Home / Headline / Balar Sumsel Bantu Alat Peraga Pendidikan Zaman Prasejarah

Balar Sumsel Bantu Alat Peraga Pendidikan Zaman Prasejarah

BP/DUDY OSKANDAR
Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan bantuan alat peraga pendidikan zaman prasejarah kepada 20 sekolah SMA /SMK di Palembang.

Palembang, BP
Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan bantuan
alat peraga pendidikan zaman prasejarah kepada 20 sekolah SMA /SMK di Palembang.
Penyerahan alat peraga pendidikan zaman prasejarah bersamaam dengan mensosialisasikan hasil penelitian mengenai Sriwijaya kepada para siswa yang berasal dari sejumlah sekolah menengah atas di Kota Palembang.
“Kami sosialisasi hasil penelitian mengenai kerajaan Sriwijaya kepada masyarakat khususnya pelajar, jadi pesertanya siswa/siswi SMA/SMK.Untuk sosialisasi itu juga ada narasumber dan pihaknya juga membagikan alat peraga pendidikan zaman prasejarah, tetapi replikanya saja, kata Kepala Balar Sumsel , Drs Budi Wiyana, Jumat (10/8).
Menurutnya, pihaknya mengundang 20 sekolah SMA/SMK yang terdiri atas satu guru pendamping dan dua orang siswa, jadi masing-masing tiga orang pesertanya.
Dengan begitu para peserta bisa memanfaatkan itu, ketika pelajaran sejarah bisa menjelaskannya, karena tanpa melihat bentuknya rasanya kurang.
Melalui alat peraga pendidikan itu bisa membantu siswa dengan melihat bentuknya dengan replika tersebut.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga membuat poster untuk memberikan informasi kepada para siswa tersebut, “Kami juga membuat komik supaya menarik yang bercerita tentang mencari ibukota Sriwijaya,” ujarnya.
Alat-alat prasejarah yang digunakan pada zaman dahulu dan juga ada video pendek yang bercerita tentang alat tersebut.
“Jadi, sosialisasi ini memang khusus tentang Sriwijaya hasil penelitian terakhir di Sumsel seperti pantai timur dan alat peraga tersebut bertahap akan kita serahkan ke sekolah lain namun sesuai anggaran yang ada,” katanya.
Ia menyampaikan, dari sosialisasi dilakukan tersebut ternyata pesertanya banyak yang tertarik dan nanti akan dibuat semacam grup sehingga bisa tukar menukar informasi.
“Penelitian ini akan terus berjalan dan kalau ada program baru muncul tentunya dilaksanakan,” katanya.
Selain itu sosialisasi hasil penelitian dari Balai Arkeologi tentang Sriwijaya diharapkan bisa menambah pengetahuan guru sejarah dan siswa sehingga diharapkan tumbuh ketertarikan pelajar untuk mengenal ilmu arkeologi.
Budi Wiyata mengharapkan, ke depan akan ada arkeolog yang berasal dari Sumatera Selatan sehingga bisa menjadi suatu kebanggaan buat masyarakat Sumsel. “Selain sosialisasi Balai Arkeologi juga sering mengadakan praktek lapangan di Sumatera Selatan yang melibatkan pelajar dan mahasiswa, dilaksanakan berkerjasama dengan sekolah-sekolah di Sumsel. Ke depan kami harapkan bisa menanamkan kecintaan terhadap sejarah dengan cara yang fun,” katanya.#osk

Baca:  DPRD Sumsel Usulkan Dua Raperda Baru

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Gandus Butuh Perbaikan Jalan dan Air Bersih

Palembang, BP Sekretaris Kecamatan Gandus, Darwani mengatakan, kalau permasalahan jalan rusak, air bersih, listrik menjadi permasalahan warga Kecamatan Gandus yang ...