Home / Headline / Polisi Sita Rumah Bandar Shabu

Polisi Sita Rumah Bandar Shabu

Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menyegel rumah bandar narkoba, Rabu (12/9). BP/HAFIDZ TRIJATNIKA

Palembang, BP–Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menyita rumah milik Rizki (26), narapidana di Lapas Merah Mata Palembang, Rabu (12/9).

Rumah mewah bernilai Rp700 juta yang terletak di Jalan Tanjung Rawo, RT56/16, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan IB I Palembang itu diduga dibeli dan direnovasi dengan uang hasil bisnis dalam peredaran narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman mengatakan, penyitaan dilakukan setelah keluar surat keputusan Pengadilan Negeri Palembang dari hasil penyidikan yang dilakukan.

Diketahui, rumah tersebut dibeli Rizki sejak dua tahun lalu seharga Rp300 juta. Kemudian direnovasi hingga berbentuk fisik seperti sekarang dengan menghabiskan dana sebesar Rp400 juta.

Baca:  Dikendalikan dari Lapas, 2 Kurir Narkoba Ditembak Mati

“Rumah ini diduga hasil dari penjualan narkoba yang dilakukan tersangka Rizki selama empat tahun. Kami melakukan penyitaan untuk membuat para bandar miskin,” ujarnya.

Rizki merupakan narapidana yang masih mengendalikan transaksi narkoba dengan berkomplot bersama salah satu oknum pegawai lapas bernama Adiman (36) yang bertugas sebagai kurir.

Peran Rizki diketahui polisi setelah menangkap tersangka Adiman di Simpang Bandara SMB II Palembang Jalan Tanjung Api-api, pada 2 Agustus lalu.

Tersangka Rizki dikenakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) karena dari hasil penyidikan, uang hasil penjualan narkoba selama empat tahun dibelikan aset berupa rumah beserta isinya.

“Ini sebagai efek bagi bandar agar mereka miskin. Karena, selama ini mereka meresahkan masyarakat. Sekarang kami yang akan meresahkan para bandar,” ujarnya.

Baca:  Residivis Buang Narkoba di Belakang Rumah

Sementara itu, Rizki yang kini juga menjadi tersangka bersama Adiman mengaku, dirinya divonis 20 tahun penjara dan baru menjalani empat tahun masa tahanan sejak 2014 lalu. Rumah itu dibeli dan direnovasi Rizki selama mendekam di Lapas Merah Mata Palembang atas bantuan seorang suruhan.

Rizki pun membayar suruhan untuk menunggu rumah tersebut. Namun, saat penggerebekan orang suruhan tersebut tidak lagi terlihat di rumah tersebut.

Sedangkan istri Ketua RT56, Suwarni yang menjadi saksi saat penyitaan rumah tersebut mengungkapkan, sejak dibeli dari pemilik sebelumnya dua tahun lalu, ia belum mengetahui siapa pemilik rumah tersebut.

Baca:  Mengantar Shabu ke Polisi yang Menyamar

“Sekitar dua tahunan rumah ini sudah ditempati. Dari awal renovasi sampai sekarang, saya belum tahu yang mana pemilik rumah. Saya tidak tahu kalau ternyata bandar narkoba yang punya nya,” ujarnya.

Selama proses renovasi menurutnya, hanya pekerja dan seorang pesuruh yang menempati rumah tersebut. Pesuruh tersebut mengaku bahwa pemilik rumah berdomisili di Jakarta sehingga belum bisa menempati rumah.

Suwarni mengaku, pernah melihat seorang perempuan yang datang ke rumah itu. Menurut pegawai yang ada, perempuan tersebut merupakan orangtua dari pemilik rumah yang datang untuk mengecek saat dilakukan renovasi.

Setelah selesai renovasi, perempuan tersebut tidak terlihat lagi. “Belum lama ini katanya yang punya rumah mau yasinan, syukuran rumah ini. Tapi sekarang malah disita polisi,” tuturnya. #idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Rakyat Harus Cerdas dan Realistis Memilih Presiden

Jakarta, BP–Ketua Fraksi Golkar MPR RI Agun Gunanjar Sudarsa mengatakan, pemilihan presiden adalah memilih pemimpin negara yang memahami soal kebutuhan ...