Home / Headline / “Nyanyian Rawa” Hadirkan 4 Perupa Muda Di Palembang

“Nyanyian Rawa” Hadirkan 4 Perupa Muda Di Palembang

BP/DUDY OSKANDAR
Pembukaan kegiatan yang diberi nama “Nyanyian Rawa” yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 13 Oktober 2018 di Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring di Jalan Seniman Amri Yahya, Palembang.

Palembang, BP

Sanggar Sastra Mataya , Banyuasin berkerjasama dengan pihak terkait termasuk Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar kegiatan yang diberi nama “Nyanyian Rawa” yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 13 Oktober 2018 di Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring di Jalan Seniman Amri Yahya, Palembang.

Berbagai acara di gelar dimana tanggal 5-13 Oktober digelar pameran seni rupa yang menampilkan 4 perupa muda , I Gede Kung Ong, Yogya, Angga, Romeo, tanggal 6 Oktober 2018 digelar Workshop Finger Painting, tanggal 7 Oktober 2018 di gelar workshop senirupa lukis anak dan tanggal 13 Oktober digelar bedah buku

Kegiatan tersebut di buka oleh Kepala UPTD Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring, Toton Dai Permana, Jumat (5/10).

Menurut Ketua Sanggar Sastra Mataya , Banyuasin , Rully Rochayati MSn, hari ini pembukaan acara dipimpin oleh Kepala UPTD Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring Toton Dai Permana.

Baca:  Ketika Museum Jadi Kunjungan Wajib Siswa Untuk Menimba Ilmu

“ Kegiatan pertama kami bikinnya di museum yang ikut si Gede dan Yoga dan Andreas ini , yang kedua kami bikin pertunjukan bulan Oktober sekaligus gabungan dengan pameran anak-anak juga, ketiga workshop dan barusan disampaikan kita membaca peluang , kalau seni rupa susah dilihat susah banget, baru kali ini terbaca, karena dari peserta workshop seperti itu , besok untuk finger painting pesertanya lebih sedikit dibandingkan dengan lukis anak, jadi totalnya dari pendaftaran 35 orang dua hari itu, seperti itulah keadaannya, karena itulah kami masih baru membaca, kira-kira peluang kedepan apakah harus dilanjutkan atau tidak, tapi tetap harus kita lanjutkan agar anak –anak ini tetap giat,” katanya.

Karena dia melihat minat masyarakat untuk melukis masih sangat kurang.

Walaupun demikian dia melihat sekolah selalu ada edukasi untuk seni rupa namun hanya memang diakuinya mungkin bahannya yang mahal, mereka membuat tapi tidak ada peluang untuk menjual.

Baca:  PBB Sumsel Selesai Lakukan Perbaikan Berkas Bacaleg Di KPU Sumsel

Pihaknya masih melihat apakah kesenian seperti ini di Sumsel apakah berjalan dan pihaknya berharap tahun depan ada lagi seniman baru menggantikan seniman tua.

Karena itu pihaknya terus melakukan edukasi, karena mata rantainya kesenian tidak boleh terputus, kalau terputus kasihan terutama seni rupa Palembang tidak akan tumbuh.

“ Ini program kami satu tahun harus membuat satu bentuk kegiatan, kalau tahun kemarin ada workshop kosmetik, untuk rias diri sendiri, kemudian ini sudah tahun keempat,” katanya.

Hari ini ada empat perupa dari sanggarnya yang menampilkan lukisan .

“ Untuk perupanya masih sedikit, yang aktip inilah, karena memang mereka di pacu untuk pameran,” katanya.

Selain itu dirinya, selalu berpikir kenapa pelukis Sumsel yang terkenal seperti Amri Yahya selalu beraktivitas di Yogyakarta.

“Jadi ini mempertegas pertanyaan-pertanyaan, pak Amri Yahya kok bertahan ke Yogya ternyata iklimnya lebih nyaman di sana , dan kita merasakan betul, saya lima tahun disini mencoba untuk menggiatkan sesuatu ternyata susahnya minta ampun walaupun promosi sudah kita lakukan ,” katanya.

Baca:  PPKD Kota Palembang Resmi Diserahkan Ke Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI

Dirinya juga tidak mengandalkan pemerintah dalam berkesenian kecuali kegiatan hari ini sudah berkerjasama dengan UPTD Balai Seni Palembang untuk pameran.

Sedangkan Kepala UPTD Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring, Toton Dai Permana mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Hari ini sanggar Mataya sudah berhasil memproduksi karya dan ini saya hargai dan mudah-mudahan tetap berlanjut, memang tampaknya kita di kesenian harus berjuang dan kawan-kawan berkesenian bagaimana merasakan sendiri, tapi kalau tidak di mulai tentu tidak aka nada wacana berkesenian di Palembang dan Sumsel, saya bangga karena perupa baru yang muncul, mudah-mudahan ini terus jalan dan kami tidak lain dalam budaya menyiakan ruang untuk itu, silahkan rekan-rekan kalau mau berpameran di Taman Budaya ini dipersilahkan supaya itu bisa menarik masyarakat, inilah yang bisa kami bantu dari kawan-kawan kesenian,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penyusunan APBD Perubahan 2018 Harus Sesuai Pedoman dari Kemendagri

Palembang, BP Komisi 1 DPRD Provinsi Sumsel telah melakukan kunjungan kerja ke Dirjen Bina Keuangan Kementrian Dalam Negeri dalam rangka ...