Home / Headline / Guru Honor Di Sumsel Berumur Diatas 35 Tahun Tuntut Bisa Ikut Test CPNS

Guru Honor Di Sumsel Berumur Diatas 35 Tahun Tuntut Bisa Ikut Test CPNS

BP/IST
Ratusan honorer Kategori 2 (K2) menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD Sumsel, Kamis (4/10).

Palembang, BP

Ratusan honorer Kategori 2 (K2) menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD Sumsel, Kamis (4/10).

Ratusan honorer K2 ini menolak peraturan Menpan R-B nomor 36 dan 37 yang tidak mengakomodir nasib mereka yang sudah mengabdi sebagai guru bahkan sampai puluhan tahun. Mereka menuntut agar bisa mengikuti tes CPNS tanpa batasan usia maksimal 35 tahun sebagaimana syarat yang diwajibkan bagi peserta tes CPNS. Karena mayoritas usia honorer K2 telah melampaui batas 35 tahun.

Perekrutan tes CPNS ini dibuka dua jalur ada yang umum dan khusus.

Ketua Forum Honorer K2 Sumsel, Syahrial dan guru honor ini sempat audiensi dengan Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel Askweni dan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel dan PGRI Sumsel di ruang banggar DPRD Sumsel, Kamis (4/10).

“Untuk yang khusus diantaranya diperuntukan bagi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik, guru. Kami disini mayoritas berusia diatas 35 tahun. Sedangkan disitu syarat usia maksimal 35 tahun,” kata Ketua Forum Honorer K2 Sumsel, Syahrial.

Syahrial mengatakan, selama ini guru honorer telah mengisi kekurangan guru yang terjadi di wilayah Sumsel. Apalagi dengan adanya moratorium 5 tahun kebelakang.

Baca:  Kampung Kapitan Ramai Dikunjungi Warga

Dia minta kehadiran mereka untuk menyampaikan aspirasi ini agar diakomodir dan dilakukan secara nyata.

Selain menuntut agar tidak adanya pembatasan usia bagi tenaga honorer K2 pada tes CPNS. Massa mendesak agar guru honorer yang telah puluhan tahun mengabdi diangkat menjadi PNS tanpa tes.

Jikapun tidak, para honorer meminta agar dapat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) tanpa tes.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo mengatakan pihaknya akan merespon persoalan yang dihadapi para Honorer K2. Selain itu pihaknya tengah mengupayakan adanya Perda tunjangan daerah bagi tenaga Honorer k2.

Semoga ini direspon cepat oleh BKD, Pemprov Sumsel dan Gubernur,” katanya.

Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel Askweni mengatakan hasil audiensi memutuskan agar Honorer K2 yang berusia dibawah 35 tahun bisa diangkat PNS tanpa tes, sedangkan yang berusia diatas 35 tahun menjadi P3K tanpa tes.

“Ini akan kami sampaikan kepada Menpan RB, kepada pemerintah pusat. Kami di DPRD mendukung langkah honorer ini,. Viralkan ini agar pemerintah pusat merespon sehingga regulasinya berubah,” kata politisi PKS ini.

Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru berjanji akan menyampaikan segala aspirasi dari ratusan guru honorer yang menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRD provinsi Sumsel, Kamis (4/10) kepada Presiden RI dan Menteri PAN RB.

Baca:  Sempat Mati Suri, Tiga Lembaga Diperintahkan Bertanggung Jawab Kembangkan Pusat Studi Sriwijaya di Palembang

Sebagai PNS yang bekerja dari usia sangat muda, Herman Deru mengaku paham betul perjuangan para guru honorer. Diapun sangat menyayangkan jika para Guru Honorer K2 yang bisa mengikuti tes CPNS diberi batasan usia maksimal 35 tahun.

“Saya sudah mendengar itu, cerita tentang umur yang dibatasi. Saya langsung mencari jawaban jika saya membuat keputusan harus ada jawaban yang benar,”kata Gubernur Herman Deru di hadapan para guru honorer.

Sebaliknya kata HD dia sepakat jika peraturan batasan umur 35 tahun itu diberlakukan pada rekrutmen CPNS jalur umum. Tapi untuk honorer yang sudah mengabdi dari umur 18 tahun memang jadi honor, batasan umur tersebut sangat disayangkan.

“Saya akan sampaikan ini ke Presiden, dan Menpan RB,”katanya.

Persoalan ini, lanjut Herman Deru, pernah terjadi ketika dirinya menjadi Bupati OKU Timur pada saat itu pengakatan Sekretaris Desa. Usai 2 tahun jadi PNS kemudian langsung pensiun.

“Sekretaris Desa itu ada yang saya lantik, setelah 2 tahun dia pensiun. Kok Sekdes bisa, kenapa K2 gak bisa. Kenapa? Artinya pembuat kebijakan diatas sana harus kita diberikan informasi yang benar melalui pengambil kebijakan di daerah seperti Gubernur dan Bupati/Walikota,” jelasnya.

Baca:  Atlet Asian Games Muslim Ikut Shalat Idul Adha

Meskipun Gubernur bukan pembuat keputusan tetapi Gubernur adalah kepanjangan tangan pusat yang bisa menyampaikan keluhan para honorer ini. Mari berdoa mudah-mudahan ini tercapai.

“Secara rasional sangat wajar kalau untuk rekrutmen CPNS umum, umur jangan lewat dari 35 tahun,”terangnya.

Menurut HD dia tahu betul kesejahteraan guri honorer yang jauh dari layak yang terkadang hanya Rp 150.000 perbulan. Hal ini nilainya jelas tidak sebanding dengan perjuangan guru sebagai pencetak generasi. Terkait hal itu, Gubernur Herman Deru meminta kepada Asisten Pemprov Sumsel yang membidangi ini untuk segera membuat surat kepada Bupati/Walikota agar ada peningkatan gaji atau penyesuaian.

“Nanti juga saya akan menghadap kepada Menteri PANRB, agar K2 itu jangan tes dan dibatasi umur. Saya akan berdikusi dengan Menteri. Jadi ada dua hal yang akan saya sampaikan pertama jangan ada tes kemudian umur jangan di batasi 35 tahun. Saya akan jelaskan dengan sebaik-baiknya agar mereka yang mengambil keputusan bisa memahami ini,” kata HD disambut tepuk tangan para guru honor.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Gubernur Minta Tim Pembela Jokowi Deteksi Hoax Sejak Dini

Palembang, BP Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta Tim Pembela Jokowi (TPJ)  mendekteksi hoax yang ingin menjatuhkan Presiden Joko ...