Home / Headline / Tak Mau Dibubarkan Jangan Gelar Pesta Malam

Tak Mau Dibubarkan Jangan Gelar Pesta Malam

Masih membandel, petugas membbarkan pesta.

Sekayu, BP–Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) telah memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) No 2 tahun 2018 tentang pesta rakyat, sejak 1 Juli lalu. Sejak itupun sosialisasi lantas dimaksimalkan. Bahkan kerja sama dengan pihak aparat penegak hukum (APH) sudah diteken Rabu pekan lalu. Sayangnya, masih ada saja warga yang tak mengubris Perda ini.

Warga masih menggelar pesta rakyat dengan musik remix di malam hari meski dalam Perda sudah diatur pelaksanaan pesta rakyat harus bubar pukul 17.00 WIB.

Dari catatan petugas baik Sat Pol PP, Polsek serta Kecamatan menyebutkan mereka telah puluhan kali turun ke lapangan dan  membubarkan pesta rakyat. Yang teranyar adalah kejadian pesta di Desa Teladan Kecamatan Sekayu. Petugas terpaksa membubarkan hajatan warga yang nekad menggelar pesta rakyat di malam hari.

Baca:  Kini Warga Muba Punya Bunda Baca

Tak hanya di Desa Teladan, petugas juga menghentikan pesta rakyat di Kecamatan Babat Supat, Babat Toman, Sungai Keruh, Sanga Desa serta lainnya.

“Kita minta tuan rumah bubarkan pesta yang ada,” kata Devi Noprianti,  Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Kabupaten Muba, Senin, (17/9/2018).

Menurut Devi, pihaknya tak selalu mulus menutup pesta di malam hari. ‘Kadang harus bersitegang dengan tuan rumah. Pembubaran pesta rakyat kita lakukan seefektif mungkin,” tambah dia.

Baca:  Meski Berat, Warga Babat Toman Dukung Dodi Gubernur

Kasat Pol PP Kabupaten Muba, Jonni Martohonan, mengakui sejumlah kendala penertiban pesta malam. Antara lain, kata dia, luasan wilayah Muba yang besar sedangkan lokasi pesta kerap digelar jauh dari  pusat desa.

“ Terlebih anggota Pol PP sangatlah terbatas,” ungkapnya.

Sebelumnya pada Rabu, (12/92018), lalu Bupati Muba H Alex Noerdin di depan warga pengunjuk rasa Perda Pesta Malam telah menegaskan tidak melarang pesta kecuali mengatur waktu yang pas.

“Pesta tidak dilarang. Pesta hanya diatur waktunya dengan Perda yakni tidak digelar pada malam hari. Saya setuju jika menyangkut seni, budaya dan tradisi untuk dipertimbangkan. Penyusunan Perda mempertimbangkan aspek yuridis formal dan aspek sosial. Semua dikaji. Kita tak ingin jika pesta malam digelar lantas memicu menjamurnya penggunaan narkoba apalagi menjadi sarang prostitusi. Kita lindungi masyarakat kita, generasi kita dari bahaya narkoba,” tegas Dodi.

Baca:  'Kami Memang Muda, Tapi Kami Bukan Anak Kemarin Sore'

Himbauan serupa dilakukan Dodi kepada para camat yang baru dilantik pada Jumat lalu untuk aktif mengawasi jalannya Perda.

“Kepada camat yang baru dilantik, awasi, tertibkan dan lakukan sosialisasi Perda Pesta Malam,” tegas orang nomor satu di Muba ini.#arf

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jalan Masuk Komplek Liverpool II Rusak dan Berlubang

    Palembang, BP . Kondisi jalan poros atau jalan masuk menuju Komplek Perumahan Liverpool II yang terletak di Jalan ...