Home / Headline / Bhineka Tunggal Ika Alat Perekat Masyarakat Indonesia

Bhineka Tunggal Ika Alat Perekat Masyarakat Indonesia

Anggota MPR Abdul Kadir Karding

Jakarta, BP–Anggota MPR Abdul Kadir Karding menegaskan,  Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau,  suku dan bahasa, bisa menjadi potensi kekuatan dan bisa juga  tantangan bagi bangsa mengingat banyaknya  perbedaan etnis, suku, agama, ras dan   daerah.

“Untuk mengelola negara  dengan jumlah penduduk begitu besar, suku, etnis, budaya  dan agama yang  bukanlah  mudah. Tapi,  bersyukur kita memiliki pendiri bangsa ini yang  telah sepakat mendeklarasikan   sumpah pemuda , satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air. Dan diperkuat lagi dengan adanya UUD 45, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” kata Karding di ruangan wartawan DPR Jakarta, Jumat (28/9).  .

Baca:  Agustus 2016, MPR RI Gelar Tiga Agenda Besar

Begitu pula pada saat kemerdekaan  menyusun UUD,   salah satu prinsip dasar yang  menyebutkan persatuan Indonesia sebagai alat sekaligus tujuan bernegara. Dengan demikian  perbedaan yang dimiliki merupakan kekayaan serta kekuatan bukan ancaman.

Menurut Karding seiring perkembangan teknologi dan zaman, banyak tantangan yang dihadapi untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Arus budaya baru yang masuk melalui  media sosial,  youtube,  google, itu menggerus nilai-nilai budaya. “Akibatnya,  nilai kebersamaan berkurang,  kemudian nilai-nilai persaudaraan sudah menipis, orang mementingkan diri sendiri serta  budaya musayawarah mufakat mulai  dirtinggalkan,” tutur Sekjen PKB ini..

Baca:  Pembangunan Harus Dimulai dari SDM yang Berbudaya

Dia mengakui, jelang  Pilpres, hasil survei mengatakan lebih dari 40-50 % konten beredar di  medsos itu hoaxs. Kalau berita bohong secara terus menerus di jajaki, serta SARA  diulang terus menerus  akan menjadi kebenaran publik.

Jazuli Juwaini menandaskan,   jauh sebelum Indonesia merdeka, rakyat Indonesia telah melaksanakan persatuan dan kesatuan dalam bingkai  Bhinneka Tunggal Ika. Meski rakyat berbeda suku, budaya dan agama namun memiliki satu tujuan mengusir penjajah. “Perbedaan itu harus dijadikan keindahan dan  kebahagiaan. Sekalipun ada persoalan di tengah masyarakat namun masih dalam tahap wajar, karena pasangan suami istri aja bisa ribut,” jelas Ketua Fraksi PKS tersebut. #duk

Baca:  Anggota MPR Harus Paham Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kembali Ke Identitas  Budaya Kota  Palembang

Palembang, BP Pemerintah kota (Pemkot) Palembang dinilai membangun kebudayaan kota Palembang tanpa dasar dan konsep,  hal ini dipertanyakan sejumlah pihak ...