Home / Headline / Pertahankan WTP, Menkeu Apresiasi MPR Kotak Masuk

Pertahankan WTP, Menkeu Apresiasi MPR Kotak Masuk

Jakarta, BP–Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono menerima plakat penghargaan dari Menkeu Sri Mulyani pada  acara Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah di, Jakarta, Kamis (20/9). MPR mendapat apresiasi dari pemerintah karena kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan kinerja  lima tahun berturut-turut.

“Bagi MPR penghargaan itu tidak hanya menjadi kebanggaan tetapi bagian dari capaian  akuntabikutas kinerja. WTP adalah penilaian tertinggi atas laporan keuangan kementerian/lembaga negara menyangkut pengelolaan anggaran berbasis akuntabilitas dan transparansi. Selama lebih dari lima tahun itulah BPK memberi penilaian kepada MPR predikat WTP berturut-turut sehingga Menteri Keuangan memberikan apresiasi,” kata Ma’ruf usai menerima plakat.

Menurut Ma’ruf, WTPi menjadi tolok ukur   bekerjanya sistem birokrasi di MPR khususnya dalam pengelolaan anggaran yang semakin baik. Ini selaras dengan reformasi birokrasi yang sedang berjalan di MPR. Salah satu area reformasi birokrasi adalah pengelolaan anggaran yang berorientasi pada akuntabilitas dan efektivitas pengawasan. “Jadi ini akan menunjang nilai reformasi birokrasi di MPR,” tuturnya.
Dia  menambahkan, , pengelolaan anggaran yang baik telah menghasilkan kinerja dalam bentuk produktivitas kerja seperti ditunjukkan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata laksana, pelayanan publik, dan  regulasi. “Sehingga WTP  benar-benar terasa dalam birokrasi. “Kita ingin WTP  memberi dampak pada hasil kerja sehingga memiliki nilai manfaat dan sumbangsih terhadap pembangunan, setidaknya dalam pelaksanaan tugas-tugas konstitusional MPR,” jelas Ma’ruf.
Capaian WTP lebih dari lima kali berturut-turut, lanjut Ma’ruf, harus  dipertahankan. Jauh lebih penting  capaian WTP menghasilkan feedback untuk perbaikan ke depan. Sebab, WTP bukanlah satu proses yang selesai, tetapi menjadi instrumen untuk pengelolaan anggaran  lebih ideal lagi sesuai kebutuhan. Seluruh mata rantai pengelolaan anggaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengawasan di MPR berujung pada penilaian WTP. “Setelah mendapat WTP perlu  feedback bagi perbaikan ke depan. Oleh karena itu, WTP sesunghuhnya awal bagi pengelolaan anggaran yang lebih ideal,” ucapnya.
Karena itu katanya, capaian ini tidak hanya berhenti pada  pengelolaan keuangan secara tertib administrasi, tidak ada penyimpangan dan pemborosan, tapi dalam konteks reformasi birokrasi, dapat memaksimalkan layanan lebih berkualitas, yaitu layanan teknis, administrasi, dan keahlian. Ke depan, pengelolaan anggaran MPR yang baik berkorelasi terhadap peningkatan kualitas di ketiga layanan itu.
Jika semua berjalan bagus, sambung Ma’ruf, MPR memiliki kinerja pelaksanaan wewenang dan tugas  semakin baik dengan dukungan Sekretariat Jenderal MPR yang sedang menggiatkan reformasi birokrasi agar sesuai dengan kebutuhan ketiga layanan itu. Dengan pencapaian WTP lebih dari lima kali berturut-turut, birokrasi di MPR juga bekerja dan berkinerja semakin efektif dengan SDM yang berkualitas dan sejahtera. Pada gilirannya hasil WTP  menjadi upaya menciptakan budaya kerja  bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, serta efisien, efektif, produktif, dan tertib administrasi,menuju  pemerintahan yang baik. #duk
Baca:  MPR Akan Lahirkan Haluan Negara
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pilpres, PBB Masih Netral, PAN-Hanura Solid Dukung 1 dan 2

Palembang, BP Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Palembang, Chandra Darmawan mengaku, hingga saat ini, PBB belum tentukan arah ...