Home / Pendidikan / Bongkar Kesenjangan Apoteker, Hisferkesmas IAI Gandeng  STIFI Bhakti Pertiwi 

Bongkar Kesenjangan Apoteker, Hisferkesmas IAI Gandeng  STIFI Bhakti Pertiwi  //Seminar Nasional)

((Suasana seminar nasional tentang apoteker di Aula STIFI Bhakti Pertiwi Palembang)

Palembang, BP
Fenomene apoteker di Indonesia, terutama Sumsel belakangan ini semakin miris. Kesenjangan sosial yang dialaminya membuat para apoteker banyak hijrah ke swasta bahkan tak sedikit yang banting stir.
Keadaan ini diperparah dengan lulusan apoteker yang meningkat dari tahun ke tahun, namun formula gaji mereka yang mengalami kesenjangan, memaksa mereka lebih memilih swasta ketimbang berkerja di Puskesmas. Dan fenomena miris ini diperkuat dengan data bahwa dari 2.000 apoteker di Sumsel, 54 yang hanya memilih mengabdi di Puskesmas.
Demikian mengemuka pada seminar nasional yang digelar Himpunan Farmasi Kesehatan Farmasi Masyarakat (Hiferkesmas) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) bekerjasama dengan STIFI Bhakti Pertiwi Palembang.
Digelar di Aula STIE Bhakti Pertiwi Palembang, Sabtu (13/10), bahwa sejumlah isu penting juga turut dibahas mengenai apoteker dengan mengambil tajuk “Peningkatan Kompetensi Tenaga Kefarmasian dalam Pengelolaan Obat di Fasilitas Keshatan dan Rapat Kerja Daerah Hisfarkesmas Sumatera Selatan”
Kehadiran apoteker dalam dunia medis memiliki peran yang cukup penting. Sebagai peracik obat, apoteker juga merupakan ujung tombak untuk memberikan kesehatan terhadap pasien.
Dihadiri oleh Drs Burharudin Gumay, Apt, MM selaku Ketua Dewan Pengurus IAI, Indri Mulyani Bunyamin, S farm Apt sebagai ketua PP Hisfarkesmas, Robi Kurniawan, S.Si Apt sebagai Ketua PD IAI yang diwakili Teddy Wirawan Msi. Apt serta Drs Muhammad Rizal. Apt sebagai narasumber. Acara ini juga didukung dengan kehadiran peserta seminar dari berbagai Apoteker Sumsel dan TTK (Tenaga Teknis Kefarmasian).
Dijelaskan Meliasi Nora Pratamarta S.farm Apt selaku Ketua pengurus daerah hisfarkesmas sumsel, acara ini sebagai wadah perkumpulan apoteker di Sumsel.
“Hisferkesmas (Himpunan Farmasi Kesehatan Farmasi Masyarakat), dibentuk baru tahun 2018 kemarin di Riau. Kita adakan di STIFI ini juga karena pemiliknya merupakan kawan sejawat PD Sums apoteker, Novrizon. Terimakasih untuk beliau karenaembantu menyukseskan acara dan memfasilitasi tempat,”katanya
Sementara tujuan kegiatan ini pun sebagai rancangan kerja tahunan dalam kegiatan ilmiah untuk akhir pengurusan sosialisasi di Kabupaten dan Kota  tahun 2022.
“Tujuan Sosialisasi supaya apoteker berminat bekerja di puskesmas. Kemudian untuk meningkatakn kompetensi mereka sesuai Standar kompetensi, tentang kemampuan utama menurut Permenkes no 377 tahun 2009, dalam jabatan fungsional apoteker dan angka kreditnya. Hari ini peserta tembus target 320 orang, yang mana meliputi 120 TTK (Tenaga Teknis Kefarmasian) dan 200 Apoteker,”tambah Meliasi.
Dari data yang dihimpun, total apoteker di Sumsel jumlahnya mencapai 2000 orang, namun apoteker puskesmas hanya berada di angka 54 orang saja.
“Sangat disayangkan dengan jumlah tersebut. Mangkanya nanti ada program baru dari pemerintah. Namanya, program apoteker nusantara sehat. Dimana apoteker tidak hanya nendapatkan imabalan jasa, tapi akan diperlakukan dengan sangat baik. Hal ini pun demi menunjang daerah terpencil agar puskesmasnya tersentuh,”jelas dia
Apoteker yang memiliki peran vital dalam kesehatan ini juga sebenarnya harus memberi JKN (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Lalu mendapatkan akreditasi yang bagus.
“Standar puskesmas seharusnya harus memiliki satu apoteker dalam satu instansi puskesmas. Tapi ini masih banyak yang belum, mangkanya hari ini kita juga akan bahas dan menyosialisasikannya. Contoh kecil saja, daerah saya Musi Rawas ada 19 puskesmas, tapu hanya ada 4 apoteker. Jadi 1 apoteker bisa menaungi 3-4 puskesmas,”ujarnya yang juga menjabat sebagai  Ketua bidang 1 sumberdaya kefarmasian di kepengurusan Pengurus Pusat hisferkesmas ini.
Lanjut, Ia menambahkan dalam seminar sosialisasi juga bermanfaat untuk masa perubahan paradigma pemberian obat. Misalnya menjadikan apoteker sebagai pasien centre. Jadi apoteker akan memberi tujuan obat yang sesuai terhadap pasien, kemudian mengatur tata kelola obat. Sebagai keberhasilan untuk germas (gerakan masyarakat).
Diharapkan melalui seminar nasional ini dapat menutup poin penting mengenai peningkatan kualitas apoteker dengan kesejahteraannya. #sug
Baca:  Makam Kramo Jayo Segera Diselamatkan
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Gembleng Kompetensi, Guru SMKN 5 Bakal Dimagangkan Enam Bulan

Palembang, BP Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mendorong guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar memiliki kompetensi yang berkualitas agar ...