“Kami bertujuan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Indonesia negara terkuat nomor lima di dunia dengan menyebarkan ide-ide kreatif untuk mewujudkan keinginan tersebut melalui Garbi ,” katanya.

Baca:  Prabowo Pastikan Hadir di Palembang

Menurutnya, bukan mustahil untuk Garbi mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan melihat sejarah bangsa mulai dari kekuatan Kerajaan Sriwijaya yang mendunia dan merupakan salah satu bangsa yang besar.

 “Sejarah dari Kerajaan Sriwijaya menggambarkan bahwa betapa besar bangsa kita besar kemungkinan dapat mengulang kembali sejarah itu menjadikan Indonesia jadi negara yang kuat. Oleh karena itu, marilah kita semua bergabung dalam suatu wadah yang visinya untuk menjadikan Indonesia negara yang besar,” katanya.

 Garbi Sumsel juga berharap dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mewujudkan Sumsel yang lebih maju.

 “Kita harap pengambil kebijakan dapat bersinergi dengan Garbi, dan seluruh anggota Garbi Sumsel akan bergerak bersama untuk kebaikan Sumsel,” katanya.

Sebelumnya ditempat yang sama menandai deklarasi Garbi Chapter Sumsel,  Fahri Hamzah bersama Ketua Garbi Chapter Sumsel Amri Sudiono, Asisten 1 Setda Pemprov Sumsel DR A Najib, Kepala Kesbangpol Sumsel Fitriana SSos MSi, tokoh pemuda Sumsel, Erza Saladin dan Yudha Pratomo Mahyuddin melepas burung merpati ke udara.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Belman Karmuda Tutup Usia

Palembang, BP Mantan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Kepala Biro Kesra Setda Sumsel Belman Karmuda meninggal ...