Home / Headline / 12 Agustus, KPU Sumsel Tetapkan Pemenang Pilkada Sumsel

12 Agustus, KPU Sumsel Tetapkan Pemenang Pilkada Sumsel

BP/IST
Suasana rapat penghitungan suara Pilgub Sumsel di KPU Sumsel beberapa waktu lalu

Palembang, BP
Usai keputusan hakim Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan pemohon pasangan calon Dodi Reza-Giri Ramanda. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel segera melakukan penetapan pasangan calon pemenang Pemilihan Gubernur dan Wakil Guburnur Sumsel.
Sekretaris KPU Sumsel MS Sumarwan mengatakan, pihaknya telah menjadwalkan, Ahad 12 Agustus 2018 akan dilangsungkan penetapan pemenang Pilkada Provinsi Sumatera Selatan, di aula secretariat KPU Sumsel. Sesuai dengan hasil rekapitulasi perolehan suara yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Usai putusan MK, kami langsung gerak cepat menyiapkan prosesi penetapan, undangan untuk itu juga langsung disebar, “ katanya Jumat (9/8).
Untuk menjaga kondusifitas dan keamanan pada pleno penetpan tersebut, KPU Sumsel telah berkordinasi dengan pihak kepolisian Polda Sumsel dan Polrsta Palembang. “Kita berharap proses penetapan nanti berjalan dengan lancar dan kondusif,” katanya.
Berdasrkan hasil rekapitulasi hasil rekap suara Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Sumsel, Ahad (8/7/2018) lalu, Herman Deru-Mawardi Yahya meraih suara terbanyak dengan perolehan 1,394,438 suara atau 35,96 persen.

Baca:  Paripurna XLVII DPRD Sumsel Dilaksanakan Walau Tidak Quorom

Sementara itu Paslon nomor urut 4 Dodi Reza Alex Noerdin – Giri Ramanda Kiemas berada di posisi 2 yang mencatat 1.200.625 suara.
Disusul Paslon nomor 3 Ishak Meki – Yudha Pratama yang mengumpulkan 839.743 suara dan terakhir Paslon Syaifudin Aswari,-Irwansyah mengantongi 442.82 suara.

Selanjutnya, jumlah suara sah 3.877.626 tidak sah 133.072 dan total suara sah ditambah suara tidak sah 4.010.698, dengan selsih perolehan saura antara paslon suara terbanyak sebesar 5 persen.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mahkamah Konstitusi ( MK) menolak permohonan gugatan yang diajukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Dodi Reza Alex-Giri Ramanda terhadap KPU Sumsel. Putusan ini dibacakan dalam sidang dismissal perkara hasil Pilkada, pada Kamis (9/8) di ruang sidang utama Mahkamah Konstitusi, Jakarta.
Ada berbagai alasan hakim sehingga menolak permohonan gugatan pihak pemohon. Diantaranya, meski pemohon adalah pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, tapi tidak memenuhi ketentuen pengajuan permohonan sebagai mana pasal 158 undang-undang Pilkada pasal 7 PMK 5 tahun 2017. Karena, batasan selisih suara antara peraih suara terbanyak dengan pemohon maksimal 1 persen. Namun berdasrkan hasil rekapitulasi perhitungan saura yang dilakukan KPU Sumsel, perbedaan perolehan suara antara peraih suara terbanyak dengan pemohon sebanyak 5 persen atau melebihi batas maksimal yang ditentukan.
“MK memiliki penilian, pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk melakukan permohonan a quo. Dengan demikian eksespsi termohon,dan eksepsi pihak terkait bahwa pemohon tidak memiliki kedudukan hukum, beralasan menurut hukum. Menimbang, eksepsi termohon dan pihak terkait , maka eksepsi lain dari termohon dan pokok permohonan lain tidak dipertimbangkan. “ ujar hakim MK Anwar Usman.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Inventarisir Ulang Lahan Pemprov Yang di BOT

Palembang, BP   Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan HA Syarnubi SP MM meminta perhatian pemprov melalui BPKAD bidang aset untuk ...