Home / Headline / Peringatan 17 Agustus Di Palembang , Mahasiswa FH Unsri Kunjungi Tugu Perang Lima Hari Lima Malam

Peringatan 17 Agustus Di Palembang , Mahasiswa FH Unsri Kunjungi Tugu Perang Lima Hari Lima Malam

BP/DUDY OSKANDAR
Puluhan Mahasiswa Fakultas Hukum , Universitas Sriwijaya (Unsri) terutama yang menempuh mata pelajaran kewarganegaraan didampingi dosennya yang juga pengamat sejarah kota Palembang Rd Moh Ikhsan melakukan kunjungan ke tugu lima hari lima malam di samping Jembatan Ampera, 16 Ilir yang kini didekatnya dibangun Stasiun Light Rail Transit (LRT), Jumat (17/8).

Palembang, BP
Bersamaan dengan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) 17 Agustus 2018, Puluhan Mahasiswa Fakultas Hukum , Universitas Sriwijaya (Unsri) terutama yang menempuh mata pelajaran kewarganegaraan didampingi dosennya yang juga pengamat sejarah kota Palembang Rd Moh Ikhsan melakukan kunjungan ke tugu lima hari lima malam di samping Jembatan Ampera, 16 Ilir yang kini didekatnya dibangun Stasiun Light Rail Transit (LRT), Jumat (17/8).
Apalagi selama ini kondisi Tugu Lima Hari Lima Malam di samping Jembatan Ampera, 16 Ilir Palembang sangat memprihatinkan.
Diperparah dengan pasca pembangunan Light Rail Transit (LRT) di atasnya sehingga semakin tidak terawat.
Tugu perjuangan ini tidak terlihat orang karena tertutup bangunan statsiun LRT.
Tugu Lima Hari Lima Malam ini terlihat sederhana sekali bentuknya dan hanya bertuliskan “Dalam Pertempuran 5 Hari 5 Malam Mempertahankan Proklamasi 45 Di Sekitar Tempat Ini Telah Gugur Pahlawan-Pahlawan Bangsa Diantaranya Lettu Djoko Soerodjo”. Lalu di bawahnya tertulis “Persembahan Masyarakat Ilir Timur I dan Sekitarnya”. Kiri dan kanannya ada diorama gambar pertempuran Lima Hari Lima Malam.
Bambu runcing yang dibuat dari besi banyak yang menghilang dan hanya ada beberapa yang berdiri namun berkarat. Walaupun tidak ada bangunan yang mencolok, namun tugu ini dibuat untuk mengingatkan masyarakat bahwa di tempat tersebut pernah terjadi pertempuran besar dalam mempertahankan kemerdekaan.
Cat diorama juga sudah pudar dan mengelupas. Beberapa masyarakat yang lalu lalang di tempat tersebut tidak semuanya tahu kalau ada tugu perjuangan.

BP/DUDY OSKANDAR
Puluhan Mahasiswa Fakultas Hukum , Universitas Sriwijaya (Unsri) terutama yang menempuh mata pelajaran kewarganegaraan didampingi dosennya yang juga pengamat sejarah kota Palembang Rd Moh Ikhsan melakukan kunjungan ke tugu lima hari lima malam di samping Jembatan Ampera, 16 Ilir yang kini didekatnya dibangun Stasiun Light Rail Transit (LRT), Jumat (17/8).

Setelah melakukan upacara di kampus Unsri Bukit Besar, mahasiswa ini langsung menuju lokasi Tugu dan langsung melangsungkan acara dengan membawa spanduk bertuliskan “ Mengenang Pahlawan di Hari Kemerdekaan Peristiwa Bersejarah 1947” Mahasiswa FH Unsri, Kampus Palembang Angkatan tahun 2018.
Acara dimulai dengan doa lalu menyayikan lagu Indonesia raya, membacakan puisi dan paparan sejarah oleh Rd Moh Ikhsan terkait sejarah tugu tersebut dan sejarah perjuangan di kota Palembang.
Menurut Rd Moh Ikhsan mengatakan, kegiatan ini tidak lain tujuannya untuk menanamkan penghargaan kalangan mahasiswa terhadap jasa pahlwan, karena rasa penghargaan kepada pahlawan ini yang membangun nasionalisme.
“ Dia harus di tanamkan tidak cukup di bicarakan atau diskusikan saja tapi melakukan kegiatan mengenang jasa para pahlawan,” katanya.
Dan kunjungan kali ini mereka ke Tugu Lettu Joko Suroyo yang mengawali pertempuran lima hari lima malam, pertempuran besar yang pernah terjadi di Sumsel yang mungkin sama dengan pertempuran di kota lain.
Dalam hari pertama pertempuran perang lima hari lima malam , Lettu Joko Suroyo tewas di tembak kena di bagian kepalanya akibatnya perperangan tidak berhenti selama lima hari lima malam.
“ Harapannya dengan Tugu ini segera dilakukan perawatan, supaya terlihat terawat, jika terawat maka kita akan merasakan dan memberikan penghargaan kepada pahlawan, kalau Tugu ini tidak terawar, orang tidak tahu ini Tugu apa, jika Tugu ini di cat dan di pasang lampung diatasnya orang yang berlalu lalang orang akan melihat , Tugu itu dibuat untuk diingat bagaimana mau di ingat kalau tidak di rawat, dengan di rawat ketika orang akan melihat , orang akan ingat kalau disini patriotisme dan heroisme pernah dibuktikan oleh putra putri Sumatera Selatan,” katanya.

BP/DUDY OSKANDAR
Puluhan Mahasiswa Fakultas Hukum , Universitas Sriwijaya (Unsri) terutama yang menempuh mata pelajaran kewarganegaraan didampingi dosennya yang juga pengamat sejarah kota Palembang Rd Moh Ikhsan melakukan kunjungan ke tugu lima hari lima malam di samping Jembatan Ampera, 16 Ilir yang kini didekatnya dibangun Stasiun Light Rail Transit (LRT), Jumat (17/8).

Sedangkan Mahasiswa Fakultas Hukum Unsri angkatan 2018 Salsabila mengaku sangat berkesan dengan kegiatan ini terutama bagi dirinya yang merupakan mahasiswa baru dan dengan kegiatan tersebut menambah rasa cinta tanah air yang selama ini kalangan muda hanya mengingat hari 17 Agustus dan hura-hura saja.
Dengan kegiatan ini akan diketahui sejauh apa perjuangan pahlawan salah satunya peringatan di Tugu Perang Lima Hari Lima malam ini.
“ Tugu ini menjadi tamparan keras terutama generasi muda dan mahasiswa Unsri, kalau memang pembangunan di Indonesia akan dimajukan tapi jangan mengabaikan apa yang telah ada , terutama Tugu ini yang walaupun diabaikan tapi jangan sampai kalau Tugu ini ada kota di Palembang dan Tugu ini menjadi Tugu bersejarah bagi masyarakat Palembang,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Prabowo Gugat ke MK Jika Hasil Hitung KPU Tidak Memenangkan Dirinya

Jakarta, BP — Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, membuka kemungkinan pihaknya menggugat ke Mahkamah Konstitusi ...