Home / Headline / Akselerasi Kualitas Kepsek, Disdik Ganti Penataran Lewat Mengajar Diluar Negeri

Akselerasi Kualitas Kepsek, Disdik Ganti Penataran Lewat Mengajar Diluar Negeri //Tak Kuasai Bahasa Inggris, Siap Mundur//

(Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs H Widodo MPd)

Palembang, BP
Pola penataran bagi kepala sekolah dan guru belakangan ini dinilai membosankan dan tak berdampak signifikan. Apalagi bagi Sumsel yang terus menyelaraskan lulusan agar berkualitas Internasional.
Pola tersebut dianggap lamban dan tak mampu mendorong kepala sekolah dan guru mampu membuat mereka mengembangkan pola pikir maju seperti diluar negeri. Kondisi tersebut diperparah dengan, sebagian kepala sekolah dan guru tak mampu berbahasa Inggris.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs H Widodo MPd mengenai pola pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi kepala sekolah dan guru.
“Penataran sekarang kan, kita lihat kurang maksimal dan membosankan. Setelah selesai pulang kurang berdampak signifikan. Sementara kita ingin kualitas lulusan terbaik,”tegas Widodo.
Widodo menambahkan soal kemampuan berbahasa Inggris di era saat ini mau tak mau kepala sekolah dan guru harus menguasai minimal saat berbicara secara komunikatif. “Kepala Sekolah sekarang kebanyakan masih Plt dan Plh, makanya kita akan evaluasi,”jelasnya.
Widodo sendiri menyebutkan bahwa upaya peningkatan kualitas SDM tersebut, Disdik Sumsel berencana akan menginapkan guru dan Kepala SMA di Sumsel ke luar negeri.
“Selama ini pola peningkatan kualitas guru hanya dilakukan dengan pola penataran, pola seperti ini dinilai membosankan dan tidak interaktif. Kita berencana akan menaruh guru dan Kepsek semacam pola pertukaran mengajar ke luar negeri,” terangnya.
Dijelaskan, pola pertukaran tenaga pendidik yakni guru dan Kepala SMA di Sumsel ke luar negeri tersebut minimal akan dilakukan selama 6 bulan.
“Jadi, sifatnya change. guru dan Kepsek di Sumsel mengajar dan memahami pola pembelajaran di luar negeri, sebaliknya guru di luar negeri mengajar dan meningkatkan pola pembelajaran SMA di Sumsel,” terangnya.
Menurutnya, selama ini pola penataran yang dilakukan untuk upaya peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik masih cenderung belum maksimal.
“Ini tujuannya bukan mau sok-sok’an internasional, tapi berdasarkan studi sangat efektif untuk meningkatkan kualitas SDM yang juga nantinya berimbas ke kualitas peserta didik,” bebernya.
Widodo menambahkan, untuk pola pembiayaan saat ini pihak Dinas Pendidikan Sumsel sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Gubernur Sumsel.
“Saat ini masih tahap diskusi, yang jelas pola seperti ini dinilai lebih efektif untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan tentunya bisa lebih meningkatkan disiplin guru dan Kepala SMA di Sumsel,” tuturnya.
Lanjutnya, pihak Dinas Pendidikan Sumsel juga sudah melakukan koordinasi dengan beberapa SMA di luar negeri yakni diantaranya di China, Melbourne, dan Australia.
“Teknisnya nanti akan didiskusikan lagi bersama Kemendikbud dan Gubernur Sumsel,” pungkasnya. #sug
Baca:  Alex Noerdin Berharap Predikat Sumsel Daerah Zero Konflik Bisa Dipertahankan
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

KONI Evaluasi Anggaran Cabor di Pembubaran Panitia Porkot

Palembang, BP Ditengah minimnya anggaran Pekan Olahraga Kota (Porkot) ke X yang berlangsung pada bulan November 2018 lalu di Bumi ...