Home / Pemerintahan / Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono Ajak Wanita Pahami Jatidiri Bangsa

Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono Ajak Wanita Pahami Jatidiri Bangsa

Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono bersama Wanita Syarikat Islam Makssar

Makassar, BP–Sekretaris Jenderal (Sesjen) MPR  Ma’ruf Cahyono, Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara telah terbukti mampu mempersatukan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Berbeda agama,suku, etnis dan aliran serta tinggal di berbagai pulau tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Di negara asing sesama kulit putih saja bisa ribut. Indonesia, beda kulit, beda rambut, agama, suku dan etnis tetap kompak bersatu. Perekatnya hanya Pancasila. Itulah hebatnya Pancasila yang hanya ada di Indonesia,” ujar Ma’ruf  di Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (9/8) saat memberikan sambutan pada acara  pengukuhan Wanita Syarikat Islam (WSI) Sulawesi Selatan.

Baca:  Bhineka Tunggal Ika Alat Perekat Masyarakat Indonesia
Menurut Ma’ruf,    untuk merawat dan menjaga jatidiri bangsa, yang tak lain adalah Pancasila dimulai dari keluarga.  Dan pada dasarnya jatidiri bangsa sudah ada di dalam diri kita sejak kecil yang diajarkan lewat pendidikan di sekolah.
Dikatakan, Indonesia kita adalah jatidiri kita. Jatidiri kita adalah Pancasila, Oleh karena itu, kita perlu menyampaikan pesan tentang jatidiri bangsa seperti yang terkandung dalam lima sila Pamcasila. “Kita punya nilai-nilai yang bagus, karenanya perlu dirawat dan dijaga,” kata Ma’ruf .
Salah satu upaya yang dilakukan  MPR untuk merawat dan menjaga jatidiri bangsa  melalui sosialisasi Empat Pikar. Kali ini yang menjadi sasaran
kelompok WSI agar anggota perlimpulam ini menjadi tahu, mengerti, paham, dan melaksanakan nilai-nilai Empat Pilar.
Wanita Syarikat Islam sebagai sebuah perkumpulan, apalagi ada di seluruh Indonesia, lanjut  Ma’ruf, merupakan kelompok sasaran  sangat strategis. Oleh sebab itu   para tokoh WSI diharapkan bisa menularkan aspirasi terkait Empat Pilar MPR kepada masyarakat lingkungannya dan di lingkungan keluarga.
Karena bagaimanapun, tambah  Ma’ruf, pembentukan karakter bangsa dimulai  dari keluarga, dan itu akan bergerak sampai di mana bangsa ini menjadi kokoh dari segi jatidiri. “Kita ingin transformasi nilai ini bisa efektif dan bisa dilaksanakan, dengan harapan akan memiliki danpak penting terhadap semakin kuat dan kokohnya ideologi bangsa,” jelas Ma’ruf. #duk
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPD RI Perhatikan Eksistensi Hukum Adat

Jakarta, BP–Ketua DPD RI Oesman Sapta menerima kunjungan kerja Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus, Ketua Umum Asosiasi Pengajar ...