Home / Headline / Perlu Kepedulian Masyarakat Palembang Selamatkan Cagar Budaya

Perlu Kepedulian Masyarakat Palembang Selamatkan Cagar Budaya

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana talk show pelestarian cagar budaya di Cape De Burry, Palembang, Kamis (30/8).

Palembang, BP
Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Tegoeh mengatakan, sebagai kota tua, Palembang banyak memiliki peninggalan sejarah baik berupa benda dan tak benda.
Pihaknya mengharapkan masyarakat kedepan , agar masyarakat peduli, ada kemungkinan sekitar rumah warga atau sekelilingnya ada benda-benda yang masuk dalam katagori cagar budaya , karena dia pihaknya mengajak masyarakat peduli dan melapor serta mendata ke Di Dinas Kebudayaan kota Palembang dan selanjutnya akan di rekap seluruhnya dan oleh tim peneliti ahli untuk menilai benda tersebut masuk cagar budaya atau tidak.
“Semakin banyak masyarakat terlibat dalam kepedulian itu semakin banyak cagar budaya bisa selamatkan di Palembang, banyak sekali , kami yakin,” katanya usai acara talk show pelestarian cagar budaya di Cape De Burry, Palembang, Kamis (30/8).
Selain itu dia mengajak generasi muda, untuk memelihara keberadaan cagar budaya.
“Kita sudah mendata 278 yang diduga cagar budaya, nanti dari jumlah ini ada TACB yang menilai, karena untuk menilai sebuah benda masuk cagar budaya atau tidak sesuai UU No 11 tahun 2010 ada beberapa kreteria bukan hanya umur diatas 50 tahun tapi ada hal-hal penting yang bisa dijadikan patokan cagar budaya,” katanya.
Untuk cagar budaya di kota Palembang baru 8 bangunan ditentukan sebagai cagar budaya dan ini kemungkinan bertambah.
“Kesulitan kita sampai sekarang kota Palembang belum memiliki tim TACB karena baru 3 orang ahlinya, tinggal dua lagi, “ katanya.
Sedangkan Dandim 0418 Palembang Letkol Inf Honi Havana pihaknya sangat mendukung upaya penyelamatan cagar budaya karena sesuai tugas pihaknya guna mewujudkan kondisi juang yang tangguh di masyarakat Palembang , sejarah memegang peranan yang sangat penting sekali sehingga sejarah masyarakat bisa tahu perjuangan bangsa dan bisa menjadi inspirasi dan menumbuhkan semangat sehingga bisa mewarisi semangat bersatu, gotong royong, berbudaya para leluhur sehingga ini penting bagi pertahanan negara.
“Kita akan inventaris cagar budaya berkaitan perjuangan rakyat Palembang dan akan dilaporkan komando atas dan itu menjadi pengetahuan bersama bahwa Palembang ini sangat kaya dengan sejarah-sejarah perjuangan dan pertempuran di kota Palembang sehinga itu perlu di inventaris dan dianalisa sehingga menjadipembelajaran yang baik bagi generasi selanjutnya,” katanya.
Sementara itu, Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional, Junus Satrio Atmojo mengatakan, kampanye cagar budaya di kota Palembang dinilainya baik sekali terutama respon masyarakat dan mulai ada keterbukaan masyarakat soal cagar budaya.
“Yang sekarang terjadi beberapa tahun lalu mungkin komunikasi dengan masyarakat kurang, sekarang kita perbaiki, komunikasi kita perbaiki ditempat enak agar lebih rilek menyampaikan permasalahan , kita denger tadi sangat terbuka malahan ada masyarakat mengkritisi pemerintah, kita terima mumpung ada suasana seperti ini agar kita lebih dekat hati ke hati,” katanya.
Menurutnya, Palembang kaya dengan tinggalan cagar budaya , jika perkembangan kota tidak di kawal sebetulnya pihaknya khawatir masa lalu Palembang bisa hilang , objek hilang, tanda-tanda bisa hilang, ingatan juga hilang.
“ Jika kita berbicara tentang sejarah mungkin generasi tua lebih paham tapi muda ini membangun sejarah baru dan mengelola tinggalan sejarah yang ditinggalkan kaum tua , sehingga kesinambungan harus di jaga dan itu peran anak muda sangat penting dan kedepan anak muda ini kedepan harus bergerak,” katanya.
Tenaga Ahli Cagar Budaya kota Palembang , Tutur Setyawati menilai kalau Palembang segera membuat penetapan terhadap benda-benda yang sudah didata oleh tim pendataan dari Dinas Kebudayaan kota Palembang.
“ Jika tidak segera dilakukan penetapan maka di khawatirkan terjadi kehilangan atau kerusakan yang tidak bisa di hindari, karena benda-benda cagar budaya banyak milik masyarakat yang belum ada penetapan secara hukum, kalau ada penetapan secara hukum semua pemanfaatan, perlindungan dan penghapusan benda cagar budaya harus mengikuti aturan dalam undang-undang ,” katanya.
Maka Tugas Tim Ahli Cagar Budaya mengkaji benda-benda cagar budaya yang sudah di data dan diregistrasi secara online untuk memberikan rekomendasi kepada walikota , agar dilakukan penetapan bahwa benda itu menjadi benda cagar budaya.
“Tantangan banyak kita banyak sekali benda cagar budaya sudah di data di data saja sudah 300 bangunan, bukan hanya benda ,” katanya mengatakan baru pasar Cinde di tetapkan Cagar Budaya .#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Peran DKSS Tidak Kalah Dengan KONI

Palembang,BP Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) Raden H Syahril Erwin, SE (Yaya) menilai peran DKSS di Sumsel tidak kalah ...