Home / SFC / Tim Advokasi Ikut Pertanyakan Pembagian Kepemilikan Saham SFC

Tim Advokasi Ikut Pertanyakan Pembagian Kepemilikan Saham SFC

Palembang, BP

Sebanyak 25 advokat yang mengatasnamakan Tim Advokasi Masyarakat Sumsel Peduli Sriwijaya FC mempertanyakan status kepemilikan Laskar Wong Kito.

Tim advokasi ini ingin mendengar langsung kejelasan dari pemilik saham tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini.

“Selama ini kita selalu mendengar jika SFC milik Pemprov. Lalu muncul pernyataan bahwa SFC sekarang milik PT SOM,” ujar Ketua Tim Advokasi, Muhammad Arif Gunawan pada press conference di Rumah Tamu Cafe and Resto Palembang, Rabu (12/9).

Sejak diambil alih Pemprov Sumsel dari Persijatim Solo FC tahun 2004 silam, publik mengetahui bahwa pembeliannya menggunakan dana APBD sebesar Rp6 miliar yang artinya klub ini milik masyarakat Sumsel.

“Nah, kita tahu setelah menjadi PT SOM tahun 2008, apa saat pembelian sebesar Rp6 miliar itu diberikan begitu saja, dihibahkan atau bagaimana. Kalau proses secara benar sesuai hukum kami tidak masalah,” tuturnya.

Arif pun menyebut, jika saat ini saham Pemprov melalui Yayasan Yayasan Sekolah Sepak Bola sebesar 58 persen. Namun sayangnya, saat awak media mempertanyakan kepemilikan saham 42 persen lainnya, tim Advokasi Masyarakat Sumsel Peduli Sriwijaya FC masih belum mengetahuinya datanya, sehingga besaran saham 58 persen milik Pemprov pun kembali menjadi tanda tanya kevalitan.

“Siapa yang mempunyai saham 42 persen lainnya kita tidak tahu,” ucapnya.

Pihaknya juga mendorong gubernur terpilih bersama DPRD Sumsel membuat Perda menjadikan SFC sebagai BUMD karena kepemilikan saham lebih besar. Selain itu, Tim Advokasi akan menemui DPRD Sumsel menanyakan persoalan ini karena bagaimanapun juga ada dana yang dikeluarkan oleh Pemprov Sumsel setidaknya waktu pembelian klub ini yang masih bernama Persijatim Solo FC.

“Alasan kami mendorong pembentukan BUMD agar jangan sampai SFC mengganggu APBD. Sebab kalau BUMD malah menghasilkan. Selain untuk promosi Sumsel, dengan BUMD akan lebih jelas pemasukan dan pengeluaran,” tukas Arif.

Seperti diketahui, sebelumnya Komisaris PT SOM Muddai Madang menjelaskan, jika pemilik saham saat ini adalah dirinya, Yayasan Sekolah Sepakbola, Baryadi dan Bakti Setiawan. Untuk besaran saham memang sampai sejauh ini tidak diketahui secara rinci.

Sejak dibeli tahun 2004 oleh Pemprov, pemerintah daerah memang tetap bisa memberikan suntikan dana segar dari APBD lewat Yayasan Sekolah Sepakbola. Lantaran tampil di Liga Champion tahun 2008, dimana SFC harus berbentuk perusahaan di tambah lagi ada peraturan menteri dalam negeri yang tidak memperbolehkan suntikan APBD di tim profesional (SFC), pemprov sudah tidak bisa lagi memberikan dana penyertaan modal. Kendati demikian, sebagai penghormatan Yayasan Sekolah Sepakbola masih masuk dalam kepemilikan saham, bersama Muddai, Baryadi dan Bakti Setiawan. #zal

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Coach Rahmad Darmawan Tinggalkan Sriwijaya FC

Palembang, BP–Kabar mengejutkan kembali datang dari tubuh Sriwijaya FC. Rumor mundurnya Pelatih Rahmad Darmawan berkembang sejak Kamis (26/7) pagi. Informasi ...