Home / Headline / Polisi Grebek Pabrik Minyak Ilegal

Polisi Grebek Pabrik Minyak Ilegal

Sebuah kapal tanker yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM ilegal. BP/HAFIDZ TRIJATNIKA

Palembang, BP–Subdit IV/Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel menggerebek lokasi pengolahan bahan bakar minyak (BBM) ilegal.

      Dari penggerebekan diduga tempat pengolahan BBM ilegal milik PT Karimata Energi Persada di Jalan Lettu Karim Kadir, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus itu polisi mengamankan lima pegawai dan 10 ton BBM jenis solar, Sabtu (15/9).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggerebekan bermula saat tim pengumpulan bahan-bahan keterangan Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) melakukan pengawasan dengan menyisir Sungai Musi.

Pada pukul 14.00, tim Komite BPH Migas menemukan kapal tanker SPOB Muchtar Forest 01 Samarinda berkapasitas 150 ton bersandar di dermaga semipermanen milik PT Karimata Energi Persada.

Kemudian tim melakukan pengecekan di gudang seluas kurang lebih seperempat hektar itu dan dari hasil pemeriksaan, para pegawai perusahaan tersebut tidak bisa menunjukkan izin operasional penyimpanan dan pengolahan BBM.

Di dalam kapal terdapat 10 ton BBM jenis solar dan tim juga menemukan empat tangki besi yang diduga merupakan alat pengolahan minyak dan selanjutnya melaporkan temuan itu dengan mendatangi Polda Sumsel.

Namun saat penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel bersama tim Komite BPH Migas tiba di tempat kejadian pukul 16.30 pada hari yang sama, empat tangki yang diduga alat pengolahan tersebut hilang.

Di lokasi tersebut penyidik hanya menemukan 10 ton BBM jenis solar yang ditimbun di kapal tanker tanpa izin resmi. Serta mengamankan enam pegawai perusahaan serta menyegel lokasi dengan memasang garis polisi.

Dari penggerebekan tersebut, enam orang yang diamankan yakni Roni Saluyu selaku Mualim Kapal, P Ari Widiyarko dan Taufikurahman yang merupakan juru mudi, M Agus Salim ABK mesin, Rudi Hermawan sebagai koki dan Heriyanto, staf operasional PT Karimata Energi Persada.

Para pegawai tersebut enggan berbicara banyak saat polisi melakukan pemeriksaan. Kata tidak tahu menjadi andalan mereka tiap ditanya penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Roni mengaku dirinya hanya ABK yang menjalankan perintah bos mereka dan hanya mengoperasikan kapal. “Kami hanya tahu tiap beberapa hari sekali ada mobil tangki datang memasok minyak ke kapal. Biasanya tiap masuk 10 ton. Setelahnya nanti dijual lagi, tidak tahu kepada siapa,” ujarnya.

Dirinya mengaku tidak mengetahui berapa harga jual bahan bakar minyak yang mereka pasok ke setiap truk tangki yang datang untuk mengambil minyak.

“Kapal ini hanya menampung. Dari Pertamina bawa minyak, di simpan di kapal. Nanti ada konsumen yang ambil minyak dari kapal. Tidak diolah dulu,” kilahnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan penggerebekan tersebut. Dari barang bukti yang didapat sementara, perusahaan tak memiliki izin distribusi maupun operasional penyaluran BBM.

Dari keterangan yang diperoleh penyidik, perusahaan tersebut bergerak dalam distribusi BBM nonsubsidi yang dari PT Petronas Niaga Indonesia, PT Mahkota Mas, serta PT Patra Niaga.

“Hasil penyelidikan, ada barang bukti yang hilang, yakni empat tangki yang diduga adalah alat pengolahan minyak. Masih kami selidiki dan kami kejar pemilik perusahaannya, atas nama Jonathan King,” tandasnya.

Zulkarnain berujar, para pegawai dan ABK kapal yang diamankan enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai operasional perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan mengejar pemilik perusahaannya. “Keterangan para ABK dan staf operasionalnya berubah-ubah, ada yang mereka sembunyi kan. Kuat dugaan mereka melakukan pengolahan minyak ilegal,” jelas Kapolda.

Serta dari pemeriksaan saksi, alat bukti dan analisa dokumen sementara, menurutnya, PT Karimata Energi Persada diduga menyalahgunakan Surat Keterangan Penyalur (SKP) dengan melakukan kegiatan niaga di luar SKP.

Sementara itu terkait barang bukti yang hilang, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Zulkarnain mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami akan mencari pemilik perusahaan guna dimintai keterangan. Kami pun akan memintai keterangan BPH Migas terkait kegiatan Pulbaket yang mereka lakukan,” tandasnya.

Di lain pihak, Komite BPH Migas RI Ahmad Rizal, mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan kegiatan hilir migas dengan menyisir perairan Sungai Musi.

“Kami datang dan pihak perusahaan tidak bisa menunjukkan izin operasional. Kami pun menghubungi Polda Sumsel karena adanya dugaan tindak pidana. Kami akan bekerja sama dengan Polda Sumsel hingga penyelidikan selesai,” imbuhnya. #idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Keberadaan Lampu Merah Depan Kantor Pos Besar Di Tinjau Ulang

Palembang, BP Anggota Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel)  Elianuddin HB mendesak kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah kota Palembang ...