Home / Headline / Jangan Lupakan Sejarah Daerah Sendiri

Jangan Lupakan Sejarah Daerah Sendiri

BP/IST
Suasana sarasehan dan temu wicara sejarah di aula SMAN 1 Pagaralam, Senin (10/9)

Palembang, BP

Musyawarah Guru-guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) , mendorong guru SMA untuk mencatat sejarah lokal sehingga para siswa tidak lupa dengan sejarah di daerahnya sendiri.

Ketua MGMP Sejarah Provinsi Sumsel, Merry Hebraeni SPd MM mengatakan, pemuatan sejarah di mata pelajaran Sejarah di SMA sangat dimungkinkan.

Hal ini menurutnya, karena kurikulum 2013 (K-13) telah membuka dengan sejuta jam belajar sejarah.

“Jam belajar sejarah itu di SMA enam jam. Dua jam yang bisa digunakan khusus untuk sejarah lokal. Jadi tidak melulu sejarah nasional terus, ” kata Merry, Kamis (13/9).

Baca:  Gubernur Sumsel Dan Walikota Palembang Harus Bangkitkan Nilai-Nilai Sejarah Dalam Pembangunan

Para guru sejarah SMA juga tidak perlu khawatir terbentur dengan bahan ajar.

Karena kata Merry, silabus mata Pelajaran sejarah di K-13 sudah membuka diri untuk mengembangkan lebih lanjut menjadi bahan ajar. Caranya melibatkannya, dengan menggelar diskusi bersama guru yang tergabung dalam MGMP. “Guru sejarah juga bisa melakukan penelitian lalu membuat buku. Libatkan siswa. Ini nanti bisa jadi bahan ajar yang bagus, ” kata guru SMAN 10 Palembang ini.

Dengan masuknya sejarah lokal, Selamat optimis para siswa akan bertambah ilmunya. Selain sejarah nasional, para siswa juga bisa memahami sejarah lokalnya. Dengan demikian sejarah lokal tak bisa dicetak oleh generasi penerus bangsa. Ia sangat ingin siswa akan senang dengan sejarah lokal. “Saya suka saat para siswa begitu antusias melihat sejarah lokal Besemah. Ini merupakan ciri yang mereka tertarik, ”tambahnya.

Baca:  Jadi Anggota DPD RI, Pengurus Parpol Harus Mundur

“Perlu dicatat. Fondasi sejarah nasional itu adalah sejarah lokal, ” kata Kms Ari Pandjie, dosen sejarah UIN Raden Fatah Palembang yang turut jadi panitia di dalam kegiatan ini.

Sedangkan Vebri Al-Lintani, Ketua Dewan Kesenian Palembang menilai pemuatan sejarah di sekolah perlu dilakukan. “Harus didorong dari sekarang. Salahsatunya dengan kegiatan semacam ini (sarasehan), ” kata Budayawan Sumsel ini.

Merry mengakui pemuatan sejarah lokal dalam mata Pelajaran sejarah di SMA tidak cukup hanya dimulai dari kalangan guru. Ia menyebutkan langkah ini perlu didukung semua pihak. “Seperti kepala sekolah, Pemda, budayawan dan sejarawan mesti bersatu,” ujarnya.

Baca:  Anggaran Ganti Rugi Pembebasan Lahan Musi IV dan VI Disahkan

Dalam sarasehan dan temu wicara sejarah di aula SMAN 1 Pagaralam, Senin (10/9) lalu menurutnya, MGMP juga menghadirkan seperti tokoh Besemah seperti Satarudin Tjik Olah, seniman Besemah, Arman Idris, Vebri Al-Lintani dan banyak yang lain. Selamat datang para pihak ini bisa memberikan masukan kepada para guru sejarah.

Sedangkan Vebri mengatakan, bahwa sejarah Besemah di Pagaralam sangat luar biasa. Toh, katanya, jika ada perbedaan, itu adalah tugas generasi penerus untuk melakukan pencarian lebih lanjut.

Sarasehan dan temu wicara sendiri merupakan bagian dari kegiatan lawatan sastra yang digelar MGMP Sejarah Sumsel di Pagaralam. Setelah sarasehen ini MGMP Sejarah Sumsel melaksanakan kunjungan ke pelbagai destinasi wisata di Pagaralam. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Keberadaan Lampu Merah Depan Kantor Pos Besar Di Tinjau Ulang

Palembang, BP Anggota Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel)  Elianuddin HB mendesak kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah kota Palembang ...