Home / Headline / Dua Hari Terakhir Jumlah Titik Hotspot di Sumsel Bertambah

Dua Hari Terakhir Jumlah Titik Hotspot di Sumsel Bertambah

BP/IST
Kepala BPBD Sumsel Iriansyah

Palembang, BP–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menerangkan, masih adanya kebakaran lahan di beberapa titik di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), terus dilakukan upaya antisipasi maupun pemadaman jika ada titik hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, memang beberapa hari terakhir kondisi cuaca di Sumsel khususnya kota Palembang diselimuti, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Memang, dua hari ini sedikit berbeda, karena jumlah titik hotspot bertambah khusus OKI dan OI, mengingat laporan dari BMKG, Sumsel masih masuk musim kemarau hingga akhir Oktober mendatang,” kata Iriansyah di Posko Satuan Tugas siaga darurat bencana asap akibat karhutla, Minggu (7/10).

Baca:  Merekam Jejak Calon DPD RI Asal Sumsel

Menurut Iriansyah, tim Satgas terus mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan dengan segera memadamkannya jika ditemukan titik hotapot, baik melalui operasi darat dan udara secara bersama- sama melalui personil BPBD, Manggala Api, pihak perusahaan, maupun TNI/Polri terus melakukan operasi darat.

“Di udara, kita juga masih ada 6 heli dari bantuan BNPB, untuk membantu pemadaman dari udara,” ujarnya didampingi kabid rehabilitasi rekonstruksi BPBD Sumsel, Absoni.

Diterangkannya, saat ini tim satgas yang dilapangan terkendala dari ketersediaan air yang ada dilapangan, sehingga pihaknya terkadang mencari titik air memadai.

“Teman- teman dilapangan kadang terkendala sumber air, sehingga untuk melakukan pemadaman sedikit terhambat. Namun kita dikabarkan jika hari ini sudah terjadi hujan merata di Sumsel melalui teknologi TMC, sehingga diharapkan bisa jadi solusi dilapangan,” katanya.

Baca:  Lahan Terbakar, Pemilik Lahan Dan Pembakar Lahan Langsung Di Proses Hukum

Menurut Iriansyah dari data yang terjadi, terdapat 19 titik hotspot dimana kebakaran masih terjadi di OI, OKI, Muba, Banyuasin dan Muara Enim. Namun semua sudah diatasi tim satgas yang ada, baik di darat maupun udara.

“Meskipun sudah clear tidak ada kebakaran lagi. Tapi teman-teman satgas darat tetap siaga, untuk memastikan jangan sampai ada kebakaran dilokasi. Termasuk heli water boombing disiagakan saat ini,” katanya.

Ditambahkan Iriansyah, terus dilakukannya pemadaman karhutla ini sesuai dengan arahan gubernur Sumsel, dan status siaga bencana asap karhutla yang berlaku hingga 31 Oktober, sehingga tim satgas masih tetap dilapangan.

Baca:  31 Juli Deadline Perbaikan Berkas Bacaleg Parpol Diimbau Bersegera

“Kondisi cuaca ISPU masih cukup baik yaitu diangka 50 dari hasil pantauan BLH, dan jarak pandang 10 Km masih cukup baik pada siang hari. Mari kita jaga wilayahnya, baik bupati, camat dan desa agar wilayah desanya tidak terbakar,” katanya.

Terpisah Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, bahwa Sumsel zero harus bebas gangguan asap akibat karhutlah adalah kebutuhan masyarakat, bukan hanya lantaran agar tidak malu terhadap dunia internasional atau sesaat untuk perheleatan Asian Games saja.

Oleh karena itu Herman Deru menginstruksikan kepada jajaran dinas terkait, dan satgas untuk tetap serius menanggulangi gangguan asap di Sumsel. Ia juga minta agar masyarakat di pedesaan dilibatkan.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tujuh Anggota MPR PAW Dilantik

Jakarta, BP–Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO) menjelaskan, MPR sebagai  lembaga permusyawaratan, dan salah satu pelaksana kedaulatan rakyat mempunyai ...