Home / Headline / Penanganan Banjir di Kota Palembang Harus Fokus

Penanganan Banjir di Kota Palembang Harus Fokus

BP/IST
Hardi

Palembang, BP

Banjir yang di terjadi di kota Palembang beberapa hari yang lalu nampaknya tidak pernah tuntas dibenahi oleh Pemerintah Kota Palembang, DPRD kota Palembang menuding, Pemkot Palembang tak pernah serius dalam mengatasi banjir di kota Palembang selama ini.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang, Hardi, mendesak pemerintah kota Palembang dan jajaran harus turun dan bongkar seluruh drainase di kota Palembang, kalau drainase ada yang mengecil dan menyempir harus diperlebar dan diperdalam dan harus dikerjakan secara fokus.

“ Harus dikerjakan secara fokus , jadi kalau dikerjakan, ya kerjakan sampai selesai, kalau tidak pernah memulai dan hanya mengerjakan sifatnya menambal-menambal , percayalah itu akan berakumulasi, lama-lama itu akan menjadi masalah yang besar dan itu besar negatipnya, kalau aku pribadi harusnya kita harus duduk bersama dicari titik akar permasalahannya , “ katanya, Minggu (23/9).

Dia berharap Pemkot Palembang dan jajaran harusnya berkerja bahu membahu dalam mengatasi banjir di kota Palembang, dicari sumber kebanjirannya dimana, atau titik akar permasalahan dimana.

“Kalau sungainya penuh perlu pompanisasi untuk mengalirkan ke sungai yang lebih besar, nah, kalau drainasenya yang menyempit ya? bongkarlah dan itu terjadi di titik-titik pusat atau sentral bisnis kota palembang , itu rata-rata penduduknya tidak tinggal di sana, tolong dipahami, itu, mereka rata rata datang disana untuk bisnis lalu pulang, mereka tidak merasa banjir , dan baru merasa banjir kalau barangnya kena air pasti rusak,” kata Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kota Palembang

Baca:  Tunda Pelantikan Gubernur Dan Wakil Gubernur Sumsel Terpilih

Dia menuntut janji Pemkot Palembang yang membangun kolam retensi terbesar di kawasan Sekip. “ Realisasikanlah, kalau ada masalah pihak eksekutif membangunnya , konsultasikan lagi dengan kami , apa yang bisa kami bantu, segera cari solusi, karena banjir ini selalu terus menerus terjadi, jika setengah jam hujan, orang mulai trauma, orang mulai was-was , banjir, banjir, banjir, mau sampai kapan ini kita biarkan ini terjadi ,” katanya.

Dia juga melihat ada sejumlah lokasi rawa-rawa yang harusnya tidak boleh di timbun tapi ditimbun ,” Rawa-rawa itu ada resapan airnya berapa persen, kita, kita jujur , itu kadang tidak diperhatikan, kadang ada yang membangun komplek perumahan, komplek pertokoan, ruko dan perkantoran, kadang –kadang yang harusnya di conblok di cor habis, itu harusnya di cabut izinnya , karena tidak sesuai peruntukan, misalnya ,” katanya.

Baca:  Pemkot Dinilai Tak Paham Aturan

Akan lebih baik kedepan Pemkot Palembang jika ada usulan masyarakat jalan itu jangan bentuk coran lagi tapi conblok lagi tapi jika hujan bisa meresap.

“ Tehnologi sudah canggih lho tinggal pemerintah mau kreatif mencari solusi saja,” katanya.

Sebelumnya Pemkot Palembang melakukan normalisasi aliran aliran dan sungai di beberapa kelurahan untuk meminta banjir saat musim hujan.

Wali Kota Palembang mengatakan, normalisasi sungai ini disebut sebagai solusi paling tepat untuk banjir, karena bangunan kota yang 65 persen merupakan tanah rawa.

“Pemkot terus membersihkan sungai dan menggugah kesadaran warga untuk menjaga lingkungan sejak musim kemarau tahun ini, seperti halnya warga yang bermukim di dekat sungai masih kurang peduli, sehingga masih perlu dilakukan untuk menggerakan,” katanya.

Ia mengemukakan, saat ini sejumlah anak Sungai Musi mendangkal karena endapan tanah dan tumpukan sampah warga menjadi salah satu penyebab banjir di saat musim hujan. Bahkan, beberapa anak sungai di Kota Palembang tergolong parah karena banyak yang sudah menyempit diameternya.

Baca:  Siska Marleni : Komite IV DPD RI Perjuangkan Pajak P3 Agar Dikelola Daerah

“Dari 100 anak sungai di Palembang, saat ini hanya 60 anak sungai. Banyak yang menyempit dan mendangkal, seperti Sungai Buah di kawasan Pusri sebelumnya berkedalaman 3 meter, sekarang hanya 1,5 meter karena ada sedimentasi (endapan) dari sampah,” katanya.

Selain Sungai Buah, beberapa anak sungai lain juga seperti, Sungai Bendung, Sungai Sekanak dan Sungai Aur.

“Kesadaran warga untuk buang sampah pada tempatnya terbilang masih kurang. Sungai dianggap sebagai sampah besar, jadi siapa pun bisa mengisi sampah di sana, inilah uangnya,” katanya.

Kondisi ini semakin diperparah dengan kurangnya SDM Pemkot Palembang untuk mengangkut sampah di sungai.

Untuk itu, pemkot juga menggerakan komunitas lingkungan yang tergabung dalam komunitas masyarakat sungai di beberapa lokasi aliran sungai.

“Terkait anak sungai ini, Pemkot Palembang menggulirkan kembali gerakan peduli sungai yang dilakukan setiap akhir pekan,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pilpres, PBB Masih Netral, PAN-Hanura Solid Dukung 1 dan 2

Palembang, BP Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Palembang, Chandra Darmawan mengaku, hingga saat ini, PBB belum tentukan arah ...