Home / Pemerintahan / Tarif Parkir Inap Bandara SMB II Dikeluhkan

Tarif Parkir Inap Bandara SMB II Dikeluhkan

Palembang, BP

Tarif inap parkir di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dikeluhkan sejumlah pengendara. Jika satu hari atau 24 jam parkir inap untuk kendaraan mobil, biaya yang harus dikeluarkan oleh pengendara sebesar Rp104.000. Bukan itu saja, tarif parkir yang dibayar oleh pengendara, bahkan pernah kelebihan bayar.

Salah satu pengguna parkir di SMB II, Yulia (30) mengatakan, tarif yang diterapkan oleh pihak manajemen Bandara SMB II cukup besar dan cukup komersil.

“Saya rasa ini cukup besar, suatu ketika masyarakat yang ingin berpergian mau tidak mau, suka atau tidak suka pasti pernah menginapkan kendaraanya. Jika tarifnya cukup tinggi, tentunya akan memberatkan masyakat,” kata Yulia.

Demikian dikatakan, Sulis (40). Pernah suatu ketika dirinya dalam keadaan mendesak harus menginapkan kendaraan. Begitu tarifnya tinggi, dirinya seakan terpaksa harus menginapkan kendaraan, sebab tidak ada pilihan lain. Semenjak itulah, dirinya tidak pernah lagi menginapkan kendaraan.

“Jika tidak mendesak sebaiknya tidak perlu menginapkan kendaraan, sebab tarifnya cukup tinggi. Pemerintah selaku penerima PAD dari retribusi parkir ini, juga harus melihat dari sisi layanan masyarakat, sebab yang saya tau penerapan tarif parkir progresif ini baik di mall maupun di bandara tidak melibatkan pemerintah,” katanya.

Dia mengatakan, soal parkir di Kota Palembang, sebenarnya sudah cukup banyak merugikan masyarakat, tidak hanya tarifnya yang gila-gilaan. Namun juga banyak warga sipil yang tidak jelas atributnya menarik parkir kendaraan. Terkadang, petugas jukir di kota ini sama sekali tidak ada atribut layaknya petugas parkir.

“Pemerintah juga tidak bisa menekan PAD dari parkir progresif, sementara retribusi parkir di jalanan belum maksimal. Jika ingin PAD yang maksimal, seharusnya ada sistem yang memadai. Jangan gara-gara pendapatan retribusi parkir di jalanan sedikit, yang digenjot malah tarif parkir progresif,” tuturnya.

Sama halnya dikatakan, Reno (30) salah satu pengendara yang menginapkan kendaraan di SMB II. Menurutnya, selayaknya manajemen perparkiran Bandara SMB II lebih selektif melihat kinerja petugas parkir. Tidak hanya soal tingginya tarif parkir yang diberlakukan, namun juga kelebihan bayar yang dialami oleh pengendara.

“Saya tidak tau persis bagaimana batasan terkait tarif parkir progresif ini, namun baru-bar ini, saya pernah mengalami kelebihan bayar, itupun harus saya hitung sendiri berdasarkan tarif yang mereka tetapkan. Setelah saya kroscek ke manajemen, ternyata benar adalah kelebihan bayar,” katanya.

Meski tidak banyak, namun jika dialami oleh banyak orang, tentunya hal ini dapat merugikan, apalagi ketika tarif parkir yang diterapkan cukup tinggi. Dirinya berharap agar manajemen bisa bekerja lebih baik lagi, jangan hanya menerapkan tarif yang tinggi, namun juga layanan kepada pengguna.

Sementara itu, Manajemen Komersil Bandara SMB II Rizky mengatakan, jika tarif yang diberlakukan saat ini berdasarkan ketentuan Direksi. Untuk kelebihan bayar yang dialami oleh pengendara, hal ini diperkirakan adanya kekeliruan dalam perhitungan.

Hal ini juga dikatakan petugas lainnya, Rustam. Menurutnya setelah di cek di sistem memang benar jika kelebihan banyar tersebut atas kelalaian petugas. Untuk kelebihan bayar ini bisa diambil kembali. Pihaknya pun meminta maaf atas kejadian ini.

Untuk perlu diketahui masyarakat, seperti tarif parkir inap mobil di Bandara SMB II Palembang saat ini yang berlaku yakni, 6 jam pertama Rp50 ribu, kemudian untuk perjam berikutnya Rp3.000. Jika pengendara menginapkan kendaran selama 24 jam atau satu hari maka biaya yang harus dikeluarkan yakni Rp50.000 ditambah 18 jam berikutnya dikalikan Rp3.000 yakni Rp54 ribu, sehingga tarif parkir inap satu hari bisa mencapai Rp104 ribu. #ren

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Indonesia Kerja Keras Tingkatkan Investasi

Jakarta, BP–Anggota Komisi XI DPR RI FPDIP Hendrawan Supratikno menegaskan, pertemuan IMF dan World Bank (WB) di Bali  yang dihadiri ...