Home / Headline / Cinta Segitiga Berujung Kematian

Cinta Segitiga Berujung Kematian

Tersangka Aryanto memperagakan adegan pembunuhan terhadap korban Candra dalam rekonstruksi, Selasa (4/9). BP/HAFIDZ TRIJATNIKA

Palembang, BP–Kasus pembunuhan diduga dilatari rasa cemburu dalam cinta segitiga yang berujung petaka menyebabkan korban Candra alias Ican tewas dihabisi tetangganya, Aryanto alias Yetok.

Dalam kasus ini penyidik Polsek Ilir Barat II Palembang menggelar rekonstruksi aksi pembunuhan yang terjadi di Jalan Talang Kerangga, Lorong Jambi, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB II, Selasa (4/9).

Pada adegan pertama saat tersangka duduk di tangga depan rumahnya sambil minum tuak dan saat itu kebetulan korban melintas tanpa memakai baju bermaksud membeli rokok di samping warung rumah tersangka.

Lalu tersangka masuk ke dalam rumah mengambil sebilah celurit yang berada diatas rak piring dan saat bertemu di warung milik M Idris tersebut keduanya terlibat ribut mulut.

Tersangka yang emosi langsung mencabut celurit. Lalu tepat di adegan ke tujuh, Yetok menyabetkan celurit ke dada kanan dan kiri korban.

Tak puas dengan semua itu, pelaku kembali menyabet kan celurit ke punggung korban, namun saat akan kembali mengulangi tindakan serupa, saksi M Idris dengan cepat menghalangi dan mengusir pelaku yang sudah kesetanan itu.

Dengan kondisi bersimbah darah akibat terluka yang dialami, korban sempat berusaha meminta pertolongan kepada warga dan di adegan terakhir, Fatimah yang melihat itu memberitahu putranya, Zulkarnain untuk membawa korban RS AK Gani dengan berboncengan sepeda motor, tapi nyawa korban tak tertolong.

Kapolsek IB II Palembang Kompol Dwi Utomo mengatakan, reka ulang digelar sebanyak 17 adegan dengan menghadirkan tersangka. Terkait pembunuhan sadis menggunakan celurit dilakukan tersangka diduga dilatari cemburu sebuah cinta segitiga.

“Motifnya cinta segitiga, kendati tersangka sudah menikah. Tapi masih cemburu dengan perempuan yang dinikahi korban. Lalu tiap ada kehilangan, korban selalu menuduh tersangka” papar Dwi.

Atas perbuatan tersebut, Dwi menambahkan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati. “Kasus ini termasuk menonjol, terjadi 7 tahun lalu dan pelaku kita tangkap saat pulang kampung hari raya Idul Adha,” ujarnya.

Sebelum tersandung perkara ini, tersangka juga merupakan residivis kasus kepemilikan senjata tajam dan pernah dihukum selama empat bulan serta kasus pencurian sepeda motor pada 2005 silam.

“Karena kasusnya sudah lama, pelaku merasa aman, makanya pulang. Saat kita tangkap di rumahnya di Lorong Jambi, 30 Ilir, kita amankan. Ia lari karena takut hukuman yang akan dijalaninya,” tandasnya. #idz

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

KPK Lengkapi Fitur dan Konten JAGA

Jakarta, BP Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melengkapi fitur dan konten pada Jaringan Pencegahan Korupsi (JAGA). Di tengah masa pandemi ...