Home / Headline / Wong Palembang Naik Haji 1884

Wong Palembang Naik Haji 1884

KEWAJIBAN menunaikan ibadah Haji bagi setiap kaum muslimin merupakan Rukun Islam yg ke-5. Perjalanan haji dimasa lalu sangatlah sulit dan berbahaya, tidak seperti zaman modern sekarang ini yg perjalanannya hanya ditempuh dalam beberapa jam saja.
Pengamat sejarah kota Palembang Kms. H.Andi Syarifuddin mengatakan, sebelum tahun 1854, transportasi waktu itu masih menggunakan kapal layar dan perjalanan ke tanah suci ditempuh dalam tempo waktu lama sekitar 6 bulan, yang sangat tergantung kepada musim.
“Itupun terlebih dahulu transit via Singapura. Sesudah tahun 1855 barulah diganti dengan kapal uap, dan pelayarannya kala itu ditempuh sekitar 3 bulan lamanya, terutama lebih mudah setelah dibukanya terusan Suez (1869),” katanya, Rabu (19/9).
Menurutnya, jumlah jema’ah Haji Palembang dalam tahun 1884 menurut data kolinial Verslag, terdaftar sekitar 364 jema’ah, dan setiap tahun jumlahnya semakin meningkat.
“Di Tanah Suci Makkah-Madinah, biasanya jema’ah akan dilayani oleh seorang Syekh Haji yg bertugas khusus membimbing manasik haji atau umrah, badal, dan sebagainya,” katanya.
Selain itu, ulama Palembang/Nusantara yang berprofesi menjabat sebagai agen Syekh haji waktu itu cukup banyak, diantaranya: Syekh Muhamnad Azhary, Syekh Mgs. H.Mahmud, Syekh Nawawi Lampung, Syekh Zen, Syekh Sayid Khalil Afandi dan lain-lain.
“Salah satu dokumen penting yang harus dipersiapkan oleh calon jema’ah haji sejak zaman itu antara lain ialah “Surat Pas Jalan” (Paspor Haji) yang resmi ditanda tangani oleh Konsul Belanda di Jeddah, dan surat “Keterangan Sudah Haji” setelah pulang ke kampung halaman yg dikeluarkan oleh Kepenghuluan Palembang,” katanya. #osk

Baca:  Wakil Ketua Dan Tiga Anggota DPRD Provinsi Sumsel PAW Resmi Di Lantik

Berikut ini translit contoh naskah arsip surat Keterangan Sudah Haji th 1884:

KETERANGAN SUDAH HAJI
“Paduka Pangeran Penghulu Nata Agama Qadhi asy-Syar’i di Palembang dan dua Khatib Penghulu yang bertanda tangan dibawah ini sudah periksa kepada: anak kecil nama Usman di kampung 26 ilir Palembang. Dia mengaku sudah pergi haji di negeri Makkah dan ziarah di Madinah serta unjukkan surat Pas nya dari Palembang tanggal 1 Mei 1884 nomor 19. Dilihat telah di tikin serta capnya tuan Konsul di Jeddah, jadi betul dia punya pengakuan dan terang kepada Syekh Zen di Makkah dan Madinah. “

Baca:  Lanud SMH Lestarikan Batik Warisan Budaya

Palembang, kepada 25 Nopember 1884
Cap stempel
Pangeran Penghulu Nata Agama Hamim

-Khatib Penghulu Muhammad
-Khatib Penghulu H.Ahmad

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jalan Masuk Komplek Liverpool II Rusak dan Berlubang

    Palembang, BP . Kondisi jalan poros atau jalan masuk menuju Komplek Perumahan Liverpool II yang terletak di Jalan ...