Home / Headline / Bunuh Suami Selingkuh Dihukum 7 Tahun

Bunuh Suami Selingkuh Dihukum 7 Tahun

Majelis hakim membacakan vonis terhadap terdakwa Suciati dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang. BP/HARIS SUPRAPTO

Palembang, BP–Terbukti bersalah telah menghabisi nyawa suaminya yang diduga selingkuh, Suciati (37) dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang.

Oleh majelis hakim yang diketuai Yohanes Panji Prawoto, perbuatan terdakwa dinyatakan bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 44 ayat (3) Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga seperti dakwaan jaksa.

“Atas putusan ini terdakwa maupun jaksa dapat menerima atau menolak dengan mengajukan upaya hukum banding atau pikir-pikir selama satu pekan,” ucap Yohanes saat membacakan amar putusan.

Baca:  Suciati Lega Usai Habisi Nyawa Suami di Rumah Sakit

Mendapat hukuman tiga tahun lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Indayati yang sebelumnya menuntut agar terdakwa dihukum 10 tahun penjara, Suciati yang selalu terlihat tegar tiap menjalani persidangan langsung menyatakan menerima.

Sementara itu dari dakwaan jaksa disebutkan, aksi penikaman terhadap korban Isnadi terjadi di rumah mereka di Jalan Kemas Rindo, Lorong Segayam, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati dan di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI, pada 7 Maret lalu.

Kejadian berawal saat terdakwa mendapati korban yang merupakan suami terdakwa sedang berada di rumah selingkuhannya yang tidak jauh dari rumah mereka.

Baca:  Pembunuh Honorer Dinas PU Dilumpuhkan Dengan Tiga Tembakan

Lalu terdakwa mengajak korban pulang ke rumah, sesampainya di rumah, korban memarahi dan selanjutnya korban memukul terdakwa serta membenturkan kepala terdakwa ke dinding.

Hingga terdakwa kesakitan dan mengalami pusing dan setelah itu korban berbaring untuk tidur sambil meletakkan satu bilah pisau di sebelah tempat tidurnya.

Karena melihat pisau di sebelah korban, saat itulah timbul rencana terdakwa membunuh korban, sehingga tanpa berpikir panjang terdakwa melaksanakan rencananya itu.

Terdakwa mengambil pisau tersebut lalu menusukkan pisau ke bagian perut di atas pusar korban sebanyak satu kali, namun meskipun dalam keadaan atau kondisi sudah tertusuk pisau, korban berusaha bangkit dari tempat tidur.

Baca:  Tidak Butuh 1X24 Jam Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Andre

Saat itu korban kembali menarik rambut dan membenturkan kepala terdakwa, lalu berlari keluar dan berteriak minta tolong dan saat itu korban di tolong oleh saksi Arwandi lalu diantar ke RSUD Palembang BARI.

Meski telah berhasil menusuk perut korban, namun terdakwa masih berpikir apakah tusuk kan pisau tersebut telah berhasil membunuh korban. Karena dirinya khawatir kalau korban masih hidup dan sembuh kembali, maka korban akan dendam bahkan bisa saja membunuh terdakwa.

Karena itulah terdakwa memilih memastikan kondisi korban dengan mendatangi ruang tempat korban dirawat dan disana terdakwa kembali menusukkan pisau ke arah perut kanan korban bagian atas dan akhirnya korban meninggal dunia. #ris

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Satgas TMMD Ke 104 , Kodim 0418 Palembang Tanam Pohon

Palembang, BP Usai penyerahan kunci rumah milik Salim, anggota Satgas TMMD juga melakukan penanaman pohon yang dilakukan oleh Komandan Koramil ...