Home / Headline / Kabur Saat Dikejar, Bandar Narkoba Ditembak Punggung Tembus ke Dada

Kabur Saat Dikejar, Bandar Narkoba Ditembak Punggung Tembus ke Dada

Palembang, BP–Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menggerebek sarang terduga bandar narkoba di Jalan Raya Simpang Logung Golden Spike, Desa Air Hitam, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, Kamis (6/9).

Dalam penyergapan tersebut dua pelaku dapat diamankan, namun satu di antaranya, yakni Heriyanto (30), meninggal dunia setelah peluru aparat menembus dari punggung dan bersarang di dada sebelah kirinya.

Warga Dusun I, Desa Air Hitam, Kecamatan Penukal Abab, Kabupaten PALI yang diduga bandar narkoba ini terpaksa diberikan tindakan tegas karena berupaya kabur dari kejaran aparat.

Baca:  Pemakai dan Pengedar Shabu Ditangkap Saat Transaksi

Sedangkan tersangka Didi Karmadi (26) warga Dusun IV, Desa Air Hitam juga terpaksa dilumpuhkan polisi dengan tembakan yang mengenai bokongnya.

Penyergapan yang dilakukan Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel itu melakukan setelah penyelidikan selama tiga hari usai mendapatkan informasi dari warga.

Kemudian pada hari penangkapan, polisi melaksanakan penyamaran dengan berpura-pura sebagai pembeli. Saat sedang transaksi, polisi hendak meringkus tersangka Heriyanto dan dua orang lainnya.

Namun ketiganya segera melarikan diri dan berpencar. Dua orang berhasil diringkus namun satu pelaku lainnya berhasil meloloskan diri dari kepungan petugas.

Baca:  Sehari, Tiga Pengedar Narkoba Diringkus

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dari tangan tersangka disita barang bukti dua bungkus besar shabu dengan berat 2 kilogram.

“Satu tersangka atas nama Rizal sangat disayangkan berhasil melarikan diri. Penyidik masih melakukan pengembangan guna mengejar tersangka,” ujarnya saat pers rilis di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang.

Menurutnya penyidikan masih akan terus berjalan, meski salah satu tersangka meninggal dunia. Dalam hal ini pihaknya akan menelusuri hasil transaksi narkoba dari para tersangka.

“Aset pelaku akan disita, ada bukti transaksi senilai Rp280 juta. Karena hasil dari transaksi narkoba bisa sangat besar, akan kami selidiki aliran dananya dan diarahkan ke tindak pidana pencucian uang (TPPU),” imbuhnya.

Baca:  Bergulat Dengan Polisi, Bandar Narkoba Diringkus

Sementara itu, tersangka Didik mengaku sudah tiga tahun ikut mengedarkan narkoba bersama Heriyanto. Dirinya ikut kemana pun Heriyanto melakukan transaksi barang haram tersebut.

“Kami edarkan narkoba dari PALI hingga ke Jambi. Tiap dua bulan habis lima kilogram dan selama ini kami dapat pasokan dari Medan dan Aceh,” tuturnya. #idz

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kuryana Azis Hadiri SNAV-8 dan OAV-3 di Swarna Dwipa Palembang

Baturaja, BP — Bupati OKU Drs H Kuryana Azis menghadiri acara Simposium Nasional Akuntansi Vokasi ke-8 (SNAV-8) dan Olimpiade Akuntansi ...