Home / Headline / Titik Panas Meluas, 15 Helikopter Dikerahkan di Sumsel

Titik Panas Meluas, 15 Helikopter Dikerahkan di Sumsel

foto rmol

Palembang, BP–Agustus ini hotspot atau titik panas di Sumatera Selatan mulai meluas. Tercatat sudah ada 240 titik panas di Bumi Sriwijaya. Rata-rata titik panas menyebar banyak di wilayah Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), dan Muaraenim. Untuk mengatasi itu, 15 helikopter dikerahkan.

 

Ketua Posko Media Satuan Tugas Kebakaran Lahan dan Hutan BPBD Sumsel Ansori mengatakan, titik panas mulai terdeteksi banyak di Sumsel. Pemerintah pusat dan daerah saat ini tengah berkonsentrasi pada pemadaman kebakaran lahan di Sumsel.

 

“BNPB telah mengerahkan 11 helikopter ke Sumsel. Semua helikopter yang diturunkan BNPB untuk pemadaman Karhutla di Sumsel,” ujar Ansori, Rabu (29/8).

 

Menurutnya, 11 unit helikopter itu memiliki tugas dan fungsi yang berbeda, di antaranya sembilan helikopter khusus water bombing, satu khusus patroli dan satu unit lagi bisa patroli dan water bombing. Selain itu, juga ada bantuan tiga unit helikopter dari Sinar Mas yang difokuskan untuk waterbombing dan satu lagi unit helikopter bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang juga difokuskan untuk pemadaman karhutla.

Baca:  Sebaran 'Hotspot' Terbanyak di Ogan Ilir

 

“Semuanya standby di Lanud Palembang dan beroperasi sesuai dengan arahan dari Satgas Karhutla. Saat ini fokus kita di OKI, OI, Muba, dan Muaraenim,” kata dia.

 

Selain dari water bombing, pihaknya juga terbantu upaya memadamkan karhutla dengan tehnik modifikasi cuaca. Selain membantu memadamkan api di lahan yang terbakar, hujan buatan ini ikut dalam membasahi lahan yang kering dan gersang.

 

“Terlihat beberapa hari ini sudah turun hujan. Setidaknya membantu memadamkan api, namun memang dari pantauan kita masih terjadi kebakaran lahan, utamanya di OKI, OI, Muba, dan Muaraenim,” jelas Ansori.

 

Kepala Bidang Pelayanan Teknologi, Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca, BPPT Sutrisno menjelaskan, guna menindaklanjuti arahan rakor pengendalian karhutla pada 25 Juli 2018 di Kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta upaya pengendalian gangguan asap karhutla pada saat penyelenggaraan Asian Games 2018, BBTMC-BPPT bekerja sama dengan BNPB sejak 30 Juli 2018 mulai melakukan kegiatan penanganan siaga darurat karhutla melalui penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Sumsel.

Baca:  Meski Idul Adha , Satgas Karhutla Tetap Padamkam Api

 

Ia juga mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kelanjutan pelaksanaan TMC periode pertama tanggal 16 Mei hingga 10 Juni 2018. Pada periode kedua yang dimulai sejak 30 Juli pelaksanaan TMC didukung oleh dua unit pesawat Casa 212-200 masing-masing dari satu unit dari TNI Angkatan Udara dan satu unit dari PT Pelita Air Service (PT PAS).

 

“Kegiatan TMC periode pertama pada 16 Mei – 9 Juni 2018 telah dilakukan 32 sorti penerbangan, 32 ton bahan semai dan dengan hasil air 270 juta m3. Selama kegiatan periode pertama hampir setiap hari terjadi hujan dengan intensitas bervariasi dari hujan ringan hingga lebat, sehingga selama periode pertama kelembaban tanah bisa terjaga dengan baik dan mampu meredam munculnya hotspot,” tambahnya.

 

Sedangkan Kegiatan TMC periode kedua (30 Juli-28 Agustus 2018) telah dilakukan 32 sorti, dengan hasil air 46 juta m3. Selama periode kedua pertumbuhan awan relatif lebih sedikit dibanding pada periode pertama, namun beberapa kali telah dijumpai awan yang masih layak semai dan menghasilkan hujan.

Baca:  Dansatgas Karhutla Sumsel Bersama Gubernur, Pangdam II/Swj Dan Kapolda Sumsel Patroli Udara

 

“Selama seminggu terakhir pertumbuhan awan di Sumsel cukup baik, pelaksanaan penyemaian awan menghasilkan air hujan yg signifikan dan mampu mematikan hotspot yg ada secara signifikan dan meredam munculnya hotspot baru. Dari prediksi, potensi pertumbuhan awan selama 2 minggu ke depan masih cukup baik, pelaksanaan penyemaian awan akan kita optimalkan terus,” tutur Sutrisno.

 

Masih dijelaskan dia, adanya hujan membuat partikel asap dan polutan lain menjadi bersih karena tersapu saat hujan jatuh. Kemudian hujan yang jatuh kalau mengenai hotspot, maka hotspot tersebut akan mati.

 

“Kalaupun hujan tersebut tidak mengenai hotspot, hujan tersebut tetap bermanfaat untuk menjaga kelembaban lahan sehingga akan meredam munculnya hotspot baru,” katanya. #rio

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kodim 0404/Muara Enim Berjibaku Padamkan Api Bakar Lahan

Palembang, BP Komandan Kodim 0404/Muara Enim Letkol Inf Syarifuddin melalui Komandan Koramil 404-01/Gelumbang Kapten Inf Edi Prayitno bersama Tim Satgas ...