Home / Headline / 3 Sekuriti PT PGE Tewas Keracunan Gas

3 Sekuriti PT PGE Tewas Keracunan Gas

Tim Kementerian ESDM dan Polres Muaraenim mengukur kadar gas di lokasi kejadian. Inzet – Jenazah korban.

Muaraenim, BP–Dalam beberapa hari terakhir tiga sekuriti yang sedang bertugas di proyek pembangkit listrik geothermal (panas bumi) Lumut Balai ditemukan tak bernyawa.

Diduga ketiga korban yang sedang bekerja di proyek milik PT Pertamina Gheothermal Energy (PGE) di Desa Penindaian, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muaraenim itu tewas akibat keracunan gas geothermal.

Pertama kali yang ditemukan tewas adalah korban Agung Gepen Harba (28) dan Norwijayadi alias Inoy (26), di dalam kontainer tempat mereka beristirahat, Sabtu (1/9).

Kemudian korban ketiga yakni Arumin (35) yang mengalami sesak napas saat berjaga di pos kantor besar PT PGE Lumut Balai Tanjung Laut, sehingga sempat dilarikan ke puskesmas setempat, namun nyawanya tak tertolong, Selasa (4/9).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban sudah bekerja cukup lama di area proyek pembangkit listrik panas bumi tersebut sebagai sekuriti.

Sebelum ditemukan tak bernyawa korban Agung dan Norwijayadi bertugas melakukan pengamanan pada malam hari, menempati pos pengamanan yang telah disiapkan manajemen proyek.

Karena kondisi cuaca sedang diguyur hujan, keduanya berada di dalam pos penjagaan dan saat itu tiba-tiba para korban mengalami sesak napas serta tubuh mereka menjadi lemas dan tewas.

“Para korban ini diduga meninggal akibat keracunan gas. Kita minta masalah ini segera diselesaikan sampai tuntas oleh manajemen PT PGE. Karena kami tidak ingin ada lagi korban,” kata Ludy Jhansi, kerabat korban yang juga Ketua Karang Taruna Muaraenim.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops Kompol Indra Andeta membenarkan kejadian tersebut, namun pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban karena masih dalam proses penyelidikan.

“Laporan yang kami terima dua orang meninggal, saya belum tahu kalau hari ini (kemarin-red) ada satu lagi korban meninggal. Kita masih melakukan penyelidikan untuk mendalami kasus ini. Apakah ada kelalaian atau tidak,” jelasnya.

Menurutnya, tim dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI bersama Tim Identifikasi Polres Muaraenim sudah mendatangi lokasi proyek Geothermal tersebut.

Dalam penyelidikan awal, tim mengukur kadar gas dari masing-masing sumur pembangkit panas bumi menggunakan alat khusus.

Selain itu tim juga mengukur gas beracun dari mesin genset yang digunakan sebagai penerangan listrik di lokasi proyek yang letaknya berdekatan dengan pos penjagaan tempat para korban ditemukan tewas.

“Hasil pemeriksaan sementara korban diduga tewas akibat keracunan gas monoksida. Bukan keracunan gas panas bumi (geothermal),” jelasnya.

Sebab, dirinya melanjutkan, untuk penerangan pada malam hari, di lokasi proyek masih menggunakan mesin genset, bukan listrik PLN. Letak mesin genset itu berdekatan dengan pos penjagaan tempat korban beristirahat.

Diduga asap mesin genset tersebut masuk ke dalam pos, sehingga korban keracunan gas asap mesin genset. Meski demikian, lanjutnya, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kasus tersebut. #nur

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Tukar Informasi Terkait Lampung Bantu Koperasi Dan UMKM Era New Normal

Palembang, BP Upaya Percepatan Perbaikan Ekonomi Pelaku Koperasi dan UMKM terdampak Pendemi Covid-19, Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ...