Home / Headline / Menguat Lewat Ridho Orang Tua

Menguat Lewat Ridho Orang Tua ---Asian Games---

(Fidella Puspa Dewi, atlet menembak Sumsel yang memperkuat Merah Putih di Asian Games)

 

Namanya melesat saat ia memborong dua keping emas pada laga paling bergengsi Tanah Air PON di Kota Kembang tahun 2016 lalu. Ia kemudian dipanggil untuk menghuni Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk memperkuat Merah Putih di multievent paling bergengsi Asia ini.

 

FIDELA Puspa Dewi, begitu nama lengkapnya. Dara manis berkulit putih, ini menjadi pejuang Merah Putih pada laga bergengsi Asian Games yang digelar di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Kepiawaiannya menjadi petembak Internasional bukan tanpa alasan. Selain keuletan dan kegigihan latihan dan didukung jam terbang ternyata ada kekuatan tersendiri dibalik meroketnya nama petembak spesialis 10 M Air Rifle Women ini.

Baca:  Usai Asian Games, JSC Ditutup Untuk Umum

Usut punya usut ternyata, gadis cantik ini memiliki ritual khusus setiap ia menghadapi kompetisi yakni meminta restu dukungan orang tua. Ya, ridho Alloh memang bergantung pada ridho orang tua. Sehingga pelan tapi pasti, ia menjadi tumpuan dan harapan Merah Putih untuk mempersembahkan yang terbaik pada pesta olahraga terbesa se Asia ini.

“Yang jelas, selalu minta ridho orang tua,”ujar puteri daerah asal Sumsel yang akrab dipanggil Fifi ini, Senin (20/8).

Lanjut Fifi bahwa di Asian Games ini, selain usaha, latihan yang selama ini diikuti di Jakarta dan Palembang selama masuk dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), tanpa adanya doa dan ridho dari kedua orang tuanya Fajri Akbar dan Sholihah menjadi kurang kekuatan tersendiri.

Sehingga sebagai anak sulung dari empat bersaudara ini berharap mampu melalui Asian Games dengan hasil dan harapan bangsa Indonesia. Meskipun, menundukkan petembak Asia bukan hal yang mudah. Terlebih, sejarah mencatat Cina menjadi petembak yang paling ditakuti di Asia sepanjang Asian Games.

Baca:  18 Venue di Palembang Siap untuk Asian Games

Benar saja, sebagai cabang olahraga yang menggunakan dan menguasai senapan laras pendek dan laras panjang, dalam akurasi dan gesekan. Olahraga menembak dimulai di Asian Games II di Manila sejak 1954. Sejak Asian Games VIII di Bangkol 1978, posisi Cina sebagai juara olahraga Asian Games masih tak terkalahkan.

“Kalau musuh berat selain Cina banyak sih, ada Korea Selatan, India dan lainnya,”tutur gadis kelahiran 10 Oktober 1994 ini.

Namun, dibawah asuhan Head Coach Darmawan Budiman di Pelatnas, mental atlet harus tetap optimis dan siap memberikan perjuangan terbaik di Asian Games dengan mencatat sejarah.

Baca:  Sumsel Harus Bangga pada Pahlawan Olahraga Popnas

Sementara itu dikatakan Coach Saptono, pelatih menembak Sumsel yang mengantarkan ia hingga menuju gerbang pelatnas dan memperkuat Indonesia mengatakan bahwa Asian Games merupakan multievent yang mempertemukan atlet top Asia. Sehingga perjuangan meraih medali memang berat.

“Kalau medali saya tidak bisa koment, karena saingan juga sudah selevel tingkat dunia. Namun saya sudah tekankan sama Fidela dan Maharany kalian jangan minder orang bisa kenapa kita tidak bisa. Buktinya Maharany tempo hari bisa nyumbang medali emas pada SEA Gemes 2011 di Palembang . Semua pasti bisa kalau Tuhan sudah mengizinkan,”harapnya.

Untuk diketahui, cabang olahraga menembak merupakan satu dari 40 cabang olahraga di Asian Games. Dan cabang olahraga bergengsi ini digelar di venue shooting range, Internasional Jakabaring Sport City (JSC) Palembang pada 19-26 Agustus 2018. Osugiarto

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Inventarisir Ulang Lahan Pemprov Yang di BOT

Palembang, BP   Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan HA Syarnubi SP MM meminta perhatian pemprov melalui BPKAD bidang aset untuk ...