Home / Pemerintahan / 502 Polisi Ikut Apel PAM Pemilu

502 Polisi Ikut Apel PAM Pemilu

502 Polisi Ikut Apel PAM Pemilu
Sekayu, BP

Mengantisipasi timbulnya potensi gangguan keamanan pada Pilpres dan Pileg 2019 ratusan anggota polisi diapelkan. Pemilihan Presiden dan Pemilu legislatif yang dilaksnakan bersamaan membutuhkan penanganan ekstra.
“Kita memprediksi, kompetisi dalam rangka kontestasi ini akan terjadi. Dimulai dari tingkat nasional dan dapil di daerah masing-masing. Bahkan di daerah tertentu kompetisi di satu partai pun ada karena nomor urut. Oleh karena itu kerawanannya selain nasional, ada di daerah dapil masing-masing,” kata Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM, di Lapangan Gelanggang Remaja, Rabu (19/9).

Pihaknya menggelar apel Operasi Mantap Brata 2019 menandai masa kerja petugas PAM selama 397 hari mulai dari 20 September 2018 sampai dengan Oktober 2019.

“Operasi Mantap Brata ini, waktunya cukup panjang. Sehingga dukungan jumlah personel yang memadai kita siap melaksanakan pengamanan, sehingga rasa aman tercipta,” jelasnya.

Untuk jumlah personil kepolisian, disebutkan mantan kapolres Prabumulih ini, sebanyak 502 personil Polres muba,dimana ini akan disiapkan terkait beberapa tahapan pemilihan preaiden dan pileg,
“Jadi untuk pe tps akan ditempatkan satu anggota satu TPS, nanti tergantung rawan atau tidak ,diketahui ada penambahan tps dari 1464 ke1846, jadi nambah 300, untuk daerah rawan dilihat dari geografis, dari jarak tempuh ,darat,air,” paparnya
Dijelaskan Andes bahwa Polri dan TNI sebagai instansi unik yakni tidak memiliki hak pilih haruslah menjadi motor dalam mendinginkan situasi panas selama Pemilu 2019. TNI-Polri menjaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) agar dapat menjalankan tugasnya dengan lancar.
“Kita juga perlu mendekati para kontestan baik Pileg, Pilpres, partai pendukung, massa pendukung, agar pelaksanaan semua positif, kampanye positif, dan tidak memprovokasi pihak lain karena adanya perbedaan kepentingan, dan sesuai dengan Instruksi Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian,” terangnya.

Dandim 0401/Muba letkol Czi Muluadi, S.IP menambahkan, TNI-Polri mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat Indonesia. Untuk itu, jangan sampai lengah dalam mengamankan berbagai kegiatan.

“Kita mampu mengamankan kegiatan mudik balik 2018, dilanjut pengamanan Pilkada serentak. Semua berjalan lancar. Kemudian Asian Games 2018 dilaksanakan aman dan mendapat apresiasi dari seluruh negara Asian Games. Kita dituntut saat ini juga, pengamanan Natal, Tahun Baru dan Pemilu 2019,” ujarnya.
Sinergitas TNI Polri sangat dibutuhkan dalam pengamanan Pemilu 2019. TNI menyiapkan pasukan sesuai permintaan Polri dan menyerahkan pengelolaan sepenuhnya kepada pihak kepolisian polri.

“Mari kita laksanakan amanah rakyat ini dalam rangka pengamanan penyelenggaraan Pemilu 2019,” ajaknya. /Arf

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Harga Kopra Jeblok, Senator Malut Minta Pemerintah Turun Tangan

Jakarta, BP–Harga kopra di Maluku Utara (Malut) jeblok sejak enam bulan terakhir. Semula Rp10.000 kini hanya dihargai Rp3.200 per kilo. ...