Home / Headline / Sekretaris DPD Partai Hanura Sumsel Akui Ada Persoalan Dalam Dukungan Paslon Yang Diusung Hanura

Sekretaris DPD Partai Hanura Sumsel Akui Ada Persoalan Dalam Dukungan Paslon Yang Diusung Hanura


BP/DUDY OSKANDAR
Suasana sidang lanjutan gugatan perkara nomor 39/G/2018/PTUN.PLG yang diajukan Penggiat demokrasi RM Ishak Badaruddin SM.HK melalui tim advokasinya yakni dari kantor hukum Alamsyah Hanafiah SH MH dan rekan serta dari kantor hukum Herman Hamzah SH dan rekan terdiri Herman Hamzah SH, Kgs Bahori SHI, Anwar Sadad SH dan Neko Ferlyno SH CPL di gelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang, Rabu (12/9).

Palembang, BP

Sidang lanjutan gugatan perkara nomor 39/G/2018/PTUN.PLG yang diajukan Penggiat demokrasi RM Ishak Badaruddin SM.HK melalui tim advokasinya yakni dari kantor hukum Alamsyah Hanafiah SH MH dan rekan serta dari kantor hukum Herman Hamzah SH dan rekan terdiri Herman Hamzah SH, Kgs Bahori SHI, Anwar Sadad SH dan Neko Ferlyno SH CPL di gelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang, Senin (12/9) .
Dalam persidangan tersebut, penggiat demokrasi RM Ishak Badaruddin SM.HK melalui tim advokasinya yakni dari kantor hukum Alamsyah Hanafiah SH MH dan Partner serta dari kantor hukum Herman Hamzah SH dan rekan terdiri Herman Hamzah SH, Kgs Bahori SHI, Anwar Sadad SH dan Neko Ferlyno SH CPL melawan KPU Sumsel dengan obyek gugatan Keputusan KPU Sumsel Nomor :1/PL.03.3-Kpt/16/prov/II/2018 tentang penetapan paslon peserta Pilgub dan Wakil Gubernur Sumsel 2018, khususnya pasangan nomor urut 1 Herman Deru dan Mawardi Yahya pada 12 Februari 2018.
Majelis hakim di pimpin Firdaus Muslim SH dan anggota Sahibur Rasyid SH MH dan Rahmadi SH dengan panitera Rina Zaleha
Dalam sidang tersebut, hadir tergugat 1 (KPU Sumsel) melalui kuasa hukumnya M Arya Aditya SH dan tergugat II intervensi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel H Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) diwakili kuasa hukumnya Dhaby Gumayra SH MH dan rekan.
Sedangkan agenda hari ini adalah mendengarkan keterangan saksi dari pihak tergugat II intervensi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel H Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) diwakili kuasa hukumnya Dhaby Gumayra SH MH dan rekan yaitu Sekretaris DPD Partai Hanura Sumsel Rizal Syamsul.
Pihak tergugat II intervensi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel H Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) diwakili kuasa hukumnya Dhaby Gumayra SH MH mengaku sengaja menghadirkan Rizal Syamsul dalam persidangan kali ini karena yang bersangkutan memahami bagaimana pencalonan terhadap pasangan calon Gubernur HDMY sampai dengan pengambilalihan oleh pusat DPD Hanura Sumsel di pimpin H Mularis Djahri yang lalu dinonaktipkan.
Sedangkan Rizal Syamsul mengaku sebelum menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Hanura Sumsel dia menjadi staf ahli di salah satu fraksi di DPR RI.
“ Dan sepengetahuan saya proses pendaftaran pilgub Sumsel itu , sudah berlangsung dan sebagaimana diketahui ada persoalan di tingkat provinsi dimana DPD Hanura Sumsel sebelumnya beda pendapat dengan DPP Hanura mengenai siapa yang akan diusung partai Hanura, dari proses itu wewenang penetapan calon Gubernur Sumsel di Sumsel maka wewenang itu diambil alih DPP,” katanya ketika di tanya Dhabi.
Dia mengaku tahu setelah dukungan di keluarkan terhadap HDMY ada ada penolakan DPD Hanura Sumsel sebelum dirinya .
Sedangkan Alamsyah Hanafiah selaku kuasa hukum penggiat demokrasi RM Ishak Badaruddin SM.HK menanyakan kepada Rizal Syamsul kapan menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Hanura Sumsel dijawab sejak SK keluar tanggal 24 Januari 2018 dimana SK itu berbarengan dengan SK Ketua DPD Partai Hanura Sumsel Hendri Zainuddin.
Selain itu menurut Rizal Syamsul mengaku tidak ikut saat mendaftarkan HDMY ke KPU Sumsel, karena yang mendaftarkan ke KPU Sumsel mewakili DPP Hanura adalah Hendri Zainuddin dan Fauzi Amroh sedangkan dirinya datang ke KPU Sumsel tapi berada di luar gedung KPU Sumsel.
“Kalau prosesnya saya mengikuti tapi administrasi tidak ,” katanya.
Diakuinya kalau saat itu DPD Partai Hanura Sumsel tidak ikut mendaftarkan pasangan HDMY ke KPU Sumsel.
Dia mengaku pernah mendengar ada pengambilalihan mandat DPD Partai Hanura Sumsel oleh DPP Partai Hanura.
Saksi mengakui ada persoalan soal dukungan paslon yang diusung Hanura dalam pilgub Sumsel,” Sepengetahuan saya kalau DPD , saya tidak tahu siapa yang dicalonkan , yang jelas DPP Hanura ada calon sendiri sedangkan DPD saya tidak tahu siapa yang dicalonkan, ,” katanya.
Menurut Alamsyah usai persidangan mengatakan kalau Sekretaris DPD Partai Hanura Sumsel Rizal Syamsul mengatakan kalau saat pendaftaran paslon Hanura di Pilgub Sumsel di KPU Sumsel tidak melibatkan DPD Hanura Sumsel diambil alih pusat semua.
“Surat pengambilalihan pernah dia dengar cuma dia tidak melihat suratnya, kemudia perselisihan ada karena beda pendapat karena DPD Hanura Sumsel mencalonkan paslon lain sedangkan pusat lain,” katanya.
Untuk saksi yang akan dihadirkan di persidangan menurut Alamsyah belum ada lagi.
Persidangan dilanjutkan , Rabu (19/9) dengan agenda melengkapi bukti P 11 dari pihak tergugat.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Deklarasi damai Pemilu Legislatif di kambang iwak

Palembang, BP Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) akan menggelar deklarasi damai untuk pemilu legislatif 2019. Ketua KPU Sumsel ...