Home / Headline / Gubernur Sumsel Ajak Masyarakat Sumsel Pelihara Apa Yang Sudah Disajikan Oleh Pendahulu Sumsel

Gubernur Sumsel Ajak Masyarakat Sumsel Pelihara Apa Yang Sudah Disajikan Oleh Pendahulu Sumsel

BP/IST-Terik matahari yang menyengat tak menyurutkan antusias warga Sumsel untuk menghadiri orasi perdana Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Selasa (2/20) siang.

Palembang, BP

Terik matahari yang menyengat tak menyurutkan antusias warga Sumsel untuk menghadiri orasi perdana Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Selasa (2/20) siang.

Tiba di Monpera pukul 10.50 , Herman Deru dan Mawardi Yahya yang datang bersama istri dan keluarga, disambut oleh para pendukung yang berbaur dengan warga yang berada di sekitar Monpera.

Mengenakan batik lengan panjang bernuansa ungu, orang nomor satu di Sumsel itu memulai orasinya dengan sangat berwibawa. Herman Deru mengatakan sangat berterima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan warga Sumsel padanya dan Mawardi Yahya untuk memimpin pemerintahan Sumsel lima tahun ke depan dan menjadikannya provinsi ini maju dan sejahtera.

Baca:  DPRD Sumsel Minta Status POI Palembang Diperjelas

Herman Deru mengatakan, dipilihnya Monpera sebagai tempat pidato pertama sebagai gubernur Sumsel bukan tanpa alasan. Selain salah satu tempat bersejarah di Kota Palembang, tempat ini juga memiliki makna tersendiri.

“Ada tiga makna kenapa saya dan pak Mawardi Yahya pilih tempat ini. Pertama, saya mau mengajak seluruh elemen masyarakat Sumsel dari seluruh lapisan jangan pernah lupa perjuangan pendahulu kita. Monumen ini didirikan sebagai bukti masyarakat Sumsel ingat perjuangan para pejuang yang mempertahankan harkat martabat, marwah kita sebagai orang Sumsel. Di tempat yang sangat sakral ini saya mengajak masyarakat menjaga rasa cinta, hormat dan kebanggaan orang-orang yang telah berjuang untuk negara ini khususnya untuk Sumsel. Apakah itu tentara, polisi, ASN, pedagang, kepala daerah, dan tidak lupa para ulama yang telah memelihara kebersamaan kita. HDMY mengajak agar kita semua tidak suka mencaci maki siapapun yang berjasa bagi daerah ini di tingkatan apapun,” kata Herman Deru pada pidato pertama sebagai Gubernur Sumsel, di halaman Monpera Palembang, Selasa (2/10).

Baca:  DPW PPP Sumsel Targetkan Kabupaten Kota Raih Kursi Fraksi Penuh

Adapun poin kedua yang menjadi penekanan Deru adalah, soal transparansi dalam menjalankan roda pemerintahan. Selain mengharapkan dukungan dalam menjalankan tugasnya, Deru tak ingin saat memimpin nanti dicurigai warganya sendiri.

“Di tempat yang terbuka ini, kami mengajak semua memulai keterbukaan. Saya ingin tak ada kepura-puraan sebagai pemangku jabatan di daerah. Jangan selalu mengatakan terbaik tapi tidak sesuai kenyataan. Hari ini hari pertama saya bekerja sejak dilantik (kemarin), kami butuh dukungan, utamanya doa, kita sudah sepakat dengan keterbukaan Sumsel akan lebih baik, lebih maju dari yang kita rasakan sekarang. Kita pelihara apa yang sudah disajikan oleh pendahulu kita dan fokus ke depan membangun Sumsel tanpa tedeng aling-aling. Apapun profesi dan posisinya kita semua punya kewajiban yang sama memelihara pembangunan di daerah yang kita cintai ini. Jangan pernah merasa diri kita tidak punya peran atau tidak berbuat apa-apa. Kita bisa berbuat asal tidak mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan,” tegas Bupati OKU Timur dua periode ini.

Baca:  Tuntutan PSU Hal Yang Wajar

Poin terakhir, Deru mengemukakan sisi religius. Menurutnya, berpidato di Monpera yang menghadap ke Masjid Agung Palembang bermakna agar warga Sumsel tak pernah melupakan agama apapun yang dianut.

“Di hadapan menara Masjid Agung yang begitu megah, saya mengajak kita tidak pernah lupa dengan agama. Kita yakini agama alat kontrol kita yang paling utama. Apapun profesi atau tanggung jawab kita, tentu agama kita mengajak ke arah yang terbaik,” katanya.

Sebelum menutup pidatonya, Deru meminta kepada seluruh masyarakat di Sumsel untuk menghentikan perdebatan politik. Tentu ada perbedaan pilihan pada Pilkada lalu, tapi itu bukan alasan memecah belah persaudaraan dan persatuan antarwarga.

“Terakhir kami berdua mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar kami tetap istikomah dan maju bersama,” tukasnya seraya mengajak warga yang berada di lokasi untuk salat dzuhur di Masjid Agung Palembang.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tujuh Anggota MPR PAW Dilantik

Jakarta, BP–Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO) menjelaskan, MPR sebagai  lembaga permusyawaratan, dan salah satu pelaksana kedaulatan rakyat mempunyai ...