Home / Headline / Tidak Ada Larangan Azan Menggunakan Pengeras Suara

Tidak Ada Larangan Azan Menggunakan Pengeras Suara

Palembang, BP–Kemenag Sumatera Selatan mengundang Ormas Islam dalam rangka sosialisasi Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushola. Pertemuan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Jumat (31/8) sore, dihadiri antara lain perwakilan dari PWNU Sumsel, MUI Sumsel, PW Muhammadiyah Sumsel, ICMI Orda Kota Palembang, dan Kelompok Kerja Penyuluh.

Pertemuan Kemenag Sumsel dengan Ormas Islam dalam rangka sosialisasi Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushola, Jumat (31/8) sore.

Kakanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi menjelaskan, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Tentang Pelaksanaan Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor:Kep/D/101/1978 Tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushola. Menurut Fajri, hal ini penting mengingat beberapa hari belakangan beredar berita yang tidak benar di media sosial mengenai adanya larangan azan menggunakan pengeras suara.

“Tidak ada larangan untuk azan menggunakan pengeras suara. Yang benar adalah adanya pengaturan tentang penggunaan pengeras suara pada saat-saat tertentu seperti menjelang waktu sholat, waktu Tarhim dan Ramadhan, serta Waktu Upacara Hari Besar Islam dan Pengajian. Ini semua dilakukan tujuannya adalah untuk menciptakan keselarasan dan kedamaian. Hal itu berarti sangat tergantung dengan situasi dan kondisi di daerah masing-masing,” tegas Fajri.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari sekitar satu jam tersebut, para perwakilan Ormas Islam berharap dilakukan evaluasi terkait surat edaran tersebut. Karena, sempat menimbulkan banyak persepsi di tengah masyarakat. Terlebih di tahun-tahun politik ini, hal-hal yang berkaitan dengan agama sangatlah sensitif.

“Saya percaya Pak Kakanwil sudah memahami keinginan kita dan masyarakat. Yang terpenting adalah aturan-aturan tersebut harus disesuaikan dengan kearifan lokal di daerah masing-masing,” ujar Sekjen MUI Ayik Farid.

“Agama merupakan hak yang paling asasi bagi manusia. Karenanya, agama merupakan hal yang pribadi dan otonom. Untuk itu, sebaiknya bila ada kebijakan-kebijakan yang terkait agama, pemeluk agama diajak bicara lebih dulu. Sehingga tidak menimbulkan keresahan,” timpal Riduan dari PW Muhammadiyah Sumsel. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

TMMD Ke 104 Kodim 0418 Palembang Gelar Tabligh Akbar Peringatan Isra Miraj 1440 H

Palembang, BP TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 Kodim 0418/Palembang rencanakan malam ini pada Kamis (21/3) akan mengelar Tabligh ...