Home / Headline / Potongan Prasasti Zaman Kerajaan Sriwijaya Ditemukan

Potongan Prasasti Zaman Kerajaan Sriwijaya Ditemukan

BP/IST
Potongan prasasti Baturaja

# Dinamakan Prasasti Baturaja
Palembang, BP

Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan penemuan baru potongan prasasti zaman Kerajaan Sriwijaya milik koleksi Amiril Mukmin yang sehari-hari menjadi pegawai Mitra Ogan (30) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Dimana Amiril Mukmin beralamat di Jalan Gotong Royong Lorong Teratai IX, Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Provinsi Sumsel.

Menurut Kepala Balar Sumsel , Drs Budi Wiyana , batu bertulis tersebut dapatkan yang bersangkutan di tahun 2005 saat yang bersangkutan membeli dari seorang kolektor yang bernama Mahmudin (alm).

“Pak Amiril merupakan tangan ketiga pemilik Prasasti Baturaja tersebut. Menurut Pak Amiril, beliau saat itu membeli sebuah kursi lama dari Bapak Mahmudin (alm), di atas meja pasangan kursi tersebut ada sebuah batu. Bapak Mahmudin (alm) kemudian menyuruh Pak Amiril untuk membeli kursi sekalian batu tersebut. Dan akhirnya Pak Amiril memiliki kursi sekaligus batu tersebut. Sayangnya informasi mengenai asal-usul batu tersebut didapatkan dari mana, tidak kami dapatkan,” katanya, Senin (11/9).

Baca:  Hari ini, lima Komisioner KPU Sumsel Periode 2018-2023 di Lantik

Batu bertulis tersebut kemudian dinamai sesuai nama daerahnya yaitu daerah Baturaja, maka dinamakan Prasasti Baturaja.

Prasasti ini menambah jumlah prasasti Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di wilayah Sumatra Selatan.

“Dari segi bentuk, prasasti ini merupakan patahan, bagian atas dan bawahnya sudah tidak ada lagi. Kemungkinan bentuknya mirip dengan Prasasti Kota Kapur (namun tidak besar dan tinggi). Tinggi prasasti 24 cm, lebar bagian atas 26 cm, lebar bagian bawah 20 cm. Bagian atas diameternya 19 cm, sementara bagian bawah ada dua yaitu 14 cm dan 9,5 cm. Lingkaran prasasti ini 67 cm. Jenis batu kemungkinan merupakan batu pasir atau yag dikenal dengan sand stone,” katanya.

Baca:  Babinsa Pulokerto Silaturahmi Dengan Guru SD Negeri 151 Pulokerto

Dalam paleografinya prasasti ini sama dengan aksara yang digunakan dalam penulisan Prasasti Talang Tuwo. Aksara yang digunakan yaitu aksara Pallawa sekitar abad VII Masehi dan berisi 6 baris dengan Bahasa Melayu Kuna.

“Artinya belum bisa baca, karena hurufnya pallawa, bahasanya melayu kuno, “ katanya.

Dan kini prasasti tersebut sudah di cetak dan kini cetakan prasastinya kini sudah berada di kantor Balar Sumsel,” katanya.

Selain itu mengenai pencarian potongan prasasti lainnya menurutnya terputusnya karena Amiril adalah pembeli ketiga dimana orang keduanya sudah meninggal dunia.

Baca:  Belum Bisa Di Klaim Pemenang, Tunggu Real Count KPU

“ Kalau kita melacak susah, lokasi penemuan penting karena terkait dengan batas wilayah, “ katanya.#osk

Berikut alih aksara sementara Prasasti Baturaja:

1. pe ḍa laŋ ga ..āiŋ … mi a jg …gi(?) tu ytu gga

2. tha … … wi dhi … jau g.. ma ja ju ri … ha ka ni da jā ri … ha …

3. ya bhakti tatwa ājjawa pū ku … di ya ni ge la kā sa ..y sa da

4. ma li pawwa … jātu sriwijayah hā lu mu ah ya pa

5. … … t maka ha ji t di ramak saki

6. … ra lā …

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kebakaran Berturut-turut, Rumah Zawawi Ludes Saat Subuh

Muaraenim, BP—Selama dua hari berturut-turut telah terjadi kebakaran rumah warga di Muaraenim. Kali ini rumah milik Zawawi, warga Desa Gunung ...