Home / Bisnis / BI Ingatkan Perbankan Selektif Sortir Uang Tak Layak Edar

BI Ingatkan Perbankan Selektif Sortir Uang Tak Layak Edar

Palembang, BP

Kantor Bank Indonesia (BI) wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) meminta kepada perbankan di Sumsel agar lebih selektif menyortir atau menyeleksi uang yang tidak layak edar atau rusak. Sebab, masih ditemukan kondisi uang yang tidak layak edar di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Dari BI itu uang kartal itu sudah disortir, ketika menyalurkan perbankan juga harus selektif,” Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel), Hari Widodo, Senin (17/9).

Dia mengatakan, meskipun uang tersebut masih bisa ditukar oleh nasabah ke bank-nya langsung tetapi lebih baik jika perbankan lebih selektif. Ini juga, katanya, untuk meningkatkan dan menjaga citra baik bank itu sendiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Uang yang tidak layak edar seperti sudah lusuh atau sobek memang bisa ditukar langsung ke BI atau ke bank terdekat. Pada akhirnya, nanti diganti dengan jumlah nominal yang sama dari BI. Tetapi akan lebih baik  jika bank lebih selektif, apalagi jika akan disalurkan kembali ke masyarakat melalui ATM, ” ujarnya.

Berdasar pasal 20 UU No 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia  (BI) sebagaimana diubah terakhir dengan UU No 6 Tahun 2009 yang memberikan mandat bagi BI untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang dimaksud dari peredaran.

Dalam rangka menjaga kualitas uang beredar di masyarakat, Bank Indonesia menerapkan kebijakan untuk mengganti atau menukar uang tidak layak edar dengan uang yang layak edar. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga uang Rupiah yang beredar berada dalam kualitas yang baik sehingga mudah dikenali ciri-ciri keasliannya.

Uang tidak layak edar, sebutnya, meliputi uang lusuh, uang cacat, uang rusak, dan uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran. Dia mengatakan bila uang rusak dapat dikenali ciri-ciri keasliannya serta memenuhi kriteria penggantian uang rusak, bank wajib menukar uang rusak tersebut dengan uang layak edar.

“Untuk penukaran yang lusuh atau uang cacat maka Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang lusuh atau uang cacat sepanjang dapat dikenali keasliannya,” ungkapnya.

Hari mengingatkan, agar tidak ada lagi laporan akan uang rusak atau lusuh yang beredar di ATM. Sehingga, masyarakat tidak dipusingkan lagi untuk menukar uang, apalagi jika transaksi dilakukan pada hari libur perbankan.#ren

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

BNI Pastikan Keamanan Dana Nasabah

  Palembang, BP PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk Kantor Wilayah Palembang memastikan tidak ada kerugian nasabah dan pihaknya telah menyelesaikan ...